HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Serma Aan Subhan Jalin Sinergi di Blok Liaru, Petani Penggarap Hutan Jatimunggul Diajak Jadi Garda Terdepan Cegah Karhutla!


INDRAMAYU – Suasana pagi Selasa (1/9/2026) di Blok Liaru, Petak 22, BKPH Jatimunggul Utara, KPH Indramayu, terasa begitu akrab dan penuh kehangatan. Sejak pukul 09.00 WIB, Serma Aan Subhan, Babinsa Desa Jatimunggul dari Koramil 1613/Terisi, tampak duduk bersila di tengah-tengah sekelompok petani penggarap lahan hutan. Dalam gelaran Komunikasi Sosial (Komsos) yang digelar di area Hutan Produksi Daerah (HPD) Jatimunggul, prajurit TNI ini tidak datang dengan jarak yang kaku, melainkan membuka ruang dialog untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat barisan pertahanan lingkungan.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, termasuk Kuwu Jatimunggul Bapak Roup, KRPH (Kepala Resort Pemangku Hutan) Jatimunggul Utara Bapak Ujang, serta Ketua Karang Taruna Sdr. Dendi. Kehadiran mereka menandakan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengelola kawasan hutan yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak warga. Serma Aan Subhan menekankan bahwa hubungan antara aparat, pemerintah desa, pengelola hutan, dan masyarakat penggarap haruslah berbasis pada kepercayaan dan saling pengertian, bukan sekadar aturan yang mengekang.

"Kami hadir di sini bukan untuk menggurui, tapi untuk mendengarkan. Bagaimana kondisi lahan? Apa kendala yang dihadapi bapak-bapak sekalian? Dan yang paling penting, bagaimana kita bersama-sama menjaga hutan ini dari ancaman kebakaran," ujar Serma Aan dengan nada persuasif. Ia menyadari bahwa petani penggarap adalah pihak yang paling memahami dinamika lapangan. Oleh karena itu, melibatkan mereka dalam pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) adalah strategi yang paling efektif.

Dalam diskusi tersebut, Serma Aan kembali menegaskan himbauan agar masyarakat tidak membakar sisa-sisa tanaman atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Ia menjelaskan bahwa asap dari pembakaran lahan tidak hanya mengganggu kesehatan warga sekitar, tetapi juga dapat merusak ekosistem hutan dan memicu sanksi hukum yang berat. "Hutan ini adalah aset kita bersama. Jika rusak, dampaknya akan dirasakan oleh anak cucu kita nanti. Mari kita jaga dengan cara yang bijak," tambahnya.

Bapak Roup, selaku Kuwu Jatimunggul, mengapresiasi inisiatif Babinsa. Menurutnya, pendekatan humanis seperti ini jauh lebih efektif daripada sekadar patroli atau teguran keras. "Alhamdulillah Pak Babinsa mau duduk sama kami. Ini membuat kami merasa dihargai. Kami pun jadi lebih sadar untuk tidak main api sembarangan," ungkapnya. Sementara itu, Bapak Ujang dari pihak KPH juga menyambut baik sinergi ini, mengingat keterbatasan personel lapangan dalam mengawasi area hutan yang luas.

Sdr. Dendi, Ketua Karang Taruna, juga berkomitmen untuk mengajak para pemuda desa ikut serta dalam patroli mandiri dan sosialisasi kepada teman-teman sebaya. Dengan melibatkan generasi muda, diharapkan kesadaran lingkungan dapat tertanam lebih dalam dan berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung hingga selesai, situasi di Blok Liaru terpantau sangat aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada gejolak atau ketegangan. Atmosfer kekeluargaan yang terjalin menunjukkan kematangan sosial masyarakat Jatimunggul dalam menerima kehadiran aparat kewilayahan sebagai mitra.

Kegiatan Komsos yang dipimpin oleh Serma Aan Subhan ini menjadi bukti nyata peran Kodim 0616/Indramayu dalam mendukung program pelestarian lingkungan melalui pendekatan sosial. Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dari Kuwu hingga Karang Taruna, TNI berhasil membangun sistem pertahanan semesta yang berbasis pada partisipasi aktif masyarakat. Sebuah langkah strategis yang memastikan HPD Jatimunggul tetap lestari, hijau, dan bebas dari bencana asap yang selama ini kerap meresahkan wilayah Indramayu.
Posting Komentar