Pantauan Babinsa Koramil Terisi: Harga Sembako Relatif Stabil, Minyak Goreng dan Bawang Putih Masih Tinggi
Juli 16, 2026
INDRAMAYU – Stabilitas harga kebutuhan pokok (sembako) menjadi indikator penting kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif. Menyikapi hal tersebut, Babinsa Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Serka Castra, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok di Kios Azmi, Blok Lungsalam, pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan barang dan memantau gejolak harga di tingkat pedagang eceran.
Berdasarkan hasil pantauan langsung Serka Castra di lapangan, sebagian besar komoditas strategis terpantau berada dalam kisaran harga yang relatif stabil dan masih dalam batas wajar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Namun, terdapat beberapa komoditas yang harganya masih cenderung tinggi dan memerlukan perhatian khusus agar tidak membebani daya beli masyarakat, khususnya menjelang hari-hari besar atau perubahan musim.
Komoditas beras, sebagai makanan pokok utama, tercatat dijual seharga Rp12.000 per kilogram. Harga ini dinilai cukup terjangkau dan stabil, memberikan kepastian bagi rumah tangga dalam mengalokasikan anggaran belanja bulanan. Sementara itu, harga daging ayam berada di angka Rp35.000 per kilogram dan telur ayam di level Rp29.000 per kilogram. Kedua komoditas protein hewani ini menunjukkan kestabilan pasokan dari para peternak lokal di wilayah Terisi.
Meski demikian, kenaikan atau posisi harga tinggi masih terlihat pada beberapa bahan bumbu dapur dan minyak goreng. Minyak goreng dipantau dijual seharga Rp20.000 per kilogram, sebuah angka yang masih dianggap cukup tinggi oleh sebagian konsumen dibandingkan periode sebelumnya. Hal serupa terjadi pada bawang putih yang dibanderol Rp35.000 per kilogram dan cabe rawit hijau yang mencapai Rp45.000 per kilogram. Harga cabe merah dan bawang merah masing-masing tercatat Rp28.000 dan Rp30.000 per kilogram, sementara gula pasir stabil di angka Rp18.000 per kilogram.
Untuk komoditas daging sapi, harga terpantau konsisten di level Rp130.000 per kilogram. Meskipun tergolong premium, harga ini sudah menjadi standar pasar saat ini akibat tingginya biaya perawatan ternak dan distribusi. Serka Castra dalam laporannya menyatakan bahwa selama proses monitoring berlangsung, situasi di Kios Azmi dan sekitarnya terpantau tertib dan aman. Para pedagang kooperatif dalam menampilkan daftar harga secara transparan, dan tidak ditemukan adanya praktik penimbunan barang atau spekulasi harga yang merugikan konsumen.
Kehadiran Babinsa di pasar tradisional dan kios-kios sembako bukan hanya untuk memantau harga, tetapi juga untuk membangun kepercayaan masyarakat bahwa aparat hadir untuk mengawal stabilitas ekonomi mikro. Data hasil monitoring ini selanjutnya akan dilaporkan kepada Komandan Distrik Militer (Dandim) 0616/Indramayu sebagai bahan evaluasi dan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Perdagangan setempat.
Langkah antisipatif diperlukan untuk mencegah lonjakan harga yang tiba-tiba, terutama pada komoditas seperti minyak goreng dan cabai yang rentan terhadap gangguan pasokan. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan pelaku pasar diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Masyarakat dihimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan memanfaatkan alternatif bahan pangan lokal yang harganya lebih terjangkau jika diperlukan.
Dengan pengawasan yang ketat dan komunikasi yang terbuka, diharapkan tekanan inflasi dapat diredam, sehingga kesejahteraan masyarakat Kecamatan Terisi tetap terjaga. Koramil 1613/Terisi berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan berkala guna memastikan ketahanan pangan di wilayah binaannya tetap kokoh di tengah tantangan ekonomi global.
