HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gempur Ancaman Kebakaran Hutan! Babinsa Serma Sanudin dan Brigif 34/CB Soliditas Pelatihan MPA Desa Amis, Siap Siaga Hadapi Musim Kemarau


INDRAMAYU – Ketegangan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indramayu mulai terasa sejak dini. Pada Selasa (14/7/2026), pukul 13.00 WIB, suasana di Kantor Sekretariat Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Amis, Kecamatan Cikedung, dipenuhi oleh semangat juang para relawan lingkungan. Di bawah koordinasi ketat Serma Sanudin, Babinsa Desa Amis dari Koramil 1613/Terisi, dilaksanakan kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi anggota MPA. Kegiatan strategis ini menghadirkan narasumber ahli dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat serta dukungan penuh dari personel Brigif 34/Cikuda Berani, menunjukkan sinergi lintas sektor yang solid dalam menjaga kelestarian alam.

Kegiatan yang dihadiri oleh Irawan S., Kabid Pasdag Kehutanan MSI Provinsi Jabar beserta tiga anggotanya, ini menjadi momen krusial untuk menyegarkan kembali pengetahuan teknis penanganan kebakaran. Retno, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Cikedung, dan M. Yani, Ketua MPA Desa Amis, turut hadir bersama 20 anggota MPA yang antusias. Kehadiran Serda Sugiono beserta 10 anggota Brigif 34/CB menambah kekuatan operasional di lapangan, membuktikan bahwa TNI tidak hanya siap tempur melawan musuh negara, tetapi juga siap siaga melawan bencana alam.

Dalam sesi sosialisasi, Dinas Kehutanan Provinsi Jabar menekankan tiga poin vital yang harus menjadi pedoman utama masyarakat. Pertama, larangan keras membakar sampah atau sisa tanaman. "Sampah lebih baik dikubur daripada dibakar. Satu percikan api kecil bisa menjadi malapetaka besar jika angin kencang," tegas narasumber. Kedua, kewaspadaan terhadap aksi provokator atau orang tidak bertanggung jawab yang sering kali sengaja membakar lahan tebu atau semak belukar untuk kepentingan pribadi. Ketiga, pentingnya budaya "Siaga Api" sebelum kejadian berlangsung, bukan setelah asap mengepul.

Serma Sanudin, dalam peran pendampingannya, menegaskan bahwa Babinsa akan selalu bersinergi dengan MPA dalam patroli rutin. Ia mengajak warga untuk tidak ragu melaporkan adanya titik panas atau aktivitas mencurigakan di area perkebunan. "Kita adalah mata dan telinga di desa. Jika kita kompak, pembakar lahan akan berpikir dua kali untuk bertindak," ujarnya dengan nada tegas. Dukungan dari Brigif 34/CB melalui Serda Sugiono juga memberikan rasa aman tersendiri, karena mereka siap membantu pemadaman jika terjadi eskalasi kebakaran yang sulit ditangani oleh warga sipil.

Kegiatan berjalan dengan sangat lancar, aman, dan kondusif. Para peserta tampak serius menyimak materi tentang teknik memadamkan titik api awal hingga cara menangani api yang sudah membesar. Simulasi singkat dan diskusi interaktif membuat pemahaman mereka semakin matang. Dokumentasi kegiatan menunjukkan kekompakan antara aparat TNI, instansi kehutanan, dan masyarakat lokal.

Bagi Komandan Kodim 0616/Indramayu, laporan ini merupakan bukti nyata bahwa strategi pencegahan karhutla melalui pemberdayaan masyarakat telah berjalan efektif. Peran sentral Serma Sanudin dan Serda Sugiono dalam mengawal kegiatan ini menunjukkan profesionalisme jajarannya dalam tugas non-tempur. Dengan bekal ilmu yang memadai dan semangat gotong royong, Desa Amis diharapkan menjadi zona bebas kebakaran di musim kemarau tahun 2026 ini.

Ke depannya, kolaborasi antara MPA, Babinsa, dan Brigif 34/CB harus terus ditingkatkan frekuensi dan kualitasnya. Pencegahan adalah kunci utama; jangan menunggu api membesar baru bertindak. Mari kita jaga hutan dan lahan kita sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. Keberhasilan pelatihan di Desa Amis ini adalah langkah awal yang menjanjikan menuju Indramayu yang hijau, aman, dan lestari.
Posting Komentar