HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gotong Royong Bangun Masa Depan! Babinsa Serma Sumadi Pimpin Pengecoran Jembatan Kali Mati di Lelea, Warga Tempel Kulon Bersatu Padu


INDRAMAYU – Semangat kegotongroyongan yang kian luntur di era modern tampaknya masih hidup subur di Desa Tempel Kulon, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Pada Sabtu pagi, 4 Juli 2026, tepatnya pukul 08.30 WIB, suasana di Blok Weru berubah menjadi hiruk-pikuk positif. Bukan karena keributan, melainkan karena adanya kegiatan strategis pembangunan infrastruktur desa: pengecoran jembatan Kali Mati. Di bawah koordinasi ketat Babinsa Koramil 1612/Lelea, Serma Sumadi, puluhan warga dan perangkat desa bahu-membahu mewujudkan impian mereka memiliki akses transportasi yang lebih aman dan layak.

Jembatan Kali Mati bukan sekadar struktur beton yang melintasi aliran air; ia adalah nadi perekonomian dan sosial bagi warga Blok Weru. Selama ini, kondisi jembatan yang mungkin kurang memadai sering menjadi hambatan bagi mobilitas warga, terutama saat musim hujan atau ketika membawa hasil panen. Oleh karena itu, kegiatan pengecoran ini disambut dengan antusiasme tinggi. Serma Sumadi, yang mewakili Danramil 1612/Lelea, turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses konstruksi berjalan sesuai standar teknis dan keamanan. Kehadirannya bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai motivator yang membangkitkan semangat kerja para relawan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kuwu (Kepala Desa) Tempel Kulon, Bapak Caryono, beserta jajaran pamong desanya. Kolaborasi antara unsur pemerintahan desa dan TNI AD terlihat sangat harmonis. Bapak Caryono memberikan arahan singkat kepada para pekerja dan masyarakat yang hadir, menekankan pentingnya kualitas pengerjaan agar jembatan dapat bertahan lama dan bermanfaat bagi generasi mendatang. "Ini adalah aset kita bersama. Mari kita kerjakan dengan sepenuh hati," ujarnya di tengah deru mesin molen dan suara adukan semen yang sedang dicampur.

Sebanyak 15 orang, yang terdiri dari pekerja profesional dan masyarakat setempat, terlibat aktif dalam proses pengecoran. Mereka bekerja dengan sistem shift dan pembagian tugas yang rapi. Ada yang bertugas mengaduk adonan beton, ada yang mengangkat ember berisi coran ke atas rangka jembatan, dan ada pula yang meratakan permukaan beton agar halus dan kuat. Keringat yang bercucuran di dahi mereka adalah bukti nyata cinta tanah air dalam bentuk yang paling sederhana namun berdampak besar. Tidak ada keluhan, hanya ada tawa dan canda yang mencairkan kelelahan fisik.

Serma Sumadi secara rutin memantau setiap tahap pengecoran. Ia memastikan campuran semen, pasir, dan kerikil memiliki komposisi yang tepat untuk menghasilkan beton bertulang yang kokoh. Ia juga mengingatkan para pekerja untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan kerja, mengingat aktivitas di atas struktur jembatan yang belum sepenuhnya kering mengandung risiko tertentu. "Keselamatan adalah prioritas utama. Kita ingin jembatan ini kuat, tapi kita juga ingin semua pekerja pulang dengan selamat ke keluarga masing-masing," tegas Serma Sumadi.

Selama kegiatan berlangsung dari pagi hingga selesai, situasi di lokasi proyek terpantau sangat aman dan tertib. Tidak ada gesekan antarwarga, tidak ada kendala teknis yang signifikan, dan seluruh proses berjalan lancar berkat komunikasi yang baik antara Babinsa, Kepala Desa, dan masyarakat. Suasana kondusif ini menunjukkan bahwa ketika pemimpin lokal dan aparat kewilayahan bersinergi, pembangunan dapat berjalan efektif tanpa hambatan sosial.

Pembangunan Jembatan Kali Mati di Blok Weru ini menjadi contoh konkret bagaimana program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) atau kegiatan sejenisnya dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat kecil. Jembatan ini akan memangkas waktu tempuh, memudahkan distribusi hasil pertanian, dan meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak sekolah di sekitarnya.

Bagi warga Tempel Kulon, kehadiran Serma Sumadi dan dukungan penuh dari Kodim 0616/Indramayu adalah sebuah kehormatan. Mereka merasa tidak ditinggalkan oleh negara. Melalui aksi nyata seperti ini, kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI semakin menguat. Jembatan Kali Mati nantinya tidak hanya akan menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antara TNI dan rakyat di tanah Lelea. Sebuah karya monumental yang dibangun dari keringat, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang tak pernah padam.
Posting Komentar