Koptu Apih Santosa Galang Solidaritas di Sumbermulya: Siaga Hadapi Ancaman Kemarau Panjang
Juli 08, 2026
INDRAMAYU – Ketegangan mulai terasa di balik langit cerah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Isu perubahan iklim yang tidak menentu dan potensi kemarau panjang menjadi bayangan menakutkan bagi masyarakat agraris. Namun, di tengah ketidakpastian cuaca tersebut, sebuah langkah strategis diambil oleh aparatur kewilayahan untuk memperkuat ketahanan desa. Pada Rabu (08/07/2026), Koptu Apih Santosa, Babinsa Desa Sumbermulya dari Koramil 1615/Hgl, menggelar pertemuan Komunikasi Sosial (Komsos) vital bersama para pemimpin lokal di Aula Desa Sumbermulya.
Pertemuan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah forum konsolidasi kekuatan dalam menghadapi tantangan alam yang kian ekstrem. Hadir dalam kesempatan penting tersebut adalah Lurah Sumbermulya, Bapak Aton Rasdiana, serta dua Kepala Dusun (Kasun) yang mewakili ujung tombak pemerintahan desa, yaitu Bapak Ali Alatas (Kasun Jatimulya) dan Bapak Edi R (Kasun Cinini). Kehadiran mereka menandakan urgensi topik yang dibahas: menjaga keamanan, ketertiban, dan kesiapan pangan serta air di tengah ancaman kekeringan.
Dalam sambutannya, Koptu Apih Santosa menekankan pentingnya sinergi antara unsur TNI, Polri, dan pemerintah desa. Ia menyampaikan pesan kunci bahwa stabilitas wilayah tidak bisa dicapai oleh satu pihak saja. "Apabila ada masalah dan kejadian apapun di masyarakat, segera laporkan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas," tegasnya. Pesan ini bertujuan untuk membangun sistem deteksi dini yang efektif. Dengan pelaporan yang cepat dan transparan, solusi terbaik dapat dirumuskan secara bersama-sama sebelum masalah kecil berkembang menjadi konflik sosial atau krisis kemanusiaan.
Namun, fokus utama diskusi kali ini tertuju pada antisipasi bencana alam, khususnya kekeringan. Mengingat pola cuaca yang semakin sulit diprediksi, Koptu Apih mengajak seluruh elemen desa untuk bersiap sedia. Ia menguraikan skenario mitigasi jika kemarau panjang benar-benar terjadi, termasuk pengelolaan sumber air bersih, distribusi bantuan, serta pengawasan terhadap potensi konflik perebutan sumber daya air antarwarga. Pendekatan preventif ini dinilai jauh lebih bijak daripada menunggu bencana datang baru bertindak.
Bapak Aton Rasdiana, selaku Lurah Sumbermulya, menyambut baik inisiatif Babinsa tersebut. Ia mengakui bahwa koordinasi dengan TNI dan Polri telah memberikan rasa aman tersendiri bagi warga. Sementara itu, Bapak Ali Alatas dan Bapak Edi R sebagai perwakilan dusun berkomitmen untuk menyosialisasikan hasil rapat ini hingga ke tingkat RT/RW. Mereka akan memastikan bahwa setiap warga memahami protokol pelaporan dan langkah-langkah penghematan air yang perlu dilakukan sejak dini.
Suasana pertemuan berlangsung hangat, demokratis, dan penuh semangat gotong royong. Tidak ada sekat hierarki yang kaku; semua peserta duduk setara untuk mencari titik temu demi kepentingan bersama. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau sangat aman dan kondusif, mencerminkan kematangan kepemimpinan desa Sumbermulya dalam mengelola dinamika sosial.
Kegiatan Komsos ini menjadi bukti nyata bahwa peran Babinsa seperti Koptu Apih Santosa melampaui tugas militer konvensional. Ia berfungsi sebagai jembatan penghubung, mediator konflik, dan mitra pembangunan bagi masyarakat. Di tengah ancaman perubahan iklim global, kehadiran sosok yang peduli dan proaktif seperti dirinya menjadi aset berharga bagi Desa Sumbermulya.
Melalui kolaborasi solid antara Koptu Apih, Lurah Aton, serta para Kasun, Desa Sumbermulya kini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Pesan yang disampaikan jelas: keamanan dan kesejahteraan adalah tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang terbuka dan aksi yang terkoordinasi, masyarakat Haurgeulis optimis dapat melewati masa kemarau dengan tetap tenang, produktif, dan bersatu padu. Laporan ini ditutup dengan harapan bahwa model kemitraan semacam ini dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Indramayu untuk menciptakan ketahanan wilayah yang menyeluruh.
