Heboh! Harga Minyak Goreng Tembus Rp20 Ribu, Babinsa Serma Ahmad Sugito Gerak Cepat Cek Toko Okta di Terisi
Juli 05, 2026
INDRAMAYU – Ketegangan kembali menyelimuti pasar tradisional dan toko kelontong di wilayah Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Pada Minggu pagi (5/7/2026), warga dikejutkan dengan lonjakan harga sejumlah bahan pokok strategis yang dinilai cukup signifikan. Menyikapi keresahan masyarakat tersebut, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serma Ahmad Sugito, langsung turun ke lapangan untuk melakukan monitoring dan pengecekan harga secara mendadak di Toko Okta, Desa Jatimunggul.
Aksi cepat Serma Ahmad Sugito dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Kehadirannya di Toko Okta, yang menjadi salah satu pusat transaksi warga Desa Jatimunggul, disambut baik oleh para pedagang maupun pembeli. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi gejolak sosial akibat ketidakstabilan harga pangan yang kian fluktuatif. Serma Ahmad ingin memastikan bahwa tidak ada permainan harga atau penimbunan barang yang dilakukan oleh oknum tertentu yang dapat merugikan rakyat kecil.
Hasil pemantauan di lapangan mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan. Harga minyak goreng, komoditas yang paling sensitif bagi ibu rumah tangga, kini telah menembus angka Rp20.000 per kilogram. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan standar harga normal di periode sebelumnya, sehingga berpotensi menekan daya beli masyarakat secara drastis. Selain minyak goreng, harga gula putih juga mengalami kenaikan menjadi Rp18.000 per kilogram, menambah beban belanja harian warga.
Namun, ada kabar sedikit melegakan dari sektor protein hewani. Harga beras terpantau masih relatif terjangkau di angka Rp12.000 per kilogram, sebuah harga yang masih bisa dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah. Telur ayam juga tercatat stabil di harga Rp25.000 per kilogram, sementara daging ayam dijual seharga Rp35.000 per kilogram. Daging sapi, meski masih tergolong mahal, terpantau di angka Rp130.000 per kilogram, yang mana sedikit lebih rendah dibandingkan beberapa wilayah lain di Indramayu.
Situasi yang cukup menyorot perhatian adalah harga komoditas cabai dan bawang. Cabai rawit hijau dibanderol dengan harga fantastis Rp45.000 per kilogram, sementara cabai merah berada di angka Rp28.000 per kilogram. Untuk bumbu dapur lainnya, bawang merah dijual seharga Rp30.000 per kilogram dan bawang putih di angka Rp35.000 per kilogram. Kenaikan harga cabai ini tentu sangat berdampak pada industri kuliner rumahan dan warung makan kecil di wilayah Terisi.
Serma Ahmad Sugito dalam laporannya menegaskan bahwa selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Toko Okta dan sekitarnya terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan adanya aksi protes atau kepanikan massal dari warga. "Kami terus berkoordinasi dengan pedagang untuk menjaga ketersediaan stok dan kewajaran harga. Jika ada indikasi pelanggaran, kami akan segera mengambil langkah koordinasi dengan pihak terkait," tegas Serma Ahmad.
Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat ini memberikan rasa aman tersendiri. Warga merasa dihargai dan dilindungi oleh aparat kewilayahan. Serma Ahmad juga mengimbau kepada seluruh pedagang di wilayah Koramil 1613/Terisi untuk tetap mematuhi aturan harga eceran tertinggi (HET) jika berlaku, serta tidak memanfaatkan momen kelangkaan untuk menaikkan harga secara sepihak.
Pihak Koramil 1613/Terisi berkomitmen untuk terus intensif melakukan patroli harga di berbagai titik pasar dan toko sembako. Monitoring rutin ini diharapkan dapat menjadi early warning system bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan stabilisasi harga. Dengan sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan pelaku usaha, diharapkan stabilitas ekonomi di Kecamatan Terisi dapat tetap terjaga meskipun tekanan inflasi terus menghantui. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan melaporkan segala bentuk penyimpangan harga kepada Babinsa terdekat.
