Terobosan Serka Sudono di Karangampel! 100 Meter Saluran Sipetung Dibersihkan, Air Mengalir Deras Selamatkan Sawah Desa Tanjakan dari Ancaman Kekeringan
Juli 07, 2026
INDRAMAYU – Di tengah terik matahari siang yang menyengat pada Selasa (7/7/2026), sebuah aksi kemanusiaan dan ketahanan pangan yang luar biasa terjadi di Gang 1, Kecamatan Karangampel. Serka Sudono, Babinsa Desa Tanjakan, Koramil 1610/Krangkeng, memimpin langsung operasi "bedah saluran" di Saluran Sekunder (SS) Sipetung SI3. Bersama puluhan warga, ia bergelut dengan lumpur dan sedimentasi yang selama ini menjadi momok bagi ribuan hektar sawah di wilayahnya. Karya bakti pengurasan sepanjang 100 meter ini bukan sekadar kerja fisik, melainkan sebuah misi penyelamatan air untuk Musim Tanam Gadu (MT2).
Masalah yang dihadapi petani Desa Tanjakan sangat krusial. Air irigasi dari sumber utama seringkali gagal mencapai areal persawahan mereka akibat pendangkalan parah dan tumpukan sedimentasi lumpur di SS Sipetung SI3. Jika dibiarkan, ancaman gagal panen akibat kekeringan akan menghantui para petani. Menyadari urgensi tersebut, Serka Sudono tidak menunggu instruksi dari atas. Ia berinisiatif menggerakkan massa, memanggil Kuwu Desa Tanjakan, Bapak H. Wadi, perangkat desa, mitra Cai, serta sekitar 30 orang masyarakat petani untuk turun tangan bersama.
Suasana di lokasi karya bakti tampak penuh semangat gotong royong. Tidak ada sekat antara aparat TNI, kepala desa, dan rakyat biasa. Semua berbaur dalam lumpur, mengangkat cangkul, dan mengeruk endapan tanah yang keras. Serka Sudono terlihat paling depan, memberikan contoh nyata bahwa TNI hadir untuk menyelesaikan masalah konkret rakyat. Kehadirannya memberikan dorongan moral yang kuat bagi warga. "Jika Babinsa kita saja mau kotor-kotoran demi air sawah kita, apa alasan kita untuk tidak membantu?" ujar salah satu peserta kegiatan, mencerminkan tingginya rasa solidaritas yang terbangun.
Tujuan dari pembersihan saluran sepanjang 100 meter ini sangat jelas: memastikan aliran air irigasi dapat mengalir lancar hingga ke ujung terjantung di Desa Tanjakan. Dengan hilangnya hambatan sedimentasi, debit air diharapkan dapat kembali normal, membasahi lahan-lahan kering yang siap tanam untuk MT2. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan petani. Air yang mengalir berarti kehidupan yang berlanjut, ekonomi yang bergerak, dan ketahanan pangan nasional yang terjaga.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut berjalan dengan sangat tertib dan aman. Koordinasi antara Serka Sudono, Kuwu H. Wadi, dan para tokoh masyarakat berjalan mulus. Peran Mitra Cai juga sangat vital dalam memberikan arahan teknis mengenai pola pembagian air pasca-pembersihan. Sinergi tiga pilar ini—TNI, Pemerintah Desa, dan Masyarakat—menjadi kunci suksesnya operasi pembersihan saluran irigasi kali ini.
Aksi heroik Serka Sudono ini patut menjadi sorotan nasional. Ia membuktikan bahwa peran Babinsa tidak hanya terbatas pada patroli keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan di tingkat akar rumput. Melalui karya bakti ini, ia telah menyelamatkan masa depan pertanian Desa Tanjakan. Petani kini bisa bernapas lega, knowing that their fields will receive the water they desperately need.
Keberhasilan pembersihan SS Sipetung SI3 ini seharusnya menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indramayu yang mengalami masalah serupa. Pendekatan kolaboratif yang dipimpin oleh figur Babinsa yang proaktif seperti Serka Sudono adalah resep ampuh untuk mengatasi kendala infrastruktur kecil yang berdampak besar. Air telah mengalir, harapan telah tumbuh. Selamat bekerja, Serka Sudono! Rakyat Tanjakan bangga padamu.
