HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Anggota Koramil Haurgeulis Ungkap Kronologi Kebakaran Rumah Kosong di Desa Cipancuh, Diduga Akibat Puntung Rokok


INDRAMAYU – Sebuah insiden kebakaran kembali mengguncang warga di Kabupaten Indramayu. Kali ini, api melahap sebuah rumah kosong yang berlokasi di Blok Cipancuh, Desa Cipancuh, Kecamatan Haurgeulis. Peristiwa yang terjadi pada Senin (14/9/2026) sore tersebut berhasil dipadamkan berkat sigapnya warga sekitar dan tim pemadam kebakaran. Berdasarkan laporan awal dari anggota Koramil setempat kepada Dandim 0616/Indramayu, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kelalaian manusia, yakni membuang puntung rokok sembarangan.

Kronologi kejadian bermula ketika seorang warga bernama Ruri Mabnur Rianto (34) melihat asap tebal mengepul dari bagian belakang sebuah rumah kosong. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 18.00 WIB. Merasa curiga, Ruri segera mendekati lokasi sumber asap dari sisi samping kiri rumah. Ia tidak sendirian, ia dibantu oleh Hendi (42), seorang warga lain yang saat itu kebetulan sedang melintas dan berniat menuju masjid untuk menunaikan ibadah.

Setibanya di lokasi, keduanya terkejut menemukan bahwa suhunan kayu di area dapur rumah kosong tersebut sudah mulai terbakar. Api dengan cepat menjalar membakar struktur atap rumah yang terbuat dari bahan mudah terbakar. Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, Ruri dan Hendi segera berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

Respons warga pun sangat cepat. Dalam hitungan menit, sejumlah warga lainnya berdatangan ke lokasi kejadian. Dengan semangat gotong royong, mereka berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya yang tersedia, seperti ember berisi air dan alat-alat sederhana lainnya. Namun, karena intensitas api yang cukup besar dan material bangunan yang kering, upaya pemadaman mandiri warga belum mampu menghentikan laju api sepenuhnya.

Sekitar pukul 18.20 WIB, atau dua puluh menit setelah api pertama kali terlihat, satu unit mobil Damkar tiba di lokasi. Kedatangan tim profesional ini langsung disambut lega oleh warga. Tim Damkar kemudian mengambil alih proses pemadaman dengan menggunakan selang bertekanan tinggi. Dengan koordinasi yang baik antara petugas damkar dan warga yang terus membantu menyuplai air serta mengamankan area, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah proses berlangsung selama kurang lebih 20 menit pasca-kedatangan damkar.

Pemilik rumah yang menjadi korban dalam peristiwa ini adalah Nur Janah. Wanita tersebut beralamat di Blok Lonyod, RT.017 RW.006, Desa Wanguk, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. Meskipun rumah tersebut dalam kondisi kosong saat kejadian, kerugian materiil tetap diderita oleh pemilik. Berdasarkan perhitungan awal, total kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp1.500.000 (satu juta lima ratus rupiah). Kerugian tersebut mencakup kerusakan pada struktur atap, dinding area dapur, dan beberapa perabot yang tersisa di dalam rumah.

Beruntung, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka. Hal ini dikarenakan rumah dalam keadaan kosong dan tidak ada aktivitas penghuni pada saat kebakaran terjadi. Selain Ruri dan Hendi, saksi lain yang memberikan keterangan di lapangan adalah Dede Polo (43), warga Blok Babakan Jati 2, RT.011 RW.003, Desa Cipancuh.

Menanggapi kejadian ini, pihak Koramil Haurgeulis telah melakukan serangkaian langkah standar prosedur operasi. Mulai dari menerima informasi awal, mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), mencari sumber keterangan dari para saksi mata, hingga menyusun bahan keterangan resmi untuk dilaporkan ke komando atas. Seluruh kegiatan penanganan awal berlangsung dengan lancar dan tertib.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Haurgeulis dan sekitarnya, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok yang masih menyala di area kering atau dekat bahan mudah terbakar dapat berakibat fatal. Warga dihimbau untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak ada sumber api yang tidak terkendali di sekitar tempat tinggal, terutama pada musim kemarau atau saat cuaca sedang panas dan berangin.

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk memastikan apakah benar hanya disebabkan oleh puntung rokok atau ada faktor lain yang berkontribusi. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan kooperatif selama proses investigasi berlangsung.
Posting Komentar