HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Heboh Pasar Terisi! Babinsa Serda Seoulistiyo Setiawan Ungkap Fakta Harga Sembako: Minyak Goreng Tembus Rp20 Ribu, Cabe Rawit Melonjak Drastis!


INDRAMAYU – Gelombang ketidakpastian harga bahan pokok kembali menghantui warga Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Pada Selasa (14/7/2026), sejak pukul 08.00 WIB, suasana di Kios Ana yang terletak di Blok Bojong, Desa Jatimulya, menjadi pusat perhatian setelah dilakukan inspeksi mendadak oleh anggota Koramil 1613/Terisi. Aksi monitoring ini dipimpin langsung oleh Serda Seoulistiyo Setiawan, seorang Bintara TNI yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap daya beli masyarakat kecil. Kehadirannya di tengah keramaian pasar tradisional bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk membongkar praktik permainan harga yang merugikan konsumen.

Dalam pantauan intensif yang dilakukan Serda Seoulistiyo Setiawan, terungkap sejumlah fakta mencengangkan mengenai fluktuasi harga sembilan bahan pokok (sembako). Sorotan utama tertuju pada harga minyak goreng curah/paket yang kini menembus angka Rp20.000 per kilogram. Angka ini tergolong tinggi dibandingkan rata-rata harga di wilayah lain, memicu kekhawatiran akan terjadinya inflasi lokal jika tidak segera ditangani. Selain itu, komoditas cabai rawit hijau juga mencatatkan lonjakan signifikan hingga mencapai Rp45.000 per kilogram. Kenaikan tajam pada bumbu dapur ini tentu berdampak langsung pada biaya operasional warung makan dan rumah tangga di Desa Jatimulya.

Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Serda Seoulistiyo Setiawan mencatat bahwa harga beras masih relatif terjangkau di angka Rp12.000 per kilogram, memberikan sedikit napas lega bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Komoditas protein hewani seperti daging ayam stabil di harga Rp35.000 per kilogram, sementara daging sapi terpantau lebih murah dibanding wilayah lain, yakni Rp130.000 per kilogram. Telur ayam juga terlihat stabil di kisaran Rp29.000 per kilogram. Untuk kebutuhan bumbu lainnya, gula putih tercatat di harga Rp18.000 per kilogram, cabe merah Rp28.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram, dan bawang putih Rp35.000 per kilogram. Data ini menunjukkan adanya disparitas harga yang perlu dikaji lebih lanjut oleh dinas terkait.

Tujuan dari kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Serda Seoulistiyo Setiawan ini sangat jelas: memastikan tidak ada praktik penimbunan barang, mencegah spekulasi harga yang tidak wajar, serta melindungi hak-hak konsumen. "Kami hadir di sini untuk menjadi mata dan telinga pemerintah di tingkat akar rumput. Jika ada pedagang yang memainkan harga secara curang, kami akan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mengambil tindakan," ujar Serda Seoulistiyo saat berbincang dengan pemilik Kios Ana. Sikap tegas namun humanis ini mendapat apresiasi dari para pedagang yang merasa diawasi sekaligus dilindungi dari persaingan tidak sehat.

Kegiatan yang berlangsung aman dan lancar ini menjadi bukti komitmen Kodim 0616/Indramayu dalam menjaga stabilitas ekonomi mikro. Peran Serda Seoulistiyo Setiawan sebagai ujung tombak Koramil 1613/Terisi sangat vital dalam mendeteksi dini gejolak pasar. Dengan data akurat yang dikumpulkan langsung dari lapangan, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan intervensi harga yang tepat sasaran, terutama untuk komoditas seperti minyak goreng dan cabai rawit yang sedang mengalami tekanan naik.

Masyarakat Terisi berharap agar pemantauan seperti ini tidak berhenti hanya sekali dua kali, melainkan menjadi agenda rutin yang transparan. Keberadaan Babinsa yang proaktif seperti Serda Seoulistiyo Setiawan memberikan rasa aman psikologis bagi warga bahwa ada pihak yang peduli terhadap kelangsungan hidup mereka di tengah gempuran ekonomi global. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan pelaku usaha di Kios Ana ini harus terus dijaga agar roda perekonomian di Desa Jatimulya tetap berputar stabil. Ini adalah bentuk nyata pengabdian TNI untuk rakyat, dimulai dari hal-hal sederhana seperti memastikan harga sembako tetap manusiawi dan adil bagi semua lapisan masyarakat.
Posting Komentar