HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gempita di Sawah Mundakjaya! Babinsa Pelda Eryana Turun Tangan Tanam Padi Inpari 32, Petani Tarum Optimis Panen Raya


INDRAMAYU – Semangat ketahanan pangan kembali digaungkan dengan lantang di pelosok Kabupaten Indramayu. Di tengah terik matahari pagi yang mulai menyengat kulit pada Minggu (5/7/2026), suasana persawahan di Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, tampak jauh berbeda dari hari-hari biasanya. Hiruk-pikuk suara gemericik air irigasi dan kicau burung liar seolah tersaingi oleh kehadiran sosok yang tak biasa: seorang prajurit TNI dengan seragam loreng khasnya, yang dengan penuh kesabaran sibuk membungkuk di tengah hamparan sawah berlumpur. Ia adalah Pelda Eryana, anggota Koramil 1613/Terisi, yang sedang melaksanakan tugas mulia mendampingi petani lokal dalam masa krusial penanaman padi varietas unggul Inpari 32.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini bukan sekadar rutinitas birokratis, melainkan bagian integral dari program strategis Pendampingan Pertanian Musim Tanam II Tahun 2026. Pelda Eryana hadir tidak sebagai pengawas yang berdiri tegak di pinggir pematang sambil memberi komando, melainkan sebagai mitra kerja sejati yang siap "turun tangan" langsung ke lumpur sawah. Ia berbaur bersama Bapak Tarum, seorang petani pemilik lahan di Blok Munjul, Desa Mundakjaya, untuk memastikan setiap helai benih ditanam dengan presisi tinggi sesuai standar teknis pertanian modern.

Pemilihan varietas Inpari 32 dalam musim tanam kali ini bukanlah keputusan sembarangan. Varietas ini telah terbukti memiliki potensi hasil panen yang sangat tinggi, ketahanan superior terhadap berbagai jenis hama penyakit utama, serta adaptabilitas luar biasa terhadap kondisi iklim tropis yang sering berubah-ubah seperti di Indramayu. Dengan pendampingan intensif dari Babinsa, diharapkan teknik tanam yang diterapkan oleh Bapak Tarum dapat memaksimalkan potensi genetik dari benih tersebut. Pelda Eryana turut membantu secara teknis, mulai dari pengaturan jarak tanam yang ideal, kedalaman bibit yang tepat, hingga memastikan ketersediaan air di petakan sawah tetap optimal selama masa kritis awal pertumbuhan tanaman.

"Kami hadir di sini bukan hanya untuk simbolis atau sekadar menggugurkan kewajiban laporan. Kami benar-benar memastikan bahwa setiap tahapan tanam dilakukan dengan benar dan efisien. Jika ada kendala teknis di lapangan atau kebutuhan mendesak akan sarana produksi, kami siap berkoordinasi cepat dengan penyuluh pertanian dan dinas terkait," ungkap Pelda Eryana di sela-sela kesibukannya menanam bibit padi, sambil menyeka keringat di dahinya. Sikap rendah hati, profesionalisme, dan kerja keras yang ditunjukkan oleh Pelda Eryana mendapat apresiasi tinggi dari Bapak Tarum. Petani setempat merasa lebih percaya diri, tenang, dan termotivasi karena mengetahui bahwa mereka tidak berjuang sendirian dalam menghadapi tantangan musim tanam kali ini yang penuh ketidakpastian cuaca.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di area persawahan Blok Munjul terpantau sangat tertib, kondusif, dan aman. Tidak ada gangguan dari pihak manapun, sehingga fokus utama seluruh pihak tetap pada penyelesaian target luas tanam harian yang telah ditetapkan. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah aktivitas pertanian ini juga secara tidak langsung memperkuat hubungan emosional yang erat antara TNI dan rakyat, khususnya kalangan petani yang merupakan tulang punggung ekonomi desa.

Pihak Koramil 1613/Terisi melalui Pelda Eryana menegaskan bahwa pendampingan ini tidak akan berhenti setelah proses penanaman selesai. Komitmen ini akan terus berlanjut hingga masa pemeliharaan tanaman, termasuk pengawasan pengendalian hama terpadu dan pemupukan berkala. Langkah proaktif dan berkelanjutan ini sejalan dengan instruksi tegas Dandim 0616/Indramayu untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan nasional dimulai dari tingkat desa. Dengan sinergi yang kuat dan solid antara aparat kewilayahan dan petani, optimisme menuju panen raya yang melimpah di akhir tahun semakin terbuka lebar.

Masyarakat Desa Mundakjaya berharap, dengan adanya pendampingan intensif dan teknis seperti ini, produktivitas padi di wilayah Cikedung dapat terus meningkat secara signifikan. Hal ini tentu akan berdampak positif langsung pada peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan daerah. Aksi nyata Pelda Eryana menjadi bukti konkret bahwa TNI selalu hadir di garda terdepan, tidak hanya dalam konteks keamanan negara dari ancaman militer, tetapi juga dalam upaya nyata mencukupi kebutuhan pokok rakyatnya.
Posting Komentar