HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Serka Sudono Gempur Ancaman Gangster di Tanjakan: "Jangan Apatis, Segera Call Babinsa!"


INDRAMAYU – Ketegangan mengintai di balik ketenangan Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Menyikapi maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan aksi premanisme atau geng motor yang meresahkan di berbagai wilayah, Serka Sudono, Babinsa Desa Tanjakan dari Koramil 1610/Krangkeng, mengambil inisiatif tegas. Pada Rabu pagi (08/07/2026), tepat pukul 08.30 WIB, ia menggelar pertemuan strategis bersama perangkat desa di Aula Kantor Desa Tanjakan. Misi utamanya jelas: membangun benteng pertahanan sosial untuk mengantisipasi kerawanan keamanan yang kian mengkhawatirkan.

Dalam forum Komunikasi Sosial (Komsos) yang berlangsung intensif tersebut, Serka Sudono tidak sekadar memberikan imbauan biasa. Ia menyoroti fenomena apatisme atau sikap masa bodoh yang sering menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi. "Perangkat desa, Kadus, hingga RT/RW harus kooperatif dan peduli. Jangan ada lagi sikap acuh tak acuh terhadap lingkungan," tegasnya dengan nada serius. Pesan ini menjadi tamparan keras bagi siapa saja yang masih merasa urusan keamanan bukan tanggung jawab bersama. Serka Sudono menekankan bahwa keamanan adalah hasil dari kolaborasi aktif seluruh elemen masyarakat, bukan hanya tugas polisi atau TNI semata.

Strategi utama yang ditawarkan oleh Babinsa berjuluk "Deni Ceni" (Deteksi Dini dan Cegah Dini) ini menuntut kepekaan tinggi dari warga. Serka Sudono menginstruksikan agar setiap adanya orang asing atau aktivitas mencurigakan ("bangsit") di desa, segera dilaporkan. Ia juga membuka jalur komunikasi langsung dengan meminta warga untuk segera menghubungi Babinsa jika terjadi hal-hal yang menjanggal (haljol). Langkah ini bertujuan memangkas waktu respons terhadap potensi kejahatan sebelum mereka sempat melancarkan aksinya.

Salah satu poin krusial yang disoroti dalam rapat tersebut adalah peran pemuda. Serka Sudono menyadari bahwa geng motor sering kali merekrut anggotanya dari kalangan remaja yang kurang mendapat pengawasan dan bimbingan. Oleh karena itu, ia mendesak para perangkat desa untuk melakukan sosialisasi secara kontinyu kepada para pemuda. Tujuannya adalah mencegah mereka terbawa arus pergaulan negatif yang berujung pada tindakan kriminal. "Banyaknya kejadian Curanmor dan gangster di wilayah lain hendaknya menjadi pelajaran berharga. Kita harus menyikapinya secara serius dengan langkah antisipasi yang konkret," ujarnya mengingatkan.

Suasana di Aula Kantor Desa Tanjakan selama kegiatan berlangsung terpantau sangat kondusif dan aman. Para perangkat desa, termasuk Kepala Dusun dan perwakilan RT/RW, tampak serius mendengarkan paparan Serka Sudono. Mereka menyadari bahwa kelalaian kecil dapat berakibat fatal bagi ketertiban umum. Komitmen untuk tidak lagi bersikap apatis menjadi benang merah dari pertemuan pagi itu.

Kehadiran Serka Sudono di tengah-tengah masyarakat Tanjakan membuktikan bahwa TNI hadir bukan hanya sebagai kekuatan pertahanan negara, tetapi juga sebagai pelindung rasa aman warga di tingkat paling bawah. Melalui pendekatan humanis namun tegas, ia berhasil menggugah kesadaran kolektif untuk melawan ancaman kejahatan terorganisir maupun spontan.

Laporan ini menjadi bukti nyata upaya preventif yang dilakukan oleh Koramil 1610/Krangkeng. Dengan strategi Deteksi Dini dan Cegah Dini, serta keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, Desa Tanjakan berharap dapat menjadi zona bebas dari gangguan Curanmor dan aksi gangster. Masyarakat kini dihimbau untuk tetap waspada, saling menjaga, dan selalu berkoordinasi dengan Babinsa demi terciptanya lingkungan yang harmonis, aman, dan jauh dari tindak pidana. Sinergitas antara TNI dan warga adalah kunci utama keberhasilan misi keamanan ini.
Posting Komentar