Serka Mugiono Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis Terjun Langsung Pantau Harga Sembako: Gula Naik, Bawang Merah Anjlok, Warga Dihimbau Tenang!
Juli 17, 2026
INDRAMAYU – Dinamika perekonomian di tingkat akar rumput kembali menjadi sorotan utama di Kecamatan Haurgeulis. Pada Jumat pagi, 17 Juli 2026, tepat pukul 08.30 WIB, suasana Pasar Daerah Haurgeulis di Desa Haurgeulis tampak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena ada acara hiburan, melainkan karena kehadiran sosok prajurit TNI AD yang dikenal tegas dan peduli rakyat, Serka Mugiono. Sebagai anggota Koramil 1615/Haurgeulis, ia turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan pemantauan harga bahan pokok (sembako) di berbagai kios dan toko, memastikan bahwa denyut nadi ekonomi masyarakat tetap stabil dan adil.
Kegiatan monitoring ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah aksi nyata untuk melindungi daya beli masyarakat dari gejolak pasar yang tidak menentu. Serka Mugiono berkeliling dari satu lapak ke lapak lainnya, mencatat dengan teliti setiap perubahan harga komoditas strategis. Ia berinteraksi langsung dengan para pedagang, menanyakan ketersediaan stok dan alasan di balik fluktuasi harga. Pendekatan humanis namun profesional yang ditunjukkan oleh Serka Mugiono membuat para pedagang merasa dihargai dan diawasi secara positif, bukan ditekan.
Berdasarkan hasil pantauan mendalam yang dilakukan Serka Mugiono, terpantau adanya pergerakan harga pada beberapa komoditas penting. Beras medium masih bertahan stabil di harga Rp13.000 per kilogram, begitu pula dengan minyak goreng yang tetap di angka Rp17.000 per kilogram. Jagung dan kedelai lokal juga tercatat stabil masing-masing di Rp13.000 dan Rp10.000 per kilogram. Namun, perhatian khusus tertuju pada harga gula pasir yang mengalami kenaikan tipis dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Kenaikan ini dipantau ketat untuk memastikan tidak terjadi spekulasi berlebihan.
Di sisi lain, kabar baik datang dari sektor bumbu dapur dan protein hewani. Harga bawang merah mengalami penurunan signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, sebuah tren positif yang meringankan beban belanja ibu rumah tangga. Bawang putih tetap stabil di harga Rp40.000 per kilogram. Untuk telur ayam, terlihat adanya kenaikan harga menjadi Rp32.000 per kilogram, sementara daging ayam justru mengalami penurunan harga dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Daging sapi tetap kokoh di harga Rp140.000 per kilogram. Data-data ini dikumpulkan Serka Mugiono sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan stabilisasi harga.
Tujuan utama dari aksi Serka Mugiono ini sangat jelas: mengawasi kestabilan harga, mencegah praktik penimbunan dan spekulasi yang merugikan, serta melindungi konsumen dari harga yang tidak wajar. Dengan hadirnya Babinsa di pasar, transparansi dan akuntabilitas perdagangan meningkat. Pedagang menjadi lebih berhati-hati dalam menentukan harga, dan masyarakat merasa lebih aman karena tahu ada pihak yang memantau kepentingan mereka.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Haurgeulis terpantau sangat aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada gejolak atau protes dari pedagang maupun pembeli. Kehadiran Serka Mugiono justru menciptakan suasana kepercayaan antara aparat, pedagang, dan konsumen. Ia menegaskan bahwa stabilitas ekonomi adalah kunci kesejahteraan sosial, dan TNI berkomitmen penuh untuk menjaganya hingga ke level paling bawah.
Melalui laporan ini, Serka Mugiono telah membuktikan bahwa peran Babinsa melampaui tugas keamanan fisik; ia juga menjadi penjaga stabilitas ekonomi mikro. Dengan data yang akurat dan sikap yang sigap, Koramil 1615/Haurgeulis di bawah komando lapangan Serka Mugiono terus berupaya memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat Haurgeulis terpenuhi dengan harga yang wajar. Ini adalah bentuk nyata cinta TNI kepada rakyat, di mana setiap rupiah yang dikeluarkan masyarakat dijaga nilainya demi kehidupan yang lebih layak.
