HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Heroik di Aspal Anjatan! Sertu Aris Riyanto Jadi ‘Malaikat Penyeberang’ Ribuan Siswa, Cegah Tragedi Lalu Lintas Sejak Dini

INDRAMAYU – Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti Jalan Raya Anjatan-Patrol. Suara mesin kendaraan bermotor mulai meraung, menandakan dimulainya kesibukan aktivitas warga Kabupaten Indramayu. Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas yang kian padat, sosok seorang prajurit TNI dengan seragam lorengnya tampak berdiri tegak di persimpangan strategis. Ia bukan sekadar penjaga ketertiban biasa, melainkan garda terdepan keselamatan bagi masa depan bangsa. Dialah Sertu Aris Riyanto, anggota Koramil 1614/Anjatan, yang secara sukarela dan penuh dedikasi mengubah diri menjadi "polisi lalu lintas dadakan" demi memastikan ribuan pelajar dapat menyeberang jalan dengan selamat menuju sekolah mereka.

Aksi heroik Sertu Aris Riyanto ini terekam jelas pada Senin pagi, 28 September 2026. Tepat pukul 06.15 WIB, saat matahari belum sepenuhnya terbit, Sertu Aris sudah siaga di lokasi rawan kecelakaan lalu lintas (laka-lalin) yang merupakan jalur utama penghubung antara Kecamatan Anjatan dan Patrol. Lokasi ini dikenal sebagai titik kritis karena volume kendaraan berat dan cepat yang melintas tanpa henti, sementara di sisi lain jalan terdapat dua institusi pendidikan besar, yakni SMP Pemda dan SDN 1 Anjatan Utara.

Tanpa menunggu perintah khusus untuk setiap harinya, inisiatif Babinsa ini muncul dari kepedulian mendalam terhadap keselamatan generasi muda. Melihat banyaknya anak-anak sekolah dasar hingga remaja SMP yang harus menyeberang jalan raya dengan risiko tinggi, Sertu Aris merasa terpanggil untuk bertindak. Dengan sigap, ia mengatur arus lalu lintas, memberikan isyarat tangan yang tegas kepada para pengendara untuk berhenti sejenak, dan membimbing para siswa menyeberang satu per satu dengan aman.

"Saya melihat banyak orang tua yang khawatir mengantarkan anaknya ke sekolah karena jalanan di sini sangat ramai dan berbahaya. Sebagai Babinsa, tanggung jawab saya tidak hanya soal keamanan wilayah dari gangguan kamtibmas, tetapi juga keselamatan jiwa masyarakat, terutama anak-anak," ungkap Sertu Aris Riyanto dalam sela-sela kesibukannya mengatur lalu lintas. Aksi pria berseragam hijau ini pun langsung mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan. Para orang tua siswa yang melewati lokasi tersebut tak segan-segan memberikan apresiasi, bahkan beberapa di antaranya terlihat menghormat sebagai tanda terima kasih atas perlindungan yang diberikan oleh personel TNI tersebut.

Kegiatan pengamanan dan bantuan penyeberangan ini berlangsung dengan tertib dan kondusif hingga aktivitas sekolah dimulai sepenuhnya. Tidak ada insiden kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan selama Sertu Aris bertugas di titik tersebut. Kehadirannya tidak hanya memberikan rasa aman secara fisik, tetapi juga menciptakan ketenangan psikologis bagi para siswa dan wali murid. Mereka tahu bahwa ada sosok terpercaya yang siap melindungi buah hati mereka dari bahaya maut di aspal.

Komandan Kodim 0616/Indramayu, melalui laporan rutin yang diterima, menyatakan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Sertu Aris Riyanto. Langkah proaktif anggota Koramil 1614/Anjatan ini dinilai sejalan dengan visi TNI AD untuk selalu dekat dengan rakyat dan hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Tindakan kecil seperti membantu penyeberangan anak sekolah ternyata memiliki dampak sosial yang sangat besar, memperkuat citra TNI sebagai sahabat rakyat yang peduli dan solutif.

Fenomena yang ditunjukkan oleh Sertu Aris Riyanto ini seharusnya menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat dan aparat lainnya. Bahwa menjaga kemanusiaan tidak selalu memerlukan tindakan besar yang dramatis, namun bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti memastikan seorang anak kecil sampai ke seberang jalan dengan selamat. Di tengah derasnya arus modernisasi dan meningkatnya intensitas lalu lintas di Indramayu, kehadiran figur seperti Sertu Aris menjadi oase ketenangan dan jaminan keselamatan.

Hingga berita ini diturunkan, komitmen Sertu Aris Riyanto untuk terus memantau dan mengamankan area sekitar sekolah tetap kuat. Ia berharap, dengan adanya pendampingan langsung dari TNI, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di wilayah Anjatan dapat ditekan hingga nol persen. Sebuah harapan mulia dari seorang prajurit yang memilih untuk berdiri di pinggir jalan, bukan untuk berbaris dalam parade, tetapi untuk menyelamatkan nyawa-nyawa penerus bangsa.
Posting Komentar