HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

TNI Tak Henti-Hentinya Mengawal Rakyat! Serda Johan M. Kembali Pantau Pasar Haurgeulis, Waspadai Kenaikan Harga Daging dan Telur

INDRAMAYU – Konsistensi adalah kunci dalam menjaga stabilitas nasional, dan hal ini kembali dibuktikan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Indramayu. Belum genap 24 jam sejak monitoring sebelumnya, pada Rabu pagi, 9 September 2026, personel Koramil 1615/Haurgeulis kembali turun ke lapangan. Kali ini, Serda Johan M. bertugas melakukan pengecekan harga bahan pokok (sembako) di berbagai toko dan kios di wilayah Kecamatan Haurgeulis. Aksi berkelanjutan ini menegaskan bahwa TNI tidak hanya hadir sesaat saat ada masalah, tetapi secara proaktif dan rutin mengawasi dinamika pasar untuk melindungi daya beli masyarakat dari gejolak ekonomi yang tidak menentu.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini menyasar titik-titik distribusi ritel di Desa Haurgeulis. Serda Johan M. dengan teliti mencatat setiap perubahan harga, membandingkannya dengan data hari sebelumnya untuk mendeteksi anomali. Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar komoditas strategis masih berada dalam zona aman. Beras medium tetap stabil di harga Rp13.000 per kilogram, begitu pula dengan minyak goreng di Rp17.000, jagung di Rp13.000, dan kedelai lokal di Rp10.000 per kilogram. Bawang putih juga terpantau konsisten di angka Rp40.000 per kilogram. Stabilitas harga-harga dasar ini menjadi fondasi penting bagi ketenangan psikologis para ibu rumah tangga dalam mengatur anggaran belanja harian.

Namun, Serda Johan M. juga mengidentifikasi beberapa komoditas yang mengalami pergerakan harga yang perlu diwaspadai. Harga gula pasir, yang kemarin tercatat Rp17.000, kini merangkak naik menjadi Rp17.500 per kilogram. Meskipun kenaikannya tipis, tren ini harus dipantau ketat agar tidak memicu inflasi berantai. Kabar positif datang dari harga bawang merah yang justru mengalami penurunan signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, sebuah indikator bahwa pasokan di tingkat petani sedang melimpah.

Di sisi lain, tekanan terhadap kantong konsumen terasa pada komoditas protein hewani. Harga telur ayam terpantau naik ke level Rp32.000 per kilogram, sementara daging ayam melonjak dari Rp37.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Yang paling menjadi perhatian serius adalah harga daging sapi yang masih bertengger di angka sangat tinggi, yakni Rp140.000 per kilogram. Harga ini jauh di atas rata-rata nasional dan berpotensi mengurangi aksesibilitas masyarakat kelas menengah ke bawah terhadap asupan gizi berkualitas. Serda Johan M. segera mengkoordinasikan temuan ini dengan pedagang untuk memastikan bahwa kenaikan harga tersebut murni akibat faktor pasokan dan permintaan, bukan akibat praktik penimbunan atau kartel dagang.

Tujuan utama dari pemantauan rutin seperti ini adalah lima pilar: mengawasi kestabilan harga, mencegah penimbunan, melindungi konsumen, mendukung kebijakan pemerintah, serta meningkatkan transparansi pasar. Dengan kehadiran fisik prajurit TNI di toko-toko, efek jera bagi pelaku usaha nakal tercipta secara alami. Pedagang merasa diawasi sehingga cenderung lebih jujur dalam menetapkan harga dan timbangan. Masyarakat pun merasa lebih aman berbelanja karena tahu ada "mata negara" yang menjaga kepentingan mereka.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Haurgeulis terpantau sangat aman dan kondusif. Tidak ada gejolak sosial atau protes dari warga. Interaksi antara Serda Johan M. dengan para pemilik toko berjalan dialogis dan edukatif. Ia memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga harga wajar demi keberlangsungan usaha jangka panjang dan kesejahteraan bersama. Langkah Koramil 1615/Haurgeulis ini adalah bukti nyata bahwa TNI adalah mitra strategis dalam pembangunan ekonomi mikro. Melalui aksi kecil namun berdampak besar ini, Kodim 0616/Indramayu terus berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap warga Indramayu dapat hidup dengan layak, tenang, dan sejahtera di tengah tantangan ekonomi global.
Posting Komentar