Pantau Pasar Singakerta! Serka Tarkim Catat Kenaikan Harga Sembako, Telur dan Daging Sapi Melonjak di Tengah Stabilitas Beras
Juli 02, 2026
INDRAMAYU – Upaya menjaga stabilitas ekonomi tingkat dasar terus dilakukan oleh jajaran TNI melalui Babinsa. Pada Kamis pagi (2/7/2026), tepatnya pukul 08.30 WIB, Serka Tarkim dari Koramil 1610/Krangkeng melaksanakan kegiatan monitoring harga bahan pokok (sembako) di Pasar Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan barang dan memantau fluktuasi harga yang dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat setempat.
Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, terdapat dinamika harga yang bervariasi pada sepuluh komoditas utama. Kabar baiknya, harga beras dan minyak goreng masih terjaga stabil. Beras kualitas medium dipatok tetap di angka Rp15.800 per kilogram, sementara minyak goreng curah/kemasan standar bertahan di harga Rp16.000 per kilogram. Kestabilan dua komoditas strategis ini menjadi penopang utama agar inflasi tidak melonjak drastis, mengingat beras dan minyak adalah kebutuhan harian paling krusial bagi rumah tangga di Krangkeng.
Namun, situasi berbeda terlihat pada komoditas protein dan bumbu dapur. Harga telur ayam mengalami kenaikan menjadi Rp38.000 per kilogram, menyamai harga daging ayam potong yang juga stabil di angka Rp38.000 per kilogram. Kenaikan lebih signifikan terjadi pada daging sapi, yang kini dibanderol Rp150.000 per kilogram. Para pedagang daging sapi di Pasar Singakerta mengaku bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh pasokan hewan ternak dari daerah penghasil yang mulai menipis menjelang hari-hari besar keagamaan atau event tertentu, serta biaya transportasi yang meningkat.
Kelompok bumbu dapur juga mencatat tren kenaikan yang cukup meresahkan ibu rumah tangga. Harga gula pasir naik menjadi Rp16.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah melonjak tajam ke posisi Rp48.000 per kilogram, dan bawang putih mengikuti jejaknya di angka Rp42.000 per kilogram. Kacang kedelai sebagai bahan dasar tahu dan tempe juga ikut naik menjadi Rp19.000 per kilogram. Hanya jagung pipilan yang harganya tetap tenang di level Rp11.000 per kilogram, karena saat ini bukan musim puncak permintaan jagung untuk pakan ternak skala besar di wilayah tersebut.
Serka Tarkim dalam laporannya menyebutkan bahwa selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi pasar terpantau tertib dan aman. Tidak ada aksi penimbunan barang atau protes dari pembeli terkait kenaikan harga. Para pedagang tampak kooperatif dan transparan dalam menampilkan daftar harga terbaru mereka. "Kami akan terus memantau secara berkala. Jika ada indikasi kelangkaan atau kenaikan yang tidak wajar, kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan pihak Polsek Krangkeng," ujarnya.
Kehadiran Babinsa di pasar tradisional seperti Pasar Singakerta memberikan rasa aman bagi para pedagang dan pembeli. Dengan adanya pengawasan rutin, diharapkan distribusi sembako tetap lancar dan harga dapat dikendalikan sesuai mekanisme pasar yang wajar. Masyarakat Krangkeng diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja, membandingkan harga, dan melaporkan jika menemukan praktik jual-beli yang mencurigakan atau melanggar ketentuan harga eceran tertinggi (HET) jika berlaku. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan pelaku pasar menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi di tingkat kecamatan.
