HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gerakan Preemptif Serka Sudono di Tanjakan! Sasar Tongkrongan Pemuda, Basmi Geng Motor dan Narkoba Sebelum Merajalela!


INDRAMAYU – Sebuah gebrakan preventif yang sangat strategis diluncurkan oleh Koramil 1610/Krangkeng di wilayah Desa Tanjakan. Pada Sabtu (25/7/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, Serka Sudono, Babinsa Desa Tanjakan, turun langsung ke Blok Panggangjero untuk melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) intensif dengan masyarakat, khususnya para tokoh pemuda dan remaja setempat. Langkah tegas ini diambil sebagai respons atas potensi gangguan keamanan yang sering kali bermula dari kenakalan remaja, peredaran narkoba, dan fenomena geng motor yang kian meresahkan.

Dalam forum dialog yang terbuka namun serius tersebut, Serka Sudono menyampaikan tujuh poin krusial yang menjadi fokus perhatian TNI dalam menjaga ketertiban wilayah. Poin pertama dan kedua menjadi sorotan utama: peningkatan patroli malam di tempat-tempat tongkrongan anak muda serta edukasi keras agar para remaja menolak bergabung dengan geng motor. "Geng motor bukan solusi, tapi masalah. Mereka merusak masa depan kalian dan menciptakan ketakutan di lingkungan sendiri," tegas Serka Sudono di hadapan para pemuda. Ia menekankan bahwa energi muda seharusnya disalurkan ke hal-hal positif, bukan kekerasan jalanan.

Selain itu, Serka Sudono juga mewaspadai ancaman laten berupa peredaran obat-obatan terlarang (narkoba) di lingkungan pergaulan remaja. Ia meminta para tokoh pemuda untuk menjadi agen perubahan yang aktif melaporkan setiap gerak-gerik mencurigakan atau gerombolan remaja yang berpotensi memicu tawuran melalui mekanisme Deteksi Dini dan Cegah Dini (Deni-Ceni). "Jangan diam saja jika melihat ada yang tidak beres. Laporkan kepada Babinsa. Kita tangani bersama sebelum terlambat," imbuhnya.

Namun, pendekatan Serka Sudono tidak hanya bersifat represif atau peringatan. Ia juga menyelaraskan isu keamanan dengan kebutuhan ekonomi warga. Dalam poin keenam, ia mengajak masyarakat untuk melakukan gotong royong pengiringan air (giring air) guna mempersiapkan lahan pertanian. Ini adalah strategi cerdas untuk mengalihkan fokus energi pemuda dari hal negatif menuju aktivitas produktif yang bermanfaat bagi ketahanan pangan desa. Selain itu, warga juga diingatkan untuk waspada terhadap cuaca ekstrem angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan jiwa dan properti.

Kegiatan Komsos di Blok Panggangjero ini berjalan dengan sangat tertib dan aman. Antusiasme para tokoh pemuda terlihat dari kesediaan mereka untuk berdiskusi dan berkomitmen menjaga lingkungan. Tidak ada resistensi atau ketegangan, karena Serka Sudono berhasil membangun komunikasi yang baik dan humanis. Dokumentasi kegiatan menunjukkan interaksi yang cair antara aparat TNI dan generasi muda Desa Tanjakan.

Langkah proaktif Serka Sudono ini patut diapresiasi sebagai model penanganan masalah sosial secara komprehensif. Dengan menggabungkan aspek keamanan (pemberantasan geng motor dan narkoba) dan aspek sosial-ekonomi (gotong royong pertanian), ia telah memberikan solusi holistik bagi warga Tanjakan. Jika pola ini terus dipertahankan, Desa Tanjakan berpotensi menjadi wilayah bebas dari kenakalan remaja dan konflik sosial, sekaligus menjadi lumbung padi yang produktif. Sinergi antara Babinsa dan pemuda adalah kunci emas menuju desa yang aman, damai, dan sejahtera.
Posting Komentar