Koramil 1610/Krangkeng Turun Langsung Pantau Harga Sembako, Warga Srengseng Disuguhkan Realita Kenaikan Bawang dan Daging Sapi
Juli 10, 2026
INDRAMAYU – Stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi perhatian serius bagi jajaran TNI di wilayah Kabupaten Indramayu. Pada Jumat pagi (10/7/2026), suasana di Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, terlihat berbeda saat Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Muksin, melakukan inspeksi mendadak ke Warung "Eci". Kehadiran personel militer ini bukan untuk urusan keamanan konvensional, melainkan untuk memastikan bahwa harga sembako yang dijual kepada masyarakat tetap wajar dan terjangkau.
Kegiatan monitoring yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini mengungkap fakta menarik mengenai dinamika pasar tradisional di tingkat desa. Dari sepuluh komoditas strategis yang dipantau, terlihat adanya polarisasi harga yang cukup signifikan. Di satu sisi, bahan pokok utama seperti beras dan minyak goreng masih mampu bertahan di harga stabil. Beras kualitas standar masih bisa dibeli dengan harga Rp15.800 per kilogram, sementara minyak goreng dipatok di angka Rp16.000 per kilogram. Kestabilan ini menjadi kabar baik bagi ibu rumah tangga yang mengandalkan kedua komoditas tersebut sebagai menu harian.
Namun, kabar kurang menyenangkan datang dari kelompok protein dan bumbu dapur. Harga telur ayam tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp38.000 per kilogram, menyamai harga daging ayam yang juga bertahan di angka yang sama. Lonjakan lebih tajam terjadi pada harga daging sapi, yang kini telah menyentuh angka Rp150.000 per kilogram. Kondisi ini tentu memberikan tekanan tersendiri bagi daya beli masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar atau acara keagamaan yang biasanya meningkatkan konsumsi daging.
Sektor bumbu dapur juga tidak luput dari gejolak harga. Bawang merah, yang sering menjadi indikator inflasi bahan pangan, kini dijual seharga Rp48.000 per kilogram. Angka ini tergolong tinggi dan berpotensi mempengaruhi harga masakan di warung-warung makan sekitar. Hal serupa terjadi pada bawang putih yang dibanderol Rp42.000 per kilogram, gula pasir di harga Rp16.000 per kilogram, serta kacang kedelai yang naik menjadi Rp19.000 per kilogram. Hanya jagung yang masih relatif murah di angka Rp11.000 per kilogram.
Serka Muksin, yang memimpin langsung pemantauan tersebut, menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi konsumen. "Kami ingin memastikan tidak ada permainan harga atau penimbunan barang oleh oknum tertentu. Meskipun ada kenaikan, kami pastikan stok barang tersedia cukup," ujarnya dalam keterangan lapangan.
Kehadiran Babinsa di warung-warung kecil seperti Warung "Eci" dinilai sangat efektif sebagai mata dan telinga pemerintah di tingkat paling bawah. Dengan data real-time seperti ini, pihak terkait dapat segera mengambil langkah mitigasi jika terjadi kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak wajar. Hingga kegiatan selesai, situasi di Desa Srengseng terpantau kondusif, tanpa adanya protes atau ketegangan antara pedagang dan pembeli.
Langkah proaktif Koramil 1610/Krangkeng ini menjadi contoh nyata bagaimana TNI tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga peduli terhadap sendi-sendi ekonomi rakyat kecil. Dengan pengawasan yang ketat dan berkelanjutan, diharapkan stabilitas harga di Kecamatan Krangkeng dapat terjaga, sehingga kesejahteraan warga Desa Srengseng tetap terjamin di tengah fluktuasi pasar global maupun nasional.
