Danramil Kapten Inf Sariman, Gandeng Kiai Asror Sobari, Sulap Depan Koramil Krangkeng Jadi Taman Hijau Pemersatu Umat
September 08, 2026
INDRAMAYU – Sebuah gebrakan inovatif dan penuh makna kembali diperlihatkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Indramayu. Kali ini, Koramil 1610/Krangkeng tidak hanya fokus pada tugas pertahanan keamanan konvensional, tetapi juga merambah ke ranah sosial-keagamaan yang menyentuh hati masyarakat. Pada Selasa, 8 September 2026, suasana di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, menjadi saksi bisu dari sebuah pertemuan bersejarah antara aparatur militer dan tokoh agama. Danramil 1610/Krangkeng, Kapten Inf Sariman, bersama tiga anggotanya, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) intensif dengan Ketua Pondok Pesantren As-Salafiya, K.H. Assor Sobari. Agenda utamanya? Mewujudkan mimpi besar menciptakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan markas Koramil, sebuah langkah revolusioner untuk memakmurkan warga dan mempererat tali persaudaraan.
Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB di halaman Ponpes As-Salafiya ini bukan sekadar dialog biasa. Ini adalah manifestasi dari strategi TNI dalam membangun ketahanan nasional melalui pendekatan kultural dan religius. Kapten Inf Sariman, dengan visi yang jauh ke depan, menyadari bahwa keberadaan barak militer tidak boleh menjadi tembok pemisah antara tentara dan rakyat. Sebaliknya, koramil harus menjadi jantung komunitas yang berdenyut bersama kehidupan warga. Ide pembuatan RTH di depan Koramil 1610/Krangkeng dirancang bukan hanya sebagai paru-paru kota atau estetika belaka, melainkan sebagai ruang publik inklusif yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Krangkeng.
Dalam diskusi tersebut, Kapten Sariman menekankan pentingnya semangat gotong royong, nilai luhur yang menjadi fondasi kekuatan bangsa Indonesia. Ia mengajak K.H. Assor Sobari, seorang tokoh ulama yang disegani, untuk menjadi motor penggerak dalam mobilisasi massa. Peran pondok pesantren dalam hal ini sangat krusial, mengingat santri dan jamaah memiliki pengaruh sosial yang kuat di tengah masyarakat. Dengan dukungan spiritual dari para kyai, program pembersihan lingkungan dan penataan taman diharapkan dapat berjalan dengan sukarela dan ikhlas, tanpa paksaan.
Hadir dalam pertemuan strategis tersebut selain Kapten Inf Sariman dan K.H. Assor Sobari, juga terdapat perwakilan elemen masyarakat bawah, yaitu Bapak Usman selaku Ketua RT dan Bapak Akmadi sebagai perwakilan warga. Kehadiran mereka menandakan bahwa rencana ini benar-benar bersifat bottom-up, lahir dari aspirasi akar rumput dan didukung oleh struktur pemerintahan desa hingga tingkat paling dasar. Diskusi mengalir hangat, membahas teknis pelaksanaan pembersihan lokasi, pembagian tugas antara RT/RW, serta peran pondok pesantren dalam mengedukasi jamaah tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
K.H. Assor Sobari menyambut positif inisiatif TNI ini. Bagi beliau, kolaborasi antara militer dan ulama adalah kunci stabilitas sosial. "Ketika tentara dan agama bersinergi, maka akan lahir kedamaian yang hakiki," ungkap semangat yang tersirat dalam pertemuan tersebut. Rencana pembuatan RTH ini juga dipandang sebagai bentuk dakwah bil hal, atau dakwah melalui perbuatan nyata, di mana keindahan alam ciptaan Tuhan dijaga bersama-sama oleh hamba-Nya, terlepas dari latar belakang profesi mereka.
Selama kegiatan komsos berlangsung, situasi terpantau sangat aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada tensi tinggi, hanya ada saling pengertian dan komitmen bersama untuk mengubah wajah Kecamatan Krangkeng menjadi lebih hijau, lebih asri, dan lebih manusiawi. Langkah Koramil 1610/Krangkeng ini patut diapresiasi sebagai model percontohan bagi satuan lain di seluruh Indonesia. TNI telah membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi, berinovasi, dan tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Dengan adanya RTH di depan Koramil nanti, diharapkan akan muncul ruang interaksi baru antara prajurit dan warga. Anak-anak bisa bermain, orang tua bisa bersantai, dan pemuda bisa berolahraga, semua dalam pengawasan dan rasa aman yang diberikan oleh kehadiran TNI. Ini adalah bukti nyata bahwa TNI adalah milik rakyat, bekerja untuk rakyat, dan bahagia jika melihat rakyatnya sejahtera. Gebrakan Kapten Inf Sariman dan K.H. Assor Sobari ini adalah simbol harapan baru bagi Indramayu, di mana militer dan agama bergandengan tangan membangun peradaban yang lebih baik.
