HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Waspada Geng Motor! Babinsa Serma Sarwika Galang Warga Sliyeg Lor Perkuat Siskamling di Jalur Rawan Blok Gempol


INDRAMAYU – Kecemasan warga terhadap aktivitas sekelompok pemuda atau yang kerap disebut "geng motor" di jalur penghubung antar desa akhirnya menemukan titik terang. Pada Minggu pagi (5/7/2026), suasana di Saung Kelompok Tani, Blok Gempol, Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, tampak serius namun penuh keakraban. Di sana, Babinsa Koramil 1607/Sliyeg Lor, Serma Sarwika, tengah menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) atau silaturahmi dengan sejumlah perwakilan warga setempat untuk membahas strategi pengamanan lingkungan yang lebih efektif.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dilatarbelakangi oleh keluhan masyarakat mengenai jalur di Blok Gempol yang sering dilalui oleh rombongan pengendara motor dengan kecepatan tinggi dan perilaku yang meresahkan. Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Sliyeg Lor menuju Desa Tugu, sehingga rawan menjadi tempat nongkrong atau ajang balap liar, terutama saat malam hari. Menyikapi hal tersebut, Serma Sarwita mengambil inisiatif untuk mengumpulkan elemen masyarakat guna mencari solusi bersama tanpa harus menunggu insiden yang lebih besar terjadi.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Serma Sarwika menekankan bahwa keamanan lingkungan bukan lagi sekadar tanggung jawab individu atau aparat semata, melainkan kebutuhan bersama yang menuntut partisipasi aktif seluruh warga. "Keamanan adalah hak kita semua. Jika kita ingin tidur nyenyak, maka kita harus bangun bersama-sama menjaga kampung," ujar Serma Sarwika membuka dialog. Ia mengajak warga untuk kembali menggiatkan sistem ronda malam atau siskamling sebagai benteng pertama pertahanan lingkungan dari gangguan eksternal.

Poin penting lainnya yang dibahas adalah pentingnya membangun rasa tanggung jawab kebersamaan melalui siskamling. Dengan adanya jadwal ronda yang teratur dan disiplin, diharapkan dapat menciptakan efek jera bagi pihak-pihak yang berniat buruk. Selain itu, Serma Sarwika juga menyoroti peran krusial orang tua dalam pengawasan anak-anak dan remaja di rumah. Mengingat saat ini sedang berada dalam masa libur sekolah, potensi kenakalan remaja di malam hari meningkat drastis.

"Kepedulian orang tua sangat dibutuhkan. Jika anak-anak belum pulang hingga pukul 21.00 WIB, orang tua wajib segera mengecek dan mengingatkan. Masa libur seperti ini sangat rawan jika tidak ada pengawasan ketat dari keluarga," tegas Serma Sarwika. Himbauan ini mendapat respons positif dari keempat perwakilan warga Blok Gempol yang hadir. Mereka menyadari bahwa kelalaian pengawasan di tingkat keluarga seringkali menjadi celah bagi masuknya pengaruh negatif pergaulan bebas.

Kegiatan silaturahmi ini berjalan dengan lancar dan aman hingga selesai pada pukul 10.00 WIB. Meski jumlah peserta yang hadir secara fisik terbatas, namun pesan yang disampaikan diharapkan dapat diteruskan kepada seluruh warga Blok Gempol melalui mekanisme pertemuan RT/RW atau grup komunikasi warga. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat ini membuktikan bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga peduli terhadap ketenangan hidup warga di tingkat paling bawah.

Dengan diperkuatnya komitmen warga untuk mengaktifkan kembali siskamling dan meningkatkan pengawasan orang tua, diharapkan frekuensi lintasan geng motor di jalur Blok Gempol dapat ditekan. Sinergi antara Babinsa Serma Sarwika dan warga Sliyeg Lor menjadi contoh nyata bagaimana masalah keamanan lokal dapat diselesaikan melalui pendekatan humanis dan gotong royong, demi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda dan kenyamanan seluruh masyarakat.
Posting Komentar