HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gempita Pasar Jatimunggul: Serma Ahmad Sugito Babinsa Koramil 1613/Terisi Turun Tangan, Pantau Ketat Harga Sembako demi Ketenangan Hati Rakyat


INDRAMAYU – Di tengah dinamika ekonomi yang kerap kali membuat warga resah, sosok prajurit TNI AD dengan seragam lorengnya kembali menjadi simbol ketenangan dan kepastian di Kabupaten Indramayu. Pada Jumat pagi, 17 Juli 2026, tepatnya pukul 08.00 WIB, Serma Ahmad Sugito, anggota Koramil 1613/Terisi, terlihat sibuk mondar-mandir di Toko Okta, Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi. Bukan untuk berbelanja kebutuhan pribadi, melainkan menjalankan misi mulia sebagai mata dan telinga pemerintah di lapangan: melakukan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok (sembako) secara langsung.

Kehadiran Serma Ahmad Sugito di pasar tradisional dan toko-toko kelontong bukan sekadar formalitas birokrasi. Ia hadir untuk memastikan bahwa daya beli masyarakat tidak tergerus oleh fluktuasi harga yang tidak wajar. Dalam kunjungannya ke Toko Okta, Babinsa ini mencatat dengan teliti setiap perubahan harga komoditas strategis. Data yang ia kumpulkan menjadi barometer penting bagi stabilitas ekonomi di wilayah Kecamatan Terisi. Dengan sikap profesional dan pendekatan yang humanis, Serma Ahmad berinteraksi dengan pemilik toko dan pedagang, menanyakan ketersediaan stok serta alasan di balik pergerakan harga tertentu.

Berdasarkan hasil pantauan lapangan yang dilakukan oleh Serma Ahmad Sugito, harga sejumlah bahan pokok terpantau masih dalam batas yang relatif terjangkau, meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami penyesuaian. Beras, sebagai makanan pokok utama, masih stabil di angka Rp12.000 per kilogram. Harga minyak goreng tercatat sebesar Rp20.000 per kilogram, sementara telur ayam dijual seharga Rp29.000 per kilogram. Untuk kelompok sayuran dan bumbu dapur, cabe rawit hijau dibanderol Rp45.000 per kilogram, cabe merah Rp28.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram, dan bawang putih Rp35.000 per kilogram. Gula putih tersedia dengan harga Rp18.000 per kilogram. Sementara itu, untuk protein hewani, daging ayam dijual seharga Rp35.000 per kilogram, dan daging sapi berada di kisaran Rp130.000 per kilogram.

Angka-angka tersebut bukanlah sekadar statistik dingin bagi Serma Ahmad Sugito. Setiap rupiah yang tercatat mewakili perjuangan ibu rumah tangga dalam memenuhi gizi keluarga. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya transparansi harga dan ketersediaan stok. "Kami ingin memastikan bahwa tidak ada permainan harga atau penimbunan barang yang merugikan masyarakat. Jika ada anomali, kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait," ujar Serma Ahmad saat ditemui di lokasi kegiatan.

Kegiatan monitoring ini berjalan dengan sangat aman, tertib, dan lancar. Tidak ada gejolak atau protes dari pedagang maupun pembeli. Justru, kehadiran Babinsa disambut dengan rasa lega oleh para pelaku usaha. Mereka merasa diawasi dan dilindungi, sehingga terhindar dari tuduhan spekulasi harga yang sering kali meresahkan. Sinergi antara aparat kewilayahan dan pedagang pasar menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat dan adil.

 Melalui langkah konkret Serma Ahmad Sugito di Koramil 1613/Terisi, pesan bahwa negara hadir untuk melindungi kepentingan dasar warganya tersampaikan dengan jelas. Monitoring harga sembako ini bukan hanya soal angka, tetapi soal menjaga martabat dan ketenangan hidup masyarakat Desa Jatimunggul khususnya, dan Kecamatan Terisi umumnya.

Dengan terus memantau pergerakan harga, Serma Ahmad Sugito telah menjadi garda terdepan dalam pencegahan inflasi lokal. Aksi heroik di tingkat akar rumput seperti ini patut diapresiasi, karena dampaknya langsung terasa oleh rakyat kecil. Stabilitas harga adalah kunci stabilitas sosial, dan berkat kerja keras Babinsa Koramil 1613/Terisi, kunci tersebut tetap terjaga dengan kuat di tangan masyarakat Indramayu.
Posting Komentar