HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Serka Sudono 'Gedor' Warga Banji, Peringatkan Bahaya Geng Motor dan Narkoba yang Mengancam Masa Depan Remaja Tanjakan!


INDRAMAYU – Suasana serius namun penuh kepedulian terasa di Blok Banji, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Senin siang (24/8/2026). Sejak pukul 10.00 WIB, kehadiran Babinsa Desa Tanjakan, Serka Sudono, dari Koramil 1610/Krangkeng, berhasil menyedot perhatian puluhan warga dan orang tua setempat. Dalam gelaran Komunikasi Sosial (Komsos) yang digelar secara intensif, sosok prajurit TNI ini tampil tegas menyampaikan peringatan keras terkait maraknya kenakalan remaja yang kian meresahkan dan berpotensi mengarah pada tindak kriminalitas.

Serka Sudono tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa data dan fakta lapangan mengenai meningkatnya aktivitas geng motor serta peredaran obat-obatan terlarang di kalangan pemuda. Dengan nada tegas namun tetap humanis, ia menekankan bahwa keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat keamanan. "Kita tidak boleh diam saja melihat anak-anak kita terseret dalam pergaulan bebas. Geng motor bukan soal gaya-gayaan, tapi pintu masuk menuju kriminalitas yang lebih besar," ungkap Serka Sudono di hadapan warga yang tampak serius mendengarkan.

Dalam kesempatan tersebut, Serka Sudono menyampaikan lima poin krusial yang menjadi fokus utama kegiatan Komsos. Pertama, ia mendesak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka. Di era digital dan kebebasan informasi saat ini, kontrol parental dinilai sangat vital untuk mencegah anak terjerumus dalam lingkaran pertemanan yang negatif.

Kedua, Serka Sudono memberikan edukasi langsung kepada para remaja yang hadir agar menolak ajakan bergabung dengan geng motor. Ia menjelaskan dampak jangka panjang dari aksi balap liar dan tawuran, mulai dari cedera fisik hingga ancaman hukuman pidana yang dapat merusak masa depan mereka.

Ketiga, pentingnya menjalin komunikasi yang baik antara orang tua dan anak ditekankan sebagai benteng pertahanan pertama. "Anak yang merasa didengar dan dipahami di rumah, cenderung tidak mencari pelarian di jalanan bersama kelompok yang salah," tambahnya.

Keempat, Serka Sudono mengajak masyarakat untuk aktif melakukan deteksi dini (Deni) dan cegah dini (Ceni). Warga diminta untuk segera melaporkan kepada Babinsa atau aparat desa jika melihat adanya gerombolan remaja yang mencurigakan, berkumpul di tempat sepi, atau menunjukkan potensi akan terjadinya tawuran. Langkah proaktif ini diharapkan dapat memadamkan api konflik sebelum membesar.

Kelima, peringatan keras diberikan terkait mewaspadai peredaran obat-obatan terlarang di lingkungan tongkrongan remaja. Serka Sudono mengingatkan bahwa narkoba adalah musuh bersama yang dapat menghancurkan generasi penerus bangsa.

Salah satu tokoh masyarakat Blok Banji, Bapak Haryanto (50), mengaku sangat apresiasi dengan langkah tegas Babinsa tersebut. "Kami selama ini memang khawatir dengan ulah sebagian remaja di sini. Sering ngebut malam-malam, bikin resah. Dengan adanya teguran dari Pak Tentara, kami jadi punya alasan kuat untuk menegur anak-anak tetangga," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau sangat tertib dan aman. Tidak ada gesekan atau penolakan dari warga, justru sebaliknya, banyak orang tua yang berterima kasih karena mendapat dukungan moral dan hukum dari pihak TNI dalam mengawasi putra-putri mereka.

Kegiatan Komsos yang dipimpin oleh Serka Sudono ini diharapkan dapat menjadi momentum bangkitnya peran serta masyarakat dalam menjaga kamtibmas di Desa Tanjakan. Dengan identifikasi masalah yang cepat dan tepat, serta partisipasi aktif dari elemen orang tua dan pemuda, diharapkan Blok Banji dapat menjadi contoh lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari pengaruh negatif geng motor serta narkoba. Sebuah langkah preventif yang nyata dari TNI untuk melindungi masa depan generasi muda Indramayu.
Posting Komentar