HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Jalin Sinergi Tiga Pilar, Koramil Gabuswetan dan Polsek Patroli Aliran Air SS untuk Sukseskan Musim Tanam II


INDRAMAYU – Guna memastikan kelancaran distribusi air irigasi bagi ribuan hektar sawah di wilayah Kecamatan Gabuswetan, jajaran Koramil 1617/Gabuswetan bersama Polsek Gabuswetan dan unsur perangkat desa melaksanakan patroli pengecekan aliran air atau yang dikenal dengan istilah "giring air". Kegiatan strategis ini berlangsung pada Senin malam (13/7/2026) pukul 20.00 WIB hingga selesai, menyusuri jalur aliran Sungai Ss (SS) Kandanghaur yang menjadi nadi kehidupan pertanian setempat.

Patroli ini difokuskan pada dua titik krusial, yaitu Pintu Air BKHR 12 di Desa Gabuskulon hingga perbatasan Babakan Jaya, serta Pintu Air BKHR 14 di Blok Saradan RT 01 RW 01, Gabuswetan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menjamin ketersediaan air yang memadai bagi pertumbuhan tanaman padi pada Masa Tanam (MT) II atau musim tanam Sadon. Dengan adanya pengawasan ketat, diharapkan tidak ada penyumbatan atau kebocoran yang dapat menghambat aliran air ke area persawahan petani.

Selain aspek teknis ketersediaan air, patroli ini juga memiliki misi sosial yang penting, yakni memastikan keadilan dalam pembagian air. Anggota Koramil dan Polsek memantau agar jadwal pergiliran air (rotasi) dipatuhi oleh semua pihak. Hal ini bertujuan agar hasil panen dapat merata dan manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh seluruh petani, tanpa ada pihak yang merasa dirugikan akibat kekurangan pasokan air.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci dan unsur keamanan. Kapolsek Gabuswetan, AKP H. Karnadi, S.H., turun langsung didampingi empat anggota polseknya untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi konflik antar-petani terkait pembagian air. Dari sisi TNI, tiga anggota Koramil 1617/Gabuswetan yang terdiri dari Serda Wikarnoto, Serda Yulianto, dan Kopka Eko Jati K. turut serta dalam patroli. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengamanan infrastruktur irigasi.

Sementara itu, dari unsur pemerintahan desa, Kuwu Gabuskulon, Bapak Deni Efrijaya, S.IP., bersama para bekel dan perangkat desa, termasuk Pamong Desa Kedung Dawa, ikut serta memantau kondisi lapangan. Turut hadir pula Raksa Bumi Gabuskulon, H. Candra, serta Petugas Pengamat Air (PPA) BKHR 12, Bapak Sunjaya, yang memberikan data teknis mengenai debit dan tekanan air di setiap pintu air yang dilewati.

Kolaborasi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Desa dalam kegiatan "giring air" ini terbukti efektif menciptakan suasana yang kondusif. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau tertib, aman, dan lancar. Tidak ada laporan gangguan atau sengketa air yang terjadi selama patroli malam tersebut. Para petani pun menyambut positif kehadiran aparat, karena mereka merasa lebih tenang mengetahui bahwa distribusi air diawasi secara ketat oleh pihak berwenang.

Dengan terjaganya stabilitas pasokan air irigasi di awal musim tanam II ini, diharapkan target produksi padi di Kecamatan Gabuswetan dapat tercapai optimal. Sinergi tiga pilar ini menjadi contoh bagus bagaimana koordinasi lintas sektor dapat menyelesaikan masalah klasik pertanian, seperti perebutan air, melalui pendekatan preventif dan pengawasan langsung di lapangan.
Posting Komentar