HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

MPLS Megah di SMKN 1 Sukra: Sertu Muntaka dan Sertu Suharto Koramil 1614/Anjatan Gembleng 183 Siswa Baru, Tanamkan Jiwa Patriotisme dan Anti-Bullying yang Membara


INDRAMAYU – Halaman Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, bergetar oleh teriakan semangat dan langkah kaki yang seragam pada Jumat pagi, 17 Juli 2026. Pukul 08.00 WIB, sebanyak 183 siswa-siswi baru tampak berkumpul dengan penuh antusiasme untuk mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Namun, hari itu bukan hari biasa. Dua sosok prajurit TNI AD dari Koramil 1614/Anjatan, Sertu Muntaka dan Sertu Suharto (Babinsa Desa Sumur Adem Timur), hadir sebagai mentor utama untuk memberikan materi Wawasan Kebangsaan dan pembinaan karakter yang intensif. Kehadiran mereka mengubah suasana orientasi sekolah menjadi medan latihan mental dan ideologi yang penuh khidmat.

Sertu Muntaka dan Sertu Suharto tampil dengan wibawa khas militer, membawa misi penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga tangguh secara moral. Di hadapan ratusan wajah muda yang penuh harap, kedua Babinsa ini menekankan bahwa disiplin adalah kunci utama kesuksesan. "Kalian adalah masa depan bangsa. Tanpa disiplin dan karakter yang kuat, ilmu pengetahuan saja tidak akan cukup untuk membawa Indonesia bersaing di tingkat global," tegas Sertu Muntaka dalam pembukaan materinya. Pesan tersebut langsung menyambar hati para siswa, menciptakan atmosfer serius namun inspiratif.

Materi yang disampaikan dirancang secara komprehensif untuk menjawab tantangan zaman. Lima pilar utama menjadi fokus pembahasan: Wawasan Kebangsaan, kampanye tegas "Stop Bullying", Kedisiplinan tinggi, Pembentukan Mental dan Karakter, serta semangat Bela Negara. Sertu Suharto, yang dikenal dekat dengan masyarakat Desa Sumur Adem Timur, menyampaikan materi anti-perundungan dengan pendekatan yang sangat emosional. Ia mengajak siswa untuk saling menghargai perbedaan dan membangun persaudaraan, bukan permusuhan. "Sekolah adalah tempat kita belajar menjadi manusia seutuhnya. Menghina teman adalah tanda kelemahan, bukan kekuatan," ujarnya dengan nada tegas.

Kepala Sekolah SMKN 1 Sukra, Bapak Lufti Rizal, S.Pd., serta Ketua Panitia MPLS, Bapak Bily Ibrahim, S.Kom., menyambut positif kolaborasi strategis ini. Mereka menyadari bahwa pendidikan karakter membutuhkan figur teladan yang memiliki integritas tinggi seperti anggota TNI. "Kehadiran Sertu Muntaka dan Sertu Suharto memberikan warna baru dalam MPLS kami. Siswa-siswa kami membutuhkan suntikan semangat kebangsaan dan disiplin militer agar siap menghadapi dunia kerja yang keras," ungkap Lufti Rizal sambil memantau jalannya acara bersama para guru pendamping.

Para siswa terlihat sangat responsif terhadap materi yang diberikan. Sesi tanya jawab berlangsung hidup, dengan banyak siswa yang penasaran tentang cara menerapkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar. Sertu Muntaka dan Sertu Suharto menjawab dengan contoh-contoh konkret, seperti taat pada aturan lalu lintas, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghormati orang tua serta guru. Metode penyampaian yang interaktif membuat materi tidak terasa menggurui, melainkan memotivasi.

Kegiatan berlangsung dengan sangat aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Tidak ada insiden atau gangguan yang berarti, berkat koordinasi yang apik antara pihak sekolah, panitia, dan Koramil 1614/Anjatan. Sinergi antara institusi pendidikan vokasi dan aparat kewilayahan ini telah menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif bagi pembentukan karakter siswa.

Melalui kegiatan MPLS ini, Sertu Muntaka dan Sertu Suharto telah berhasil menanamkan benih-benih nasionalisme dan disiplin di hati 183 siswa baru SMKN 1 Sukra. Mereka bukan hanya memberikan materi, tetapi juga menjadi inspirasi hidup bagi para pelajar. Dengan bekal wawasan kebangsaan dan mental baja yang ditanamkan oleh dua Babinsa ini, generasi muda Sukra diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mencintai tanah air, menjunjung tinggi integritas, dan bebas dari budaya kekerasan. Ini adalah bukti nyata bahwa TNI selalu hadir di garda terdepan dalam membina potensi bangsa melalui jalur pendidikan.
Posting Komentar