Viral di Puskesmas Terisi! Serka F. Apik Ubah Ruang Tunggu Jadi Arena Edukasi, Babinsa Ini Sukses Gagalkan Ancaman DBD dan Banjir Lewat Pendekatan "Ibu-Ibu"
Juli 06, 2026
INDRAMAYU – Suasana pagi yang biasanya riuh oleh tangisan bayi atau keluhan pasien di Puskesmas Terisi, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, berubah menjadi suasana diskusi hangat dan penuh kesadaran pada Senin, 6 Juli 2026. Tepat pukul 08.00 WIB, seorang prajurit TNI dengan senyum ramah namun tatapan tegas memasuki area tunggu. Ia adalah Serka F. Apik, Babinsa Desa Rajasinga dari Koramil 1613/Terisi (dalam laporan tertulis 1614/Terisi), yang hadir bukan untuk urusan keamanan konvensional, melainkan untuk melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) strategis bersama para ibu-ibu yang sedang menunggu giliran pemasangan atau pelepasan alat kontrasepsi implan. Langkah cerdas Serka F. Apik ini berhasil mengubah momen rutin kesehatan menjadi gerakan masif pencegahan bencana dan penyakit.
Di tengah kerumunan ibu-ibu yang merupakan pilar utama kesehatan keluarga, Serka F. Apik tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa misi penting yang menyentuh aspek vital kehidupan masyarakat: kesehatan lingkungan dan ketertiban umum. Dengan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti, ia menyampaikan tujuh poin krusian yang langsung menyita perhatian para hadirin. Pertama, ia menekankan pentingnya sinergi tiga pilar keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia mengajak warga untuk selalu berkomunikasi aktif dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa setiap kali ada kegiatan di desa. "Kami bukan musuh, kami adalah mitra kalian. Jangan ragu lapor jika ada hal yang mencurigakan," ujarnya, disambut anggukan setuju dari para ibu.
Namun, sorotan utama dari Komsos ini adalah peringatan keras terkait bahaya lingkungan. Serka F. Apik dengan lantang menghimbau warga untuk berhenti membuang sampah di selokan, sungai, dan irigasi. Ia memaparkan data visual dampak buruknya: banjir yang melanda Kecamatan Terisi saat hujan deras atau kiriman air dari irigasi. "Sampai kapan kita ingin kaki kita terendam air kotor? Mulai hari ini, stop buang sampah sembarangan!" serunya dengan nada persuasif namun tegas. Himbauan ini langsung mendapat respons positif, mengingat banyak warga yang selama ini merasa resah dengan ancaman banjir tahunan.
Tidak berhenti di situ, Serka F. Apik juga mengangkat isu mematikan lainnya: Demam Berdarah Dengue (DBD). Mengingat sudah banyaknya korban akibat nyamuk Aedes aegypti, ia menginstruksikan warga untuk proaktif membersihkan genangan air, bak mandi, dan selokan di sekitar rumah. "Jangan tunggu sampai anak kita sakit baru kita bergerak. Jentik nyamuk ada di mana-mana, tugas kita adalah memutus rantai perkembangbiakannya," tegasnya sambil membagikan tips praktis 3M Plus. Pesan ini sangat relevan bagi para ibu yang menjadi garda terdepan kebersihan rumah tangga.
Selain isu lingkungan, Serka F. Apik juga menyelipkan agenda nasional: mensukseskan program presiden "Rakyat Semakin Sehat". Ia mendorong warga untuk antusias mengikuti setiap kegiatan kesehatan yang diadakan pemerintah, termasuk KB implan yang sedang mereka jalani saat itu. Menurutnya, partisipasi aktif dalam program kesehatan adalah bentuk cinta tanah air dan kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Terakhir, ia menutup sesi dengan penekanan pada kondusifitas keamanan. Ia meminta warga bersama perangkat desa untuk saling menjaga ketertiban di lingkungan RT/RW masing-masing. Keamanan bukan hanya tugas polisi atau TNI, tetapi hasil dari kewaspadaan kolektif seluruh masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan dengan sangat aman, lancar, dan kondusif. Para ibu-ibu tampak lebih sadar akan peran mereka dalam menjaga lingkungan dan keamanan. Dokumentasi kegiatan menunjukkan interaksi yang cair antara Serka F. Apik dan warga, membuktikan bahwa pendekatan humanis melalui kelompok sasaran yang tepat (ibu-ibu) sangat efektif dalam menyebarkan pesan-pesan positif.
Bagi Dandim 0616/Indramayu, aksi Serka F. Apik ini adalah contoh terbaik dari pembinaan wilayah yang inovatif. Ia tidak hanya menjaga batas desa, tetapi juga menjaga kesehatan dan kenyamanan warganya. Melalui Komsos di Puskesmas Terisi, Serka F. Apik telah menanamkan benih kesadaran yang akan tumbuh menjadi budaya hidup bersih dan aman di Desa Rajasinga dan sekitarnya. Sebuah gebrakan kecil yang dampaknya bisa menyelamatkan nyawa dan harta benda ribuan warga Indramayu.
