HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Progres Koramil 1618/Cikedung Tembus 74 Persen, Peltu Rudiyanto Kawal Pemasangan Patung Harimau dan Atap Megah yang Bikin Warga Terpana!


INDRAMAYU – Semangat pembangunan fisik di lingkungan militer Kabupaten Indramayu kembali menunjukkan taringnya. Di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, suasana pagi Senin (24/8/2026) dipenuhi dengan suara aktivitas konstruksi yang padat sejak pukul 08.00 WIB. Markas Komando Rayon Militer (Koramil) 1618/Cikedung kini tengah bertransformasi menjadi lebih megah, kokoh, dan estetis. Di bawah supervisi ketat Peltu Rudiyanto, Danpos Koramil 1613/Terisi, bersama satu anggota lainnya, puluhan tenaga kerja lokal bahu membahu menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan vital yang menargetkan penyelesaian berkualitas tinggi.

Kehadiran Peltu Rudiyanto di lokasi proyek bukan sekadar formalitas. Ia turun langsung memantau setiap detail pekerjaan, memastikan bahwa material yang digunakan sesuai standar dan teknik pengerjaan mengikuti spesifikasi teknis TNI. Dengan melibatkan 30 orang tukang dari masyarakat setempat, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pemberdayaan ekonomi warga sekitar. Sinergitas antara aparat TNI dan rakyat terlihat begitu kental, menciptakan suasana kerja yang solid, aman, dan penuh kekeluargaan.

Hingga akhir kegiatan hari ini, progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai angka fantastis, yakni 74 persen. Capaian ini menunjukkan akselerasi yang signifikan dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Fokus pekerjaan hari ini sangat beragam, mencakup aspek estetika, struktur, hingga utilitas bangunan yang menambah kesan gagah pada markas baru tersebut.

Salah satu sorotan utama yang paling menyita perhatian adalah pemasangan batu granit pada dinding dudukan Patung Harimau. Simbol kekuatan dan kewibawaan ini menjadi pusat perhatian visual di area depan koramil. Pemasangan granit dilakukan dengan presisi tinggi untuk memberikan kesan mewah dan tahan lama. Selain itu, tim tukang juga sibuk melakukan pemelesteran dinding luar bagian samping kanan dan belakang Koramil, serta pengacian dinding di Loby dan Ruang Joglo. Langkah-langkah finishing ini penting untuk mempersiapkan tahap pengecatan akhir yang akan membuat tampilan markas semakin bersih dan profesional.

Di bagian atap, pekerjaan struktur terus dikejar tanpa henti. Rangkaian kerangka atap dipasang dengan kokoh, diikuti oleh pemasangan genteng penutup yang akan melindungi seluruh isi markas dari cuaca ekstrem. Sementara itu, untuk memperkuat batas wilayah dan keamanan, dilakukan pemasangan kerangka slop bawah serta pengecoran slop atas pada pondasi pagar keliling Koramil. Pagar yang kokoh dan rapi ini nantinya akan menjadi benteng pertama keamanan fisik markas.

Tidak ketinggalan, instalasi listrik juga mendapat perhatian khusus. Pemasangan rangkaian kabel dan komponen kelistrikan sedang dikerjakan agar tata letak energi tertata rapi, aman dari gangguan, dan memenuhi standar keselamatan. Hal ini mencerminkan standar kualitas tinggi dalam pembangunan fasilitas militer modern.

Salah satu tukang senior, Pak Asep (45), mengaku bangga bisa terlibat dalam proyek strategis ini. "Kami senang bekerja di sini karena pembinaannya jelas. Pak Peltu Rudiyanto selalu mengingatkan soal keselamatan dan kualitas. Melihat patung harimau sudah mulai terpasang, kami jadi makin semangat menyelesaikannya," ujarnya sambil menyeka keringat.

Peltu Rudiyanto menegaskan bahwa target penyelesaian tepat waktu harus dikejar tanpa mengorbankan mutu. "Kita ingin Koramil 1618/Cikedung ini menjadi kebanggaan warga Cikedung Lor. Fasilitas yang baik akan mendukung kinerja anggota dalam melayani masyarakat," tegasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau sangat aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada hambatan teknis maupun gangguan keamanan. Dengan progres yang sudah melampaui 70 persen, diharapkan dalam waktu dekat Koramil 1618/Cikedung dapat segera beroperasi penuh dengan fasilitas yang lebih representatif, guna mendukung tugas-tugas pembinaan teritorial di wilayah Kecamatan Cikedung yang semakin dinamis.
Posting Komentar