Siaga Satu! Babinsa Serda Dodi Wijaya dan Kuwu Anton Wijaya Gerakkan Desa Baleraja Hadapi Ancaman Kebakaran Lahan di Puncak Musim Kemarau
Juli 03, 2026
INDRAMAYU – Ancaman kebakaran lahan dan pemukiman yang kian mengintai seiring dengan memuncaknya musim kemarau di Kabupaten Indramayu, mendapat respons cepat dan terstruktur dari aparat kewilayahan di Kecamatan Gantar. Pada Jumat (3/7/2026), Balai Desa Baleraja menjadi pusat komando strategis ketika Babinsa setempat, Serda Dodi Wijaya, bersama Kuwu Desa Baleraja, Bapak Anton Wijaya, S.Pd.I., menggelar Komunikasi Sosial (Komsos) intensif. Pertemuan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini bukan sekadar rapat koordinasi biasa, melainkan sebuah mobilisasi massa untuk membentuk "tameng hidup" guna mencegah bencana asap dan api yang dapat melumpuhkan aktivitas warga.
Kegiatan ini dihadiri oleh elemen kunci keamanan dan pemerintahan desa, termasuk Bripka Mahaden sebagai Bhabinkamtibmas Baleraja, Bapak Ade Tarja MP dari Kecamatan Gantar, serta seluruh Kepala Dusun (Kasun) dan Ketua RT/RW se-Desa Baleraja. Komposisi peserta yang lengkap ini menunjukkan bahwa penanganan risiko kebakaran tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi total antara TNI, Polri, Pemerintah Desa, hingga tingkat rukun tetangga yang paling ujung.
Serda Dodi Wijaya dalam paparannya menekankan pentingnya kewaspadaan dini. Ia mengingatkan bahwa titik-titik rawan kebakaran, seperti tumpukan jerami kering, semak belukar di pinggir jalan, hingga instalasi listrik yang sudah tua di pemukiman padat, harus segera dipetakan dan diamankan. "Musim kemarau adalah ujian bagi kita semua. Satu percikan api kecil akibat kelalaian membuang puntung rokok atau membakar sampah sembarangan, bisa menghabiskan ratusan hektar lahan dan puluhan rumah dalam hitungan jam," tegas Serda Dodi dengan nada serius namun mengajak.
Kuwu Desa Baleraja, Anton Wijaya, menyambut baik inisiatif Babinsa tersebut. Ia berkomitmen akan segera meneruskan himbauan ini kepada setiap kepala keluarga melalui grup WhatsApp warga dan pengumuman di masjid-masjid. "Kami akan mengaktifkan kembali regu siaga kebakaran di setiap dusun. Masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena selain ilegal, itu sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan," ujarnya. Dukungan dari pihak kecamatan melalui Bapak Ade Tarja MP juga memberikan jaminan bahwa bantuan alat pemadam sederhana dan pelatihan tanggap darurat akan difasilitasi jika diperlukan.
Bripka Mahaden menambahkan aspek penegakan hukum dan pengawasan. Ia meminta para RT/RW untuk lebih proaktif melaporkan aktivitas mencurigakan atau potensi bahaya di lingkungannya. Sinergi Tiga Pilar (Camat/Kecamatan, Danramil/Babinsa, Kapolsek/Bhabinkamtibmas) di level desa ini menciptakan sistem peringatan dini yang efektif. Dengan melibatkan Kasun dan RT/RW, informasi dapat mengalir cepat dari bawah ke atas, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api membesar.
Selama kegiatan Komsos berlangsung, suasana berjalan aman, lancar, dan penuh diskusi yang konstruktif. Para ketua RT/RW tampak antusias dan siap menjadi garda terdepan dalam sosialisasi pencegahan kebakaran. Mereka menyadari bahwa keselamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemadam kebakaran.
Langkah preventif yang diambil oleh Serda Dodi Wijaya dan Kuwu Anton Wijaya di Desa Baleraja ini patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indramayu. Dengan pendekatan humanis dan koordinasi yang solid, masyarakat tidak hanya dihimbau, tetapi juga diberdayakan untuk melindungi harta dan nyawa mereka sendiri. Semoga kesadaran tinggi warga Baleraja dalam menghadapi musim kemarau ini dapat menjaga wilayah tersebut tetap hijau, aman, dan bebas dari bencana kebakaran sepanjang tahun. (***)
