Serda Hadi Aryanto Ungkap Fakta Mengejutkan di Pasar Haurgeulis! Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu, Bawang Meroket, Warga Mengeluh Harga 'Cekik' Daya Beli
Juli 07, 2026
INDRAMAYU – Kabar kurang menyenangkan kembali datang dari pusat perekonomian Kecamatan Haurgeulis. Pada Selasa pagi (7/7/2026), Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Serda Hadi Aryanto, melaksanakan patroli rutin pemantauan harga sembako di Pasar Daerah Haurgeulis dan sejumlah toko grosir di sekitarnya. Hasil inspeksi mendadak ini mengonfirmasi kekhawatiran banyak pihak: inflasi lokal sedang terjadi, dengan lonjakan harga yang signifikan pada komoditas strategis seperti daging sapi dan bumbu dapur, sementara harga beras dan telur relatif masih bertahan.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dilakukan dengan cermat oleh Serda Hadi Aryanto. Ia berkeliling dari satu lapak ke lapak lain, mencatat setiap perubahan harga yang terpampang. Data yang dikumpulkan menunjukkan gambaran yang kontras. Di satu sisi, ada kabar baik bagi masyarakat kelas bawah: harga beras medium masih stabil di angka Rp13.500 per kilogram, jagung tetap terjangkau di Rp10.000 per kilogram, kedelai lokal di Rp8.000 per kilogram, serta telur ayam yang bertahan di harga Rp27.000 per kilogram. Stabilitas harga-harga pokok ini menjadi sedikit pelipur lara di tengah gempuran kenaikan harga lainnya.
Namun, euforia stabilitas harga beras langsung pupus ketika menilik harga protein hewani dan bahan pelengkap masakan. Harga daging sapi tercatat melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp150.000 per kilogram. Kenaikan ini tentu saja menjadi beban berat bagi warga Haurgeulis, terutama menjelang hari-hari besar atau acara adat yang biasanya membutuhkan konsumsi daging sapi. Tidak kalah mengejutkan, harga gula pasir kini dibanderol Rp20.000 per kilogram, dan minyak goreng berada di angka Rp19.000 per kilogram.
Yang paling membuat ibu rumah tangga geleng-geleng kepala adalah harga bumbu dasar. Bawang merah dan bawang putih, si kembar penggiat rasa masakan Indonesia, kini sama-sama dihargai Rp40.000 per kilogram. Kenaikan serentak pada kedua jenis bawang ini dipastikan akan berdampak domino pada kenaikan harga jajanan, makanan jadi, dan catering di wilayah Haurgeulis. Sementara itu, daging ayam masih bisa ditemukan di harga Rp32.000 per kilogram, menjadikannya alternatif protein yang lebih masuk akal dibandingkan daging sapi.
Serda Hadi Aryanto dalam laporannya kepada Dandim 0616/Indramayu menyebutkan bahwa meskipun terjadi fluktuasi harga, situasi keamanan di pasar dan toko-toko sembako terpantau aman dan tertib. Tidak ada protes keras atau gejolak dari pedagang maupun pembeli. Namun, ketenangan di permukaan tidak boleh menutupi jeritan hati para konsumen yang merasa daya belinya terus tergerus. Kehadiran Babinsa di pasar bukan hanya untuk mencatat angka, tetapi juga untuk mendengarkan keluhan langsung dari rakyat kecil.
Langkah proaktif Serda Hadi Aryanto ini patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan rakyat. Dengan data harga yang akurat dan real-time, pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah mitigasi. Apakah akan ada operasi pasar? Atau investigasi terhadap distributor yang memainkan harga? Warga Haurgeulis menunggu jawaban nyata, bukan sekadar janji.
Kenaikan harga daging sapi dan bumbu-bumbuan di Juli 2026 ini menjadi sinyal peringatan dini bagi stabilitas ekonomi lokal. Jika dibiarkan berlarut, dampaknya bisa merembet ke sektor lain. Aksi monitoring yang dilakukan oleh Koramil 1615/Haurgeulis melalui tangan dingin Serda Hadi Aryanto adalah langkah awal yang tepat. Kini, bola ada di tangan pemangku kebijakan daerah. Segera bertindak sebelum keluh kesah warga berubah menjadi keresahan sosial yang lebih luas. Rakyat Haurgeulis butuh kepastian harga yang adil, bukan sekadar angka-angka di atas kertas laporan.
