Menggetarkan Jiwa! Peltu Wargana dan Kapolsek Rasita Pimpin Apel Kehormatan di TMP Anjatan, Ribuan Mata Berkaca-kaca Saksikan Momen Sakral Ini
Agustus 17, 2026
INDRAMAYU – Malam semakin larut, namun semangat kebangsaan justru memuncak di Taman Makam Pahlawan (TMP) Anjatan, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. Pada Minggu malam (16/8/2026), tepat pukul 22.30 WIB, suasana hening berubah menjadi khidmat saat puluhan anggota Koramil 1614/Anjatan bersama unsur Forkopimcam dan elemen masyarakat menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026, sebuah momen untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur demi kedaulatan bangsa.
Meskipun Danramil 1614/Anjatan berhalangan hadir secara langsung, ia diwakili oleh Peltu Wargana yang tampil penuh wibawa memimpin lima orang anggotanya. Kehadiran Peltu Wargana menjadi simbol keteguhan TNI dalam menjaga marwah para pahlawan. Berdiri tegap dengan seragam loreng lengkap, Peltu Wargana menunjukkan disiplin tinggi yang menular kepada seluruh peserta lainnya. Ia tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga bagian aktif dari prosesi sakral tersebut, membuktikan bahwa prajurit TNI selalu siap siaga dalam setiap momen kenegaraan.
Inspektur Upacara (Irup) dalam kegiatan malam itu dipercayakan kepada AKP Rasita, SH, Kapolsek Anjatan. Bersama enam anggota polseknya, Kapolsek Rasita tampil tegas namun penuh empati. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa keamanan dan ketertiban yang dinikmati warga Anjatan saat ini adalah buah dari pengorbanan para pendahulu. "Kita berdiri di atas bahu para raksasa. Tugas kita sekarang adalah menjaga warisan mereka agar tetap utuh," ujar Kapolsek Rasita dengan suara lantang yang memecah keheningan malam, disambut anggukan setuju dari seluruh hadirin.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat membuat acara ini terasa sangat merakyat dan inklusif. Camat Anjatan dan Sekretaris Camat (Sekmat) hadir memberikan dukungan penuh pemerintah daerah. Para Kuwu se-Kecamatan Anjatan juga turut serta, menunjukkan bahwa rasa nasionalisme tidak mengenal batas jabatan. Selain itu, kehadiran perwakilan organisasi pemuda dan masyarakat semakin mewarnai acara. Bapak Aceng dari Kwarcab Pramuka, Bapak Nana dari Pemuda Pancasila, Bapak Yasin dari Banser NU, Bapak Rasimin dari PGRI, serta Bapak Dodi dari Karang Taruna Anjatan Utara, semuanya berbaur dalam satu barisan persatuan.
Keberagaman latar belakang peserta, mulai dari pelajar, guru, tokoh agama, hingga pemuda desa, menunjukkan bahwa nilai-nilai kepahlawanan masih hidup subur di hati masyarakat Anjatan. Mereka datang bukan karena paksaan, melainkan karena kesadaran mendalam akan pentingnya menghargai sejarah. Suasana semakin haru ketika prosesi pengheningan cipta dimulai. Lilin-lilin dinyalakan, menerangi nisan-nisan pahlawan yang terbaring tenang. Doa-doa dilantunkan, meminta agar arwah para pahlawan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Selama kegiatan berlangsung dari pukul 22.30 WIB hingga selesai, situasi terpantau sangat aman, tertib, dan lancar. Tidak ada gangguan apapun yang terjadi, berkat koordinasi yang solid antara TNI, Polri, dan pihak terkait. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa sinergitas antar-instansi di Kecamatan Anjatan berjalan dengan sangat baik.
Koramil 1614/Anjatan dalam melaksanakan tugas pembinaan teritorial dan penanaman nilai kebangsaan. Melalui peran Peltu Wargana dan jajarannya, TNI berhasil mengawal jalannya upacara dengan sempurna. Diharapkan, semangat yang terbangun dalam Apel Kehormatan ini dapat terus membara dan menginspirasi seluruh warga Anjatan untuk terus berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan negara.
Malam itu, TMP Anjatan bukan lagi sekadar tempat peristirahatan terakhir, melainkan menjadi sekolah kehidupan bagi generasi muda untuk belajar tentang cinta tanah air, pengorbanan, dan persatuan.
