HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sertu Kusno Wardhana Terobos Lahan Kertanegara: Aksi Pencabutan Garam Demi Panen Emas Petani Haurgeulis


INDRAMAYU – Di bawah terik matahari pagi yang mulai meninggi di Desa Kertanegara, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, sebuah pemandangan unik dan penuh dedikasi terlihat pada Rabu (08/07/2026). Sertu Kusno Wardhana, Babinsa setempat dari Koramil 1615/Haurgeulis, tidak tampak berdiri tegak dengan senjata di tangan. Sebaliknya, ia turun langsung ke lumpur sawah, bersimbah keringat, melaksanakan tugas mulia yang jarang disorot media: pendampingan pertanian melalui teknik pencabutan garam di areal persawahan warga binaannya.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini bukan sekadar formalitas kehadiran TNI di desa. Sertu Kusno memahami betul bahwa tulang punggung ekonomi masyarakat Haurgeulis adalah pertanian. Oleh karena itu, ia mengambil langkah konkret untuk memastikan setiap hektar tanah di Desa Kertanegara menghasilkan panen berkualitas tinggi. Teknik pencabutan garam yang dilakukannya merupakan metode tradisional namun efektif yang sering kali terlupakan oleh petani modern. Melalui aksi fisik ini, Sertu Kusno membantu petani dalam proses pengelolaan lahan yang bertujuan meningkatkan kesuburan tanah secara alami.

Tujuan dari kegiatan berat ini sangat jelas dan strategis. Pertama, untuk meningkatkan kesuburan tanah agar nutrisi yang diserap oleh tanaman padi menjadi maksimal. Kedua, memperbaiki mutu gabah sehingga hasil panen nanti memiliki kualitas premium yang bisa dijual dengan harga lebih baik di pasaran. Ketiga, sebagai bentuk pengendalian hama secara alami tanpa bergantung berlebihan pada pestisida kimia yang dapat merusak ekosistem jangka panjang. Dengan terlibat langsung, Sertu Kusno memberikan contoh nyata bahwa keberhasilan panen memerlukan kerja keras dan ketelitian, bukan hanya harapan.

Hadir mendampingi Sertu Kusno dalam kegiatan ini adalah para petani Desa Kertanegara yang antusias menerima bantuan dan bimbingan dari Babinsa mereka. Interaksi antara tentara dan petani di tengah sawah menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Tidak ada sekat pangkat atau status sosial; yang ada hanyalah semangat gotong royong untuk mencapai tujuan bersama, yaitu swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Para petani merasa dihargai dan didukung penuh oleh aparat negara, yang mendorong mereka untuk lebih bersemangat mengolah lahan mereka.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau sangat tertib, aman, dan lancar. Tidak ada kendala teknis maupun sosial yang menghambat proses pencabutan garam tersebut. Dokumentasi kegiatan yang terlampir dalam laporan menunjukkan keseriusan Sertu Kusno dalam menjalankan tugas pendampingan. Ia tidak hanya memerintah, tetapi juga memberi teladan. Sikap ini tentu mendapatkan respek tinggi dari masyarakat Desa Kertanegara, yang melihat Babinsa mereka sebagai mitra sejati dalam perjuangan memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Langkah proaktif Sertu Kusno Wardhana ini seharusnya menjadi inspirasi bagi babinsa lain di seluruh Indonesia. Di era di mana teknologi pertanian semakin canggih, sentuhan manusia dan kearifan lokal seperti pencabutan garam tetap memiliki tempat penting. Kehadiran TNI di sektor pertanian membuktikan bahwa pertahanan negara tidak hanya soal menjaga perbatasan, tetapi juga menjaga ketahanan pangan dari tingkat akar rumput.

Melalui keringat yang menetes di lahan Kertanegara, Sertu Kusno telah menanamkan nilai-nilai keteladanan dan kepedulian. Hasil dari upaya ini diharapkan akan terlihat saat masa panen tiba, berupa gabah-gabah berkualitas tinggi yang menjadi bukti nyata sinergi TNI-Rakyat. Desa Kertanegara kini memiliki harapan baru untuk meraih hasil panen melimpah, berkat tangan-tangan terampil dan hati yang tulus dari seorang Babinsa yang tak kenal lelah melayani rakyatnya.
Posting Komentar