Serka Hasrul Ungkap Fakta di Pasar Haurgeulis: Daging Sapi Melonjak, Sembako Lain Stabil
Juli 08, 2026
INDRAMAYU – Suasana pagi yang cerah di Pasar Daerah Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (08/07/2026), menjadi saksi bisu dari upaya ketat aparatur negara dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat. Di tengah hiruk-pikuk transaksi jual beli, sosok Serka Hasrul, anggota Koramil 1615/Haurgeulis, terlihat sigap memantau setiap sudut pasar dan kios sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah misi krusial untuk memastikan daya beli masyarakat tidak tergerus oleh fluktuasi harga yang tak terkendali.
Kegiatan pemantauan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini menyasar berbagai titik strategis, mulai dari area pasar utama hingga toko-toko sembako grosir yang tersebar di sekitar wilayah tersebut. Langkah proaktif Babinsa ini mendapat apresiasi tersendiri, mengingat peran TNI dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga merupakan garda terdepan dalam menghadapi potensi gejolak ekonomi. Serka Hasrul bergerak metodis, mencatat setiap perubahan harga komoditas pokok yang menjadi kebutuhan harian ribuan warga Indramayu.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan gambaran yang cukup bervariasi. Sebagian besar komoditas pokok berhasil mempertahankan kestabilan harganya, sebuah kabar menggembirakan bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Beras medium, yang merupakan tulang punggung asupan kalori masyarakat, terpantau stabil di angka Rp 13.500 per kilogram. Demikian pula dengan minyak goreng, yang tetap bertengger di harga Rp 18.000 per kilogram. Kestabilan ini juga terlihat pada komoditas jagung lokal yang dijual seharga Rp 10.000 per kilogram, serta kedelai lokal yang masih terjangkau di kisaran Rp 8.000 per kilogram.
Gula pasir, sebagai pemanis utama dalam dapur Indonesia, juga tidak mengalami goncangan harga, tetap konsisten di level Rp 18.000 per kilogram. Telur ayam, sumber protein murah meriah, pun masih bisa diakses masyarakat dengan harga Rp 27.000 per kilogram. Daging ayam broiler pun masih relatif aman di angka Rp 34.000 per kilogram. Stabilitas harga-harga ini menunjukkan bahwa pasokan barang-barang tersebut di wilayah Haurgeulis masih terjaga dengan baik dan distribusi berjalan lancar tanpa hambatan signifikan.
Namun, catatan berbeda muncul ketika Soraka Hasrul menelisik harga daging sapi. Komoditas premium ini ternyata mengalami kenaikan harga yang cukup mencolok. Jika sebelumnya berada di level yang lebih rendah, kini daging sapi dipatok hingga Rp 150.000 per kilogram. Kenaikan ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat daging sapi adalah komoditas sensitif yang sering kali menjadi indikator inflasi bahan makanan. Selain itu, harga bawang merah dan bawang putih juga terpantau cukup tinggi, masing-masing di angka Rp 45.000 dan Rp 40.000 per kilogram, meskipun dalam laporan disebutkan sebagai harga yang berlaku saat itu tanpa label kenaikan drastis seperti daging sapi.
Serka Hasrul menegaskan bahwa situasi selama kegiatan pemantauan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ada gejolak atau protes dari pedagang maupun pembeli terkait harga yang terpantau. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun ada kenaikan pada sektor tertentu seperti daging sapi, masyarakat masih dapat menerima kondisi pasar saat ini dengan tenang.
Kehadiran Babinsa seperti Serka Hasrul di tengah pasar bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga tentang kehadiran negara yang memberi rasa aman dan kepastian. Dengan data harga yang transparan dan akurat seperti yang dilaporkan oleh Koramil 1615/Haurgeulis, pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah mitigasi yang tepat sasaran jika diperlukan. Masyarakat Haurgeulis kini memiliki gambaran jelas mengenai dinamika harga sembako mereka, berkat kerja keras aparat kewilayahan yang tak kenal lelah memantau denyut nadi perekonomian rakyat dari tingkat paling bawah.
Laporan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergitas antara unsur militer dan kehidupan sipil dalam hal pengawasan ekonomi mikro sangat vital. Ke depan, diharapkan pemantauan semacam ini terus dilakukan secara rutin agar stabilitas harga di Kabupaten Indramayu, khususnya di wilayah Haurgeulis, dapat senantiasa terjaga demi kesejahteraan bersama.
