HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Waspada Inflasi di Krangkeng! Babinsa Koptu Budiarso Bongkar Kenaikan Harga Masif: Bawang Merah Tembus Rp 48 Ribu, Daging Sapi Melonjak ke Rp 150 Ribu!


INDRAMAYU – Kabar kurang menggembirakan datang dari wilayah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Rabu pagi (1/7/2026). Di tengah aktivitas perdagangan yang ramai di Pasar Desa Singakerta, seorang anggota TNI tampak serius mencatat setiap label harga yang terpampang di berbagai lapak. Ia adalah Koptu Budiarso, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, yang melakukan sidak mendadak untuk memonitor stabilitas harga sembako. Hasil temuannya mengejutkan: sebagian besar komoditas strategis mengalami kenaikan harga yang signifikan, memicu kekhawatiran akan daya beli masyarakat setempat.

Kegiatan monitoring yang dimulai pukul 08.30 WIB ini mengungkap fakta pahit bagi para konsumen. Berbeda dengan wilayah lain yang mungkin masih stabil, Pasar Singakerta mencatat lonjakan harga pada hampir seluruh bumbu dapur dan protein hewani. Sorotan utama tertuju pada harga bawang merah yang meroket hingga mencapai Rp 48.000 per kilogram. Angka ini tergolong sangat tinggi dan jauh di atas rata-rata harga nasional, sehingga dipastikan akan memberatkan anggaran belanja harian ibu rumah tangga. Tidak hanya bawang merah, bawang putih juga ikut terseret naik menjadi Rp 42.000 per kilogram. Kombinasi kenaikan kedua komoditas inti ini berpotensi menaikkan biaya produksi bagi pelaku usaha kuliner kecil di sekitar Krangkeng.

Kenaikan juga terjadi pada sektor protein. Daging sapi, yang sudah dikenal sebagai komoditas premium, kini harganya melambung ke angka Rp 150.000 per kilogram. Kenaikan ini menambah daftar panjang beban pengeluaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Selain itu, telur ayam potong juga dilaporkan mengalami kenaikan harga menjadi Rp 38.000 per kilogram, sejalan dengan harga daging ayam potong yang bertahan di angka sama, Rp 38.000 per kilogram. Meskipun harga daging ayam relatif lebih terjangkau dibandingkan sapi, kenaikan pada telur tetap menjadi catatan penting mengingat telur adalah sumber protein termurah yang paling banyak dikonsumsi rakyat.

Komoditas lain yang turut mengalami kenaikan adalah gula pasir dan kacang kedelai. Gula pasir kini dibanderol seharga Rp 16.000 per kilogram, sementara kedelai naik menjadi Rp 19.000 per kilogram. Kenaikan harga kedelai tentu saja berdampak langsung pada industri tahu dan tempe, makanan sehari-hari yang menjadi andalan masyarakat kelas menengah ke bawah. Jika harga bahan baku terus naik, dikhawatirkan harga jual tahu dan tempe di pasaran akan segera menyesuaikan, yang akhirnya kembali membebani konsumen akhir.

Di tengah gempuran kenaikan harga tersebut, ada beberapa komoditas yang masih bertahan di harga lama. Beras medium tetap dijual di angka Rp 15.800 per kilogram, minyak goreng stabil di Rp 16.000 per kilogram, dan jagung tetap murah di harga Rp 11.000 per kilogram. Stabilitas harga beras dan minyak goreng menjadi sedikit penyejuk di tengah panasnya isu inflasi pangan di wilayah Krangkeng. Namun, tingginya harga beras di angka Rp 15.800 sendiri sebenarnya sudah berada di batas atas kewajaran dibandingkan wilayah lain di Indramayu, sehingga perlu pengawasan ekstra agar tidak terjadi spekulasi lebih lanjut.

Koptu Budiarso dalam laporannya kepada Dandim 0616/Indramayu menegaskan bahwa meskipun terjadi kenaikan harga, situasi keamanan di pasar tetap tertib dan aman. Tidak ditemukan adanya aksi protes atau kerusuhan dari pembeli, namun ketegangan psikologis akibat mahalnya harga barang mulai terasa. Kehadiran Babinsa di pasar dinilai efektif untuk mencegah praktik penimbunan barang oleh oknum pedagang yang ingin mengambil keuntungan berlebih di momen kelangkaan pasokan.

Langkah tegas Koptu Budiarso ini merupakan respons cepat TNI terhadap dinamika ekonomi lokal. Dengan data akurat yang dikumpulkan, pemerintah daerah diharapkan dapat segera turun tangan, baik melalui operasi pasar murah maupun pengecekan distribusi barang dari pusat ke daerah. Masyarakat Krangkeng kini menantikan langkah konkret stabilisasi harga, khususnya untuk bawang merah dan daging sapi, agar roda perekonomian di Pasar Singakerta dapat berjalan sehat tanpa mencekik leher konsumen. Hingga laporan ini dibuat, monitoring terus dilakukan secara berkala untuk memastikan transparansi harga tetap terjaga.
Posting Komentar