HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pantauan Babinsa Krangkeng: Harga Sembako Bergejolak, Telur dan Daging Melonjak


INDRAMAYU – Stabilitas harga kebutuhan pokok (sembako) menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah maupun aparat kewilayahan dalam menjaga daya beli masyarakat. Menyikapi dinamika pasar terkini, Babinsa Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Serka Sudono, melaksanakan kegiatan monitoring harga sembako di Pasar Singakerta pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk mendapatkan data riil mengenai fluktuasi harga komoditas strategis di tingkat pedagang eceran.

Berdasarkan hasil pantauan langsung Serka Sudono di lapangan, terjadi variasi pergerakan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditas utama. Dari sepuluh item barang yang dipantau, hanya beras dan minyak goreng yang menunjukkan tren stabil atau bahkan mengalami penurunan, sementara sebagian besar komoditas lainnya tercatat mengalami kenaikan harga. Kondisi ini tentu memerlukan perhatian khusus dari pihak terkait untuk memastikan tidak terjadi gejolak inflasi yang berlebihan di tingkat konsumen.

Komoditas beras, sebagai makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia, justru mencatatkan kabar baik. Harga beras per kilogram terpantau turun menjadi Rp12.000. Penurunan ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah. Sementara itu, harga minyak goreng tetap stabil di angka Rp17.000 per kilogram. Kestabilan dua komoditas ini menjadi penyangga penting agar daya beli masyarakat tidak terperosok terlalu dalam di tengah kenaikan harga bahan lainnya.

Namun, situasi berbeda terlihat pada komoditas protein hewani dan bahan bumbu dapur. Harga telur ayam tercatat naik menjadi Rp32.000 per kilogram, diikuti oleh daging ayam yang kini dijual seharga Rp36.000 per kilogram. Kenaikan yang lebih tajam terlihat pada daging sapi, yang harganya melonjak hingga Rp130.000 per kilogram. Lonjakan harga daging sapi ini dinilai cukup tinggi dan berpotensi mengurangi konsumsi protein hewani berkualitas bagi sebagian kalangan masyarakat jika tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan.

Selain protein, bahan pokok pelengkap masakan juga mengalami kenaikan serentak. Gula pasir naik menjadi Rp16.000 per kilogram, bawang merah menyentuh angka Rp40.000 per kilogram, dan bawang putih berada di level Rp42.000 per kilogram. Komoditas kacang kedelai juga ikut terdampak dengan harga Rp19.000 per kilogram, demikian pula jagung yang kini dibanderol Rp11.000 per kilogram. Kenaikan pada bumbu dapur seperti bawang merah dan putih serta gula pasir secara tidak langsung akan berdampak pada biaya produksi usaha kuliner kecil dan menengah di wilayah Krangkeng.

Serka Sudono dalam laporannya menyatakan bahwa selama proses monitoring berlangsung, situasi di Pasar Singakerta terpantau tertib dan aman. Para pedagang kooperatif dalam memberikan informasi harga terbaru, dan tidak ditemukan adanya aksi penimbunan barang atau praktik jual beli yang melanggar norma ketertiban umum. Kehadiran Babinsa di pasar tradisional bukan hanya untuk memantau harga, tetapi juga untuk membangun kepercayaan masyarakat bahwa aparat hadir untuk mengawal stabilitas ekonomi mikro di wilayah binaannya.

Data hasil monitoring ini selanjutnya akan dilaporkan kepada Komandan Distrik Militer (Dandim) 0616/Indramayu sebagai bahan evaluasi dan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Perdagangan setempat. Langkah antisipatif diperlukan untuk mencegah spekulasi harga yang dapat merugikan konsumen. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan pelaku pasar diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, sehingga kestabilan harga dapat segera pulih.

Masyarakat dihimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan memanfaatkan alternatif bahan pangan lokal yang harganya lebih terjangkau. Dengan pengawasan yang ketat dan komunikasi yang terbuka, diharapkan tekanan inflasi akibat kenaikan harga sembako dapat diredam, sehingga kesejahteraan masyarakat Kecamatan Krangkeng tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.
Posting Komentar