Koramil 1612/Lelea Dampingi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kunjungi Rumah Duka Korban Kecelakaan di Desa Cempeh
Juli 15, 2026
INDRAMAYU – Suasana haru dan duka menyelimuti Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, pada Selasa malam (14/7/2026). Tepat pukul 17.30 WIB, sebuah kunjungan kenegaraan yang penuh empati dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M. Ia datang langsung ke Blok Jemeti, RT 13/RW 04, untuk mengunjungi rumah duka keluarga korban kecelakaan beruntun yang terjadi di jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, pada Minggu (12/7/2026) lalu. Kehadiran orang nomor satu di Jabar ini membawa pesan kuat bahwa negara tidak pernah meninggalkan warganya di saat-saat paling sulit.
Kunjungan ini menjadi momen strategis yang menunjukkan kepedulian tinggi pemerintah provinsi terhadap keselamatan transportasi dan kesejahteraan korban bencana. Gubernur Dedi Mulyadi tidak datang sendiri; ia didampingi oleh jajaran Forkopimda Indramayu yang lengkap, termasuk Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., serta Camat Lelea Atang Suandi, S.STP., M.Si. Kehadiran Danramil 1612/Lelea Kapten Inf Sudiyanto dan Kapolsek Lelea Aiptu Rakmin juga menandakan sinergi TNI-Polri-Pemda yang solid dalam menangani dampak sosial dari insiden tersebut.
Dalam kunjungannya, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Dengan nada suara yang lembut namun tegas, ia menekankan pentingnya kesabaran dan ketabahan bagi mereka yang ditinggalkan. "Kami hadir bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai saudara yang turut merasakan kehilangan ini. Negara akan selalu membantu meringankan beban kalian," ujarnya sambil menyerahkan santunan secara simbolis. Bantuan finansial ini diharapkan dapat membantu keluarga korban menutupi biaya pengobatan dan pemakaman, serta menopang ekonomi keluarga yang tiba-tiba kehilangan tulang punggung.
Letkol Arm Tulus Widodo, selaku Dandim 0616/Indramayu, dalam kesempatan tersebut juga menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung upaya peningkatan keamanan jalan raya. Ia berkoordinasi dengan Kapolda dan Gubernur mengenai evaluasi titik rawan kecelakaan di jalur Pantura, khususnya di wilayah Lohbener dan Lelea. Sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah ini diharapkan dapat melahirkan solusi teknis, seperti penambahan rambu peringatan, perbaikan penerangan jalan, atau penegakan hukum yang lebih ketat terhadap pengemudi ugal-ugalan.
Kuwu Cempeh, Bapak Carkana, beserta seluruh pamong desa menyambut baik kehadiran Gubernur dan jajaran Forkopimda. Mereka merasa dihargai dan didengar keluh kesah warga desanya. Kehadiran tokoh-tokoh nasional dan daerah di tengah masyarakat kecil seperti di Blok Jemeti menciptakan rasa dekat antara pemimpin dan rakyat. Suasana kegiatan berlangsung sangat tertib, aman, dan kondusif, meski diwarnai oleh isak tangis keluarga korban yang terharu atas perhatian tersebut.
Bagi Komandan Kodim 0616/Indramayu, laporan ini merupakan bukti nyata bahwa TNI selalu hadir dalam setiap suka dan duka rakyat. Peran Letkol Arm Tulus Widodo dalam mendampingi Gubernur dan memberikan dukungan moral maupun logistik menunjukkan fungsi TNI sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Kunjungan ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih waspada dalam berlalu lintas, terutama di jalur padat seperti Pantura.
Ke depannya, diharapkan ada tindak lanjut konkret dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meminimalisir angka kecelakaan di wilayah Indramayu. Edukasi keselamatan berkendara, perbaikan infrastruktur, dan patroli rutin harus terus digencarkan. Semoga arwah para korban kecelakaan beruntun di Kiajaran Kulon diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk melanjutkan hidup. Ini adalah momen kemanusiaan yang mengingatkan kita semua akan betapa berharganya nyawa dan pentingnya solidaritas sosial.
