Gempur Jiwa Patriotisme Sejak Dini! Serma Ahmad Sugito Tanamkan Nilai Bela Negara di Tengah Ratusan Siswa SD IT Nusantara Terisi
Juli 14, 2026
INDRAMAYU – Suasana pagi yang cerah di Desa Kendayakan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada Selasa (14/7/2026), terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Sejak pukul 10.00 WIB, halaman SD IT Nusantara dipenuhi oleh semangat juang ratusan siswa baru yang siap menerima "suntikan" mentalitas kebangsaan. Dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sosok prajurit TNI dari Koramil 1613/Terisi, Serma Ahmad Sugito, tampil sebagai motor utama penggerak perubahan sikap bagi generasi muda penerus bangsa. Kehadirannya bukan sekadar untuk mengisi waktu kosong, melainkan sebuah misi strategis untuk membentengi para siswa cilik dari degradasi moral dan lunturnya rasa cinta tanah air di era digital.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.30 WIB ini disambut antusias oleh Kepala Sekolah SD IT Nusantara, Bapak M. Ridwan, S.Pd., beserta seluruh dewan guru. Mereka menyadari betapa krusialnya peran TNI dalam pendidikan karakter sejak dini. Di hadapan para siswa yang masih polos, Serma Ahmad Sugito tidak memberikan materi yang berat dan teoritis. Sebaliknya, ia menyampaikan konsep Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Bela Negara dengan bahasa yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan. Ia menekankan bahwa menjadi pahlawan di masa kini tidak harus mengangkat senjata, tetapi bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti rajin belajar, menghormati orang tua, menjaga kebersihan lingkungan, dan mencintai produk dalam negeri.
"Bela negara itu bukan hanya tugas tentara saat perang. Bagi kalian, pelajar SD, bela negara adalah dengan menjadi anak yang jujur, disiplin, dan berprestasi," ujar Serma Ahmad Sugito dengan nada hangat namun tegas. Pesan ini langsung mendapat respons positif dari para siswa, terlihat dari antusiasme mereka dalam setiap sesi tanya jawab. Banyak siswa yang awalnya malu-malu, akhirnya berani angkat tangan untuk bertanya tentang tugas-tugas TNI dan bagaimana cara mereka melindungi Indonesia.
Serma Ahmad Sugito juga menyisipkan materi tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman. Ia mengajarkan kepada siswa-siswa SD IT Nusantara bahwa meskipun mereka berasal dari latar belakang yang mungkin berbeda, mereka tetap satu keluarga besar bangsa Indonesia. Penanaman nilai-nilai toleransi dan gotong royong ini sangat penting untuk mencegah potensi konflik sosial di masa depan. Dengan pendekatan yang humanis dan edukatif, Serma Ahmad berhasil menciptakan suasana belajar yang kondusif, aman, dan penuh keceriaan.
Kehadiran Babinsa di sekolah-sekolah dasar seperti SD IT Nusantara merupakan bukti nyata komitmen Kodim 0616/Indramayu dalam mendukung program pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan hanya dari sisi intelektual, tetapi juga dari sisi karakter dan nasionalisme. Sinergi antara pihak sekolah yang diwakili oleh Bapak M. Ridwan dan jajaran Koramil 1613/Terisi ini menunjukkan model pendidikan holistik yang efektif. Guru memberikan ilmu akademik dan agama, sementara Babinsa melengkapi dengan kekuatan mental dan spiritual kebangsaan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau sangat aman dan lancar. Tidak ada insiden berarti, justru yang terlihat adalah wajah-wajah segar penuh determinasi dari para siswa. Dokumentasi kegiatan menunjukkan interaksi yang erat antara Serma Ahmad Sugito dengan para siswa, mencerminkan kedekatan TNI dengan rakyat bahkan sejak usia dini.
Peran sentral Serma Ahmad Sugito dalam acara ini patut diapresiasi tinggi. Ia berhasil membuktikan bahwa Babinsa bukan hanya penjaga wilayah, tetapi juga pendidik informal yang mampu membentuk tulang punggung bangsa di masa depan. Dengan bekal wawasan kebangsaan dan jiwa patriotisme yang ditanamkan hari ini, diharapkan para siswa SD IT Nusantara akan tumbuh menjadi remaja yang tangguh, berintegritas, dan siap membela negara sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.
Laporan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya pembinaan teritorial melalui jalur pendidikan memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. Dedikasi Serma Ahmad Sugito dalam melaksanakan tugas tambahan ini patut menjadi teladan bagi anggota lainnya. Semoga semangat yang ditularkan di Desa Kendayakan hari ini akan terus berkobar dalam diri setiap siswa SD IT Nusantara, melahirkan generasi emas yang bangga menjadi Indonesia. Ini adalah investasi terbaik untuk kedaulatan negara di masa depan, yang dimulai dari ruang kelas sekolah dasar.
