Gempita Pasar Terisi: Serma Ahmad Sugito Ungkap Fakta Harga Sembako, Daging Sapi Tembus Rp145 Ribu!
Juli 23, 2026
INDRAMAYU – Ketegangan di pasar tradisional kembali menjadi sorotan utama menyusul laporan terbaru mengenai fluktuasi harga bahan pokok di wilayah Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Pada Kamis (23/7/2026), suasana pagi yang biasanya ramai oleh transaksi jual beli dihiasi dengan aktivitas pengawasan ketat yang dilakukan oleh aparat kewilayahan. Serma Ahmad Sugito, anggota Koramil 1613/Terisi, turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring dan pengecekan harga sembako di Toko Dio Putra, Desa Rajasinga. Aksi ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai tersebut bukan sekadar rutinitas belaka. Serma Ahmad Sugito hadir untuk memastikan bahwa harga-harga kebutuhan sehari-hari tetap berada dalam batas wajar dan tidak ada permainan harga yang merugikan konsumen. Kehadirannya di Toko Dio Putra disambut baik oleh para pedagang maupun pembeli, yang merasa lebih tenang dengan adanya pengawasan dari pihak berwenang. Dalam laporannya, Serma Ahmad mencatat secara rinci daftar harga sembilan bahan pokok (sembako) yang beredar di pasaran saat itu, memberikan gambaran jelas tentang daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi terkini.
Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, terungkap bahwa harga beras masih bertengger di angka Rp13.000 per kilogram. Angka ini relatif stabil dibandingkan komoditas lainnya. Namun, kejutan justru datang dari sektor minyak goreng (migor) yang dijual seharga Rp16.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam tercatat sebesar Rp30.000 per kilogram, sebuah angka yang masih bisa diterima oleh sebagian besar lapisan masyarakat menengah ke bawah.
Yang paling menyita perhatian adalah lonjakan harga pada kelompok bumbu dapur. Cabe rawit hijau terpantau dijual dengan harga fantastis, yakni Rp60.000 per kilogram. Angka ini jauh melampaui harga cabe merah yang "hanya" berada di kisaran Rp32.000 per kilogram. Kondisi ini tentu menjadi beban tambahan bagi ibu rumah tangga yang mengandalkan cabe sebagai penyedap utama masakan sehari-hari. Tak kalah mengejutkan, harga bawang merah dan bawang putih juga menunjukkan tren kenaikan signifikan. Bawang merah dibanderol seharga Rp36.000 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp38.000 per kilogram. Gula putih pun turut serta dalam gelombang kenaikan ini, dengan harga Rp18.000 per kilogram.
Di sektor protein hewani, daging ayam masih ditawarkan dengan harga yang cukup bersahabat, yaitu Rp35.000 per kilogram. Namun, berita terbesar datang dari harga daging sapi yang menembus angka psikologis Rp145.000 per kilogram. Harga setinggi ini tentu menjadi tantangan berat bagi masyarakat yang ingin mengonsumsi daging sapi, mengingat inflasi dan tekanan ekonomi lainnya. Data-data yang dikumpulkan oleh Serma Ahmad Sugito ini menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengambil langkah antisipatif guna mencegah gejolak harga yang lebih parah.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Toko Dio Putra dan sekitarnya terpantau aman dan lancar. Tidak ada gejolak atau protes dari masyarakat terkait harga yang terpampang. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga beberapa komoditas tergolong tinggi, masyarakat masih mampu beradaptasi dengan kondisi pasar saat ini. Serma Ahmad Sugito menekankan pentingnya transparansi harga dan ketersediaan stok agar tidak terjadi kelangkaan buatan yang dapat memicu kepanikan di kalangan pembeli.
Langkah proaktif Serma Ahmad Sugito ini mendapat apresiasi luas. Dengan hadirnya Babinsa dan anggota Koramil di pasar-pasar tradisional, diharapkan para pedagang akan lebih berhati-hati dalam menentukan harga dan tidak melakukan spekulasi. Monitoring rutin seperti ini menjadi benteng pertahanan pertama dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas sosial di wilayah Terisi.
Kisah Serma Ahmad Sugito di Desa Rajasinga ini mengingatkan kita semua bahwa stabilitas harga adalah kunci kesejahteraan rakyat. Dengan data yang akurat dan pengawasan yang disiplin, diharapkan kebijakan pengendalian inflasi dapat dijalankan lebih efektif. Masyarakat Indramayu kini menanti langkah konkret berikutnya dari pemerintah untuk menstabilkan harga cabe dan daging sapi yang terus meroket, sambil mengapresiasi kerja keras aparat TNI seperti Serma Ahmad Sugito yang tak lelah mengawal kepentingan rakyat kecil di tengah gempuran ekonomi global.
