HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Terisi Jadi Surga Belanja! Babinsa Serka Castra Temukan Harga Beras Termurah Se-Indramayu di Rp12 Ribu, Warga Plosokerep Bersyukur


INDRAMAYU – Kabar menggembirakan datang dari Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Di tengah gejolak harga pangan yang kerap membuat pusing kepala ibu rumah tangga di berbagai wilayah, Desa Plosokerep justru menjadi oase ketenangan ekonomi. Pada Sabtu pagi, 4 Juli 2026, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serka Castra, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok di Kios Azmi, Desa Plosokerep. Hasil temuan di lapangan menunjukkan angka-angka yang sangat bersahabat dengan kantong rakyat, bahkan jauh lebih murah dibandingkan rata-rata harga di kecamatan lain.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini mengungkap fakta mengejutkan: harga beras di Kios Azmi hanya dibanderol seharga Rp12.000 per kilogram. Angka ini merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan laporan harga dari wilayah Krangkeng (Rp13.000-Rp15.800) atau Haurgeulis (Rp13.000). Stabilitas harga beras di level Rp12.000 ini menjadi kabar baik bagi warga Plosokerep, memastikan bahwa kebutuhan pokok utama mereka tetap terjangkau tanpa harus mengorbankan pos pengeluaran lainnya.

Tidak hanya beras, komoditas protein hewani juga terpantau sangat stabil dan relatif murah. Daging sapi dijual seharga Rp130.000 per kilogram, angka yang cukup kompetitif dibandingkan wilayah tetangga seperti Haurgeulis (Rp140.000) atau Krangkeng (Rp150.000). Daging ayam potong juga ditawarkan dengan harga Rp35.000 per kilogram, sementara telur ayam berada di angka Rp29.000 per kilogram. Kombinasi harga protein yang terjangkau ini memungkinkan warga untuk memenuhi asupan gizi keluarga dengan lebih leluasa.

Di sektor bumbu dapur, terjadi variasi harga yang menarik. Cabe rawit hijau terpantau cukup tinggi di angka Rp45.000 per kilogram, namun cabe merah besar justru sangat murah, yaitu Rp28.000 per kilogram. Bawang merah dijual seharga Rp30.000 per kilogram, sedikit lebih murah dibandingkan temuan di Pasar Haurgeulis (Rp30.000-Rp35.000), sementara bawang putih dibanderol Rp35.000 per kilogram. Minyak goreng tercatat di harga Rp20.000 per kilogram, dan gula putih stabil di Rp18.000 per kilogram.

Serka Castra, yang memimpin langsung pemantauan tersebut, menyatakan kekagumannya terhadap stabilitas harga di wilayah binaannya. "Kami sangat bersyukur melihat harga-harga di Kios Azmi masih sangat manusiawi. Ini menunjukkan bahwa distribusi barang di Desa Plosokerep berjalan lancar dan tidak ada permainan harga yang merugikan warga," ujarnya. Ia juga berdialog dengan pemilik kios untuk memastikan pasokan tetap terjaga dan tidak ada kelangkaan mendadak.

Suasana selama kegiatan monitoring berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Interaksi antara Babinsa dengan pedagang terjalin harmonis, menciptakan rasa saling percaya. Warga Plosokerep menyambut positif kehadiran Serka Castra, karena hal ini memberikan jaminan bahwa harga di pasar mereka tetap dikawal oleh aparat.

Temuan di Desa Plosokerep ini menjadi bukti bahwa stabilitas ekonomi mikro sangat mungkin dicapai dengan pengawasan yang ketat dan distribusi yang efisien. Jika wilayah lain masih bergumul dengan kenaikan harga daging sapi atau bawang merah, Terisi justru berhasil menjaga harga tetap rendah. Langkah proaktif Koramil 1613/Terisi melalui Serka Castra ini layak diapresiasi sebagai bentuk nyata pengabdian TNI dalam menjaga kesejahteraan rakyat hingga ke tingkat desa. Warga kini berharap tren harga murah ini dapat bertahan lama dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Indramayu.
Posting Komentar