HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sinergi Perempuan Pelopor: Persit KCK Ranting 15 Anjatan Hadiri Pertemuan PKK Sukra, Bahas Isu Strategis Lingkungan dan Kesehatan


INDRAMAYU – Dalam upaya memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput, perwakilan Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVII Ranting 15 Koramil 1614/Anjatan hadir dalam Pertemuan Rutin Tim Penggerak Pemberdayaan Keluarga dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tingkat Kecamatan Sukra.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai ini bertempat di Aula Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.


Kehadiran Ny. Atep Nugraha dan Ny. Suharto, yang mewakili Ketua Persit KCK Ranting 15, menandakan komitmen kuat organisasi istri prajurit TNI untuk bersinergi dengan elemen masyarakat lainnya.

Mereka bergabung bersama sejumlah tokoh kunci daerah, termasuk Ketua TP PKK Kecamatan Sukra, Ibu Nike Sigit, beserta jajaran ibu-ibu PKK se-Kecamatan Sukra.

Turut hadir pula perwakilan dari Bhayangkari Kecamatan Sukra yang diwakili oleh Ny. Nova Atim, serta Ketua IWAPI Kecamatan Sukra, Ibu Hj. Titin.

Kehadiran para istri dari unsur TNI, Polri, dan organisasi perempuan sipil ini menunjukkan soliditas kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesejahteraan keluarga.

Selain unsur organisasi perempuan, pertemuan ini juga dihadiri oleh pejabat teknis pemerintah daerah yang relevan dengan pembahasan agenda. Hadir Kepala UPTD P2 KB P3A, Ibu Warohmatun, serta perwakilan Kepala Puskesmas Sukra, Ibu Hj. Bawon.

Kehadiran mereka memberikan perspektif teknis dan medis terhadap isu-isu yang dibahas, memastikan bahwa setiap solusi yang diambil berbasis data dan standar kesehatan yang berlaku.

Sekretaris TP PKK Kecamatan Sukra, Ibu Hj. Rengsih, dan Ketua TP PKK Desa Sumuradem, Ny. Hj. Dursinah, juga turut berpartisipasi aktif dalam forum tersebut.

Dalam pertemuan yang berjalan aman dan tertib ini, tiga isu strategis menjadi fokus utama pembahasan.

Pertama, diskusi mengenai penentuan arah kiblat. Hal ini menunjukkan kepedulian mendalam terhadap aspek spiritual dan keagamaan masyarakat, memastikan bahwa fasilitas ibadah atau orientasi rumah warga sesuai dengan syariat Islam.

Kedua, pencarian solusi komprehensif terkait masalah pembuangan sampah per desa. Isu lingkungan ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan estetika wilayah.

Para peserta berdiskusi mencari model pengelolaan sampah yang efektif, mulai dari pemilahan di sumber hingga pengolahan akhir, melibatkan peran aktif kader PKK di masing-masing desa.

Ketiga, pembahasan mengenai pencegahan kehamilan melalui metode Medis Operatif Wanita (MOW) dan Medis Operatif Pria (MOP). Topik ini disampaikan dengan pendekatan edukatif oleh pihak kesehatan setempat.

Sosialisasi tentang KB jangka panjang ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pasangan usia subur dalam merencanakan keluarga secara matang, sehingga dapat menekan angka kelahiran tidak terencana dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta anak.

Perwakilan Persit KCK dan Bhayangkari berperan penting dalam menyosialisasikan informasi ini kepada kelompok-kelompok dasawisma, mengingat kepercayaan tinggi masyarakat terhadap figur-figur tersebut.

Pertemuan rutin ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wadah strategis bagi para pemimpin perempuan di Kecamatan Sukra untuk menyelaraskan program kerja.

Sinergi antara TP PKK, Persit KCK, Bhayangkari, dan IWAPI, didukung oleh instansi teknis seperti Puskesmas dan UPTD KB, menciptakan ekosistem dukungan yang holistik bagi keluarga.

Dengan membahas isu dari arah kiblat hingga pengelolaan sampah dan kesehatan reproduksi, para peserta menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga mencakup aspek spiritual, lingkungan, dan biologis secara menyeluruh.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan organisasi masyarakat sipil dapat menghasilkan dampak positif yang nyata.

Peran Ny. Atep Nugraha dan Ny. Suharto sebagai wakil Persit KCK menegaskan bahwa istri prajurit tidak hanya berdiri di belakang, tetapi juga berada di garis depan dalam menggerakkan masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, bersih, dan religius.

Semoga hasil pertemuan ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk aksi nyata di masing-masing desa, demi terciptanya Kecamatan Sukra yang semakin maju dan sejahtera.***

Posting Komentar