Anggota Koramil 1610 Krangkeng Peringati Warga Tanjakan, Waspadai Geng Motor dan Modus Penipuan Lowongan PT. SBL!
September 01, 2026
INDRAMAYU – Suasana siang yang terik di Blok Banji, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, tidak menyurutkan antusiasme warga untuk berkumpul pada Selasa (1/9/2026). Sejak pukul 09.00 WIB, kehadiran Serka Sudono, Babinsa Desa Tanjakan dari Koramil 1610/Krangkeng, langsung disambut hangat oleh masyarakat setempat. Dalam gelaran Komunikasi Sosial (Komsos) yang digelar di tengah permukiman penduduk, prajurit TNI ini membawa dua isu krusial yang sedang menjadi perbincangan hangat: maraknya kenakalan remaja dan mewabahnya modus penipuan berkedok rekrutmen tenaga kerja.
Kegiatan ini bukan sekadar formalitas administratif bagi Serka Sudono. Ia memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan monitoring wilayah secara preventif sekaligus memberikan edukasi kepada para orang tua dan tokoh masyarakat. Dengan pendekatan humanis, ia menyoroti fenomena aksi geng motor yang kian meresahkan dan berpotensi mengarah pada tindak kriminalitas yang lebih serius. "Kami hadir di sini sebagai sahabat dan pelindung. Jika ada masalah, sampaikan saja kepada kami. Lebih baik mencegah daripada mengobati," tegasnya sambil menekankan pentingnya peran aktif keluarga dalam mengawasi pergaulan anak-anak.
Namun, sorotan utama kali ini juga tertuju pada isu ekonomi yang merugikan warga. Serka Sudono secara khusus memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap adanya tindak pidana penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen tenaga kerja untuk PT. Sun Bright Lestari (PT. SBL). Modus ini biasanya melibatkan janji-janpi pekerjaan dengan gaji menggiurkan di luar negeri atau di kota besar, namun meminta korban membayar sejumlah uang untuk biaya administrasi atau pelatihan yang fiktif. "Jangan mudah tergiur janji manis. Pastikan perusahaan tersebut resmi dan memiliki izin yang jelas dari dinas terkait. Jangan sampai uang tabungan habis hanya karena tertipu lowongan palsu," imbuhnya dengan nada serius.
Para warga merespons positif kehadiran Babinsa mereka. Mereka merasa lebih aman dan diperhatikan ketika ada sosok aparat yang mau turun ke bawah, mendengarkan tanpa sekat jabatan. Melalui obrolan santai ini, Serka Sudono menyampaikan enam poin penting: pertama, meminta orang tua untuk lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anaknya; kedua, memberikan edukasi agar remaja tidak terjebak menjadi anggota geng motor; ketiga, membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak; keempat, menerapkan sistem Deni (Deteksi Dini) dan Ceni (Cegah Dini) serta segera melaporkan gerombolan remaja mencurigakan kepada Babinsa; kelima, mewaspadai peredaran obat-obatan terlarang di tempat tongkrongan remaja; dan keenam, tetap kritis terhadap setiap tawaran pekerjaan yang meminta imbalan uang di muka.
Salah satu tokoh masyarakat Blok Banji, Pak Ujang (55), mengaku sangat terbantu dengan arahan tersebut. "Alhamdulillah Pak Babinsa mau duduk sama kita. Ini menunjukkan bahwa TNI benar-benar dekat dengan rakyat. Peringatan soal penipuan PT. SBL itu sangat pas, karena kemarin ada tetangga saya yang hampir tertipu," ungkapnya dengan wajah berseri-seri.
Selama kegiatan berlangsung hingga selesai, situasi di Blok Banji terpantau sangat aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada gejolak atau ketegangan. Atmosfer kekeluargaan yang terjalin menunjukkan kematangan sosial masyarakat Tanjakan dalam menerima kehadiran aparat kewilayahan sebagai mitra, bukan sebagai pihak yang ditakuti.
Kegiatan Komsos yang dipimpin oleh Serka Sudono ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan teritorial tidak hanya dilakukan melalui patroli fisik, tetapi juga melalui pendekatan emosional dan sosial. Dengan melibatkan diri dalam kehidupan sehari-hari warga, Kodim 0616/Indramayu berhasil membangun sistem pertahanan semesta yang berbasis pada kepercayaan dan kebersamaan. Sebuah langkah strategis yang memastikan Desa Tanjakan tetap menjadi kawasan yang damai, solid, dan bebas dari gangguan keamanan akibat ulah segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab, baik berupa kenakalan remaja maupun kejahatan kerah putih.
