Jaga Ketahanan Pangan, Babinsa Koptu Lukman Dampingi Petani Cikedung Basmi Gulma di Lahan Padi
Juli 22, 2026
INDRAMAYU – Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian dan ketahanan pangan nasional. Untuk memastikan hasil panen yang optimal, peran pendampingan dari aparat kewilayahan menjadi sangat krusial, terutama dalam membantu petani mengatasi gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT). Di Kabupaten Indramayu, upaya ini terus digalakkan melalui sinergi antara Babinsa dan kelompok tani setempat.
Pada Rabu, 22 Juni 2026, sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, suasana di persawahan Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, tampak ramai dengan aktivitas para petani. Di tengah hamparan hijau padi varietas Cibatu atau yang lebih dikenal sebagai "Kebo", Koptu Lukman, Babinsa Cikedung dari Koramil 1613/Terisi, terlihat aktif mendampingi anggota Poktan Muncul Tani. Kegiatan ini difokuskan pada pencabutan rumput liar atau gulma yang menjadi inang bagi hama penyakit padi, sebagai bagian dari monitoring intensif Musim Tanam (MT) II Tahun 2026.
Lokasi kegiatan bertempat di Blok Cidadap, Desa Cikedung, tepatnya di lahan milik Bapak Roni, seorang anggota aktif Poktan Muncul Tani. Kehadiran Koptu Lukman di tengah sawah bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan petani. Dengan turun langsung ke lapangan, Babinsa dapat memantau kondisi tanaman secara real-time dan memberikan motivasi kepada petani untuk tetap semangat merawat lahannya meski cuaca sering kali tidak menentu.
Pencabutan gulma merupakan tahapan kritis dalam budidaya padi. Rumput liar yang tumbuh di sela-sela tanaman padi tidak hanya menyerap nutrisi dan unsur hara yang seharusnya diserap oleh tanaman utama, tetapi juga dapat menjadi tempat persembunyian hama seperti wereng batang coklat atau tikus. Jika dibiarkan, keberadaan gulma dapat menekan pertumbuhan padi dan berpotensi menurunkan produktivitas panen secara signifikan. Oleh karena itu, tindakan preventif melalui penyiangan manual ini dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan herbisida kimia berlebihan.
Dalam laporannya kepada Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu, Koptu Lukman menjelaskan bahwa varietas Cibatu (Kebo) yang ditanam oleh Bapak Roni memiliki potensi hasil yang tinggi jika dirawat dengan baik. Varietas ini dikenal tahan terhadap beberapa jenis hama, namun tetap memerlukan perawatan intensif, terutama dalam pengendalian vegetasi pengganggu. Selama proses pencabutan rumput berlangsung, Koptu Lukman juga memberikan edukasi singkat mengenai teknik pemupukan berimbang dan pengelolaan air irigasi yang efektif untuk memaksimalkan pembuliran gabah.
"Kami senang didampingi oleh Bapak Babinsa. Selain membantu meringankan beban kerja, kehadiran beliau memberi kami semangat tambahan untuk menjaga kualitas tanaman kami," ungkap Bapak Roni saat ditemui di lokasi. Ungkapan serupa datang dari anggota Poktan Muncul Tani lainnya yang merasa terbantu dengan adanya pendampingan teknis dan moral dari aparat TNI.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lahan pertanian terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ada kendala berarti yang dihadapi selama proses penyiangan. Interaksi antara Babinsa dan petani berjalan harmonis, mencerminkan kedekatan TNI dengan rakyat dalam sektor agraria. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai bukti pelaksanaan tugas pendampingan pertanian yang menjadi salah satu prioritas Koramil 1613/Terisi.
Melalui giat seperti ini, Kodim 0616/Indramayu berharap dapat berkontribusi langsung dalam pencapaian target swasembada pangan nasional. Pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa seperti Koptu Lukman diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas padi di wilayah Cikedung. Sinergi antara pengetahuan lokal petani dan disiplin serta dukungan dari aparatur negara menjadi kunci sukses dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan serangan hama yang semakin kompleks.
Ke depan, monitoring akan terus dilanjutkan hingga masa panen tiba. Babinsa akan tetap siaga untuk membantu petani dalam proses pemanenan dan pascapanen, memastikan bahwa jerih payuh mereka membuahkan hasil yang maksimal dan menguntungkan. Langkah-langkah konkret ini membuktikan bahwa TNI hadir tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang peduli terhadap nasib petani dan ketahanan pangan bangsa.
