Guncang Kandanghaur! Sinergi TNI-Polri Membara: Kapolsek Bongas Iptu Fahrudin dan Babinsa Peltu Hermawan Satukan Visi Keamanan di Tengah Pertemuan Strategis
Juli 14, 2026
INDRAMAYU – Sebuah momentum bersejarah bagi stabilitas keamanan di Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, terjadi pada Selasa (14/7/2026). Tepat pukul 10.30 WIB, Markas Komando Rayon Militer (Makoramil) 1616/Kandanghaur kedatangan tamu istimewa yang membawa misi besar persatuan. Kapolsek Bongas, Iptu Fahrudin, S.H., bersama jajaran anggotanya, melaksanakan silaturahmi resmi ke Koramil 1616/Kandanghaur. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan sebuah deklarasi kuat tentang pentingnya sinergitas TNI dan Polri dalam menjaga ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah yang strategis tersebut.
Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci dari kedua institusi penegak hukum. Dari pihak Kepolisian, hadir Iptu Fahrudin, S.H. yang dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang tegas namun humanis. Sementara dari pihak TNI, pertemuan dipimpin langsung oleh Peltu Hermawan selaku Bintara Tinggi Urusan Teritorial (Batituud) Koramil 1616/Kandanghaur, didampingi oleh Sertu Misdar. Kehadiran Peltu Hermawan menjadi sorotan utama, mengingat perannya sebagai jembatan komunikasi antara militer dan sipil di tingkat kecamatan. Dinamika diskusi antara Iptu Fahrudin dan Peltu Hermawan menunjukkan kesepahaman visi untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga Bongas.
Yang membuat pertemuan ini semakin istimewa adalah kehadiran Bapak Wastra, seorang anggota Ormas Partisan Siliwangi. Keterlibatan elemen masyarakat dan ormas dalam forum silaturahmi TNI-Polri ini menandakan pendekatan keamanan yang komprehensif dan inklusif. Tidak hanya mengandalkan kekuatan aparatur negara, tetapi juga menggandeng potensi lokal dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mencegah gangguan keamanan. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama, di mana TNI, Polri, dan rakyat harus bergerak dalam satu irama.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan lancar tersebut, dibahas berbagai strategi untuk memperkuat hubungan humanis antara aparat dengan masyarakat. Iptu Fahrudin menekankan bahwa sinergitas TNI-Polri harus terlihat nyata di lapangan, bukan hanya di atas kertas. "Kita harus bersatu padu. Ketika ada masalah di Bongas, kita selesaikan bersama dengan kepala dingin dan hati yang terbuka," ujarnya. Respons positif datang dari Peltu Hermawan, yang berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi patroli gabungan dan pembinaan kesadaran hukum kepada warga.
Sertu Misdar, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, turut memberikan masukan mengenai kondisi teritorial di beberapa desa binaan. Ia menyoroti pentingnya peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai mata dan telinga di tingkat akar rumput. Dengan adanya komunikasi yang intensif seperti ini, potensi konflik dapat dideteksi sejak dini dan diselesaikan secara musyawarah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Kegiatan silaturahmi ini berjalan dengan sangat aman, tertib, dan penuh keakraban. Tidak ada gesekan atau ketegangan, justru yang tercipta adalah suasana kekeluargaan yang erat antara personel TNI dan Polri. Dokumentasi yang terlampir menunjukkan senyuman lebar dari para peserta, mencerminkan optimisme tinggi terhadap masa depan kamtibmas di Kecamatan Bongas.
Bagi Komandan Kodim 0616/Indramayu, laporan ini merupakan bukti nyata bahwa jajarannya di Koramil 1616/Kandanghaur aktif membangun kemitraan strategis. Peran sentral Peltu Hermawan dan Sertu Misdar dalam memfasilitasi pertemuan dengan Kapolsek Bongas menunjukkan profesionalisme dan dedikasi tinggi. Kolaborasi dengan Ormas Partisan Siliwangi melalui Bapak Wastra juga menambah kekuatan sosial dalam menjaga stabilitas wilayah.
Ke depannya, model sinergitas seperti ini diharapkan dapat menjadi standar operasional di seluruh wilayah Kodim 0616/Indramayu. Dengan tokoh-tokoh kunci seperti Iptu Fahrudin, Peltu Hermawan, dan dukungan elemen masyarakat, Kecamatan Bongas diprediksi akan menjadi wilayah percontohan dalam penanganan kamtibmas yang humanis dan efektif. Ini adalah kemenangan bersama bagi rasa aman rakyat, yang dimulai dari meja pertemuan sederhana namun bermakna besar di Makoramil 1616/Kandanghaur.
