Waspada! Pelda Eryana Ungkap Lonjakan Harga Bawang dan Telur di Pasar Terisi, Daging Sapi Masih Bertengger di Rp130 Ribu!
Juli 25, 2026
INDRAMAYU – Ketegangan kembali menyelimuti para ibu rumah tangga di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, menyusul temuan terbaru terkait fluktuasi harga bahan pokok. Pada Sabtu (25/7/2026), mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, Pelda Eryana, anggota Koramil 1613/Terisi, turun langsung ke Pasar Terisi, Desa Karangasem, untuk melaksanakan monitoring dan pengecekan harga kebutuhan strategis. Aksi nyata Babinsa ini menjadi sorotan utama warga yang semakin merasa tertekan dengan kenaikan harga sejumlah komoditas yang terus merangkak naik tanpa kendali jelas.
Kehadiran Pelda Eryana di pasar tradisional tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan upaya konkret TNI dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat. Dengan teliti, ia mencatat setiap harga yang terpampang di lapak-lapak pedagang. Hasil pantauannya menunjukkan gambaran yang cukup mengkhawatirkan bagi daya beli masyarakat menengah ke bawah. Beras sebagai makanan pokok utama masih berada di angka Rp13.000 per kilogram. Namun, kejutan terbesar datang dari sektor bumbu dapur dan protein hewani yang mengalami kenaikan signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Harga minyak goreng (migor) tercatat sebesar Rp17.000 per kilogram, sementara telur ayam melonjak menjadi Rp33.000 per kilogram. Jagung dijual seharga Rp10.000 per kilogram, dan gula pasir bertengger di angka Rp19.000 per kilogram. Kacang kedelai juga mengalami kenaikan menjadi Rp20.000 per kilogram. Yang paling menyakitkan hati warga adalah harga bawang merah yang meroket drastis hingga mencapai Rp44.000 per kilogram, diikuti oleh bawang putih di kisaran Rp40.000 per kilogram. Angka-angka fantastis ini tentu menjadi beban berat bagi anggaran belanja harian keluarga.
Di sisi lain, harga daging ayam dibanderol seharga Rp38.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi sedikit mengalami penurunan atau stabilisasi di angka Rp130.000 per kilogram, meski tetap tergolong tinggi bagi sebagian besar masyarakat. Data yang dikumpulkan oleh Pelda Eryana ini menjadi bukti otentik bahwa tekanan inflasi di tingkat akar rumput sangat terasa dan memerlukan perhatian serius serta intervensi cepat dari pemerintah daerah.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Pasar Terisi terpantau aman dan lancar. Tidak ada gejolak atau protes keras dari para pedagang maupun pembeli, meskipun keluhan lirih tentang mahalnya biaya hidup sering terdengar. Pelda Eryana berinteraksi secara humanis dengan para pedagang, memastikan bahwa tidak ada penimbunan barang atau permainan harga yang disengaja. "Kami hadir untuk memastikan keadilan harga bagi rakyat. Jika ada ketidakwajaran, kami akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait," tegasnya di sela-sela kegiatan.
Langkah proaktif Pelda Eryana ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat Terisi. Kehadiran Babinsa di pasar memberikan rasa aman dan keyakinan bahwa ada pihak yang peduli terhadap kesulitan mereka. Monitoring rutin seperti ini diharapkan dapat mencegah spekulasi harga yang lebih liar di masa mendatang.
Kini, bola panas berada di tangan pemangku kebijakan. Dengan data akurat dari lapangan yang dibawa oleh Pelda Eryana, diharapkan ada langkah intervensi pasar atau subsidi tepat sasaran untuk menstabilkan harga bawang dan telur. Masyarakat Indramayu menanti gebrakan nyata agar kantong mereka tidak semakin terkuras oleh kenaikan harga yang tak terbendung. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan pedagang adalah kunci untuk mengembalikan senyum di wajah para ibu rumah tangga di Pasar Terisi.
