HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Malam Penuh Drama di Terisi! Danramil dan Warga Rajasinga Saksikan Inggris Hajar Norwegia, Kemanunggalan TNI-Rakyat Terbukti di Layar Lebar


INDRAMAYU – Di saat sebagian besar masyarakat masih terlelap dalam mimpi indahnya, sebuah gelora semangat justru membakar suasana di Desa Rajasinga, Blok Demang, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Tepat pada dini hari Minggu (12/7/2026), pukul 04.00 WIB, Aula sederhana di desa tersebut berubah menjadi stadion mini yang penuh emosi. Koramil 1613/Terisi, di bawah komando langsung Kapten Inf Asep Mulyana, menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) pertandingan babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026 antara Norwegia melawan Inggris. Event ini bukan sekadar hiburan, melainkan bukti nyata bahwa TNI hadir di tengah-tengah rakyat, bahkan di jam-jam paling sunyi sekalipun.

Kehadiran Kapten Inf Asep Mulyana bersama delapan orang anggota jajarannya memberikan nuansa khusus bagi sepuluh warga masyarakat yang hadir. Tidak ada jarak antara seragam loreng dan pakaian sipil. Mereka duduk berdampingan, mata tertuju ke layar, hati berdebar mengikuti setiap operan bola. Suasana kekeluargaan terasa begitu kental, menghilangkan sekat-sekat formalitas institusi militer. Ini adalah wujud konkret dari slogan "TNI Manunggal dengan Rakyat" yang selama ini sering digaungkan, kini dibuktikan dengan aksi nyata berbagi suka dan duka dalam sebuah pertandingan sepak bola bergengsi dunia.

Pertandingan antara Norwegia dan Inggris menyajikan tontonan berkualitas tinggi. Duel dua kekuatan Eropa ini berlangsung sengit hingga menit-menit akhir. Ketegangan memuncak ketika skor masih imbang, memaksa pertandingan masuk ke babak perpanjangan waktu. Di sinilah mental para pemain diuji, dan demikian pula dengan para penonton di Rajasinga. Sorak-sorai pecah ketika Inggris akhirnya berhasil mencetak gol penentu kemenangan. Dengan skor akhir 2-1, Inggris berhasil menundukkan Norwegia dan melaju gagah ke babak Semi Final Piala Dunia 2026.

Bagi warga Rajasinga, kemenangan Inggris mungkin adalah urusan favoritisme klub, tetapi bagi Koramil 1613/Terisi, momen ini adalah tentang membangun karakter bangsa. Melalui olahraga, nilai-nilai sportivitas, kerja keras, dan fair play ditanamkan secara halus kepada masyarakat. Kapten Asep Mulyana menekankan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menjaga kesehatan mental sosial masyarakat. Di tengah rutinitas hidup yang padat, adanya ruang untuk bersantai bersama aparat keamanan dapat mengurangi stres dan meningkatkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Koramil bukan hanya tempat untuk urusan militer atau keamanan, tetapi juga rumah kedua bagi masyarakat. Di sini, kita bisa tertawa bersama, tegang bersama, dan senang bersama," ungkap Kapten Asep di sela-sela pertandingan yang menegangkan tersebut. Kehadirannya bersama anggota lainnya juga berfungsi sebagai pengawas kondisi kamtibmas, memastikan bahwa euforia nobar tidak berujung pada hal-hal negatif seperti perjudian atau keributan antar pendukung.

Selama kegiatan berlangsung dari pukul 04.00 WIB hingga selesai, situasi di Desa Rajasinga terpantau sangat kondusif. Tidak ada insiden keamanan, tidak ada gesekan, dan semua peserta pulang dengan perasaan puas dan gembira. Kegiatan berakhir dalam keadaan tertib, aman, dan lancar. Dokumentasi kegiatan yang tertangkap kamera menunjukkan wajah-wajah cerah baik dari anggota TNI maupun warga, simbol harmoni yang terjaga dengan baik.

Laporan ini menjadi catatan positif bagi Dandim 0616/Indramayu, Kasdim, serta jajaran Pasiter dan Pasiintel. Inovasi pendekatan humanis melalui hobi populer seperti sepak bola terbukti efektif memperkuat ikatan emosional antara aparat dan warga. Keberhasilan Inggris lolos ke semi final mungkin akan menjadi berita utama media olahraga nasional, namun bagi warga Terisi, momen kebersamaan dengan Danramil mereka di pagi buta itu adalah kemenangan tersendiri. Sebuah kemenangan atas keterasingan, sebuah kemenangan persaudaraan, dan sebuah kemenangan bagi stabilitas sosial di wilayah Indramayu. Koramil 1613/Terisi telah memberikan contoh bagaimana militer modern harus adaptif, dekat, dan relevan dengan kebutuhan psikologis masyarakatnya.
Posting Komentar