HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

TNI Tak Kenal Lelah! Serka F. Apik Kembali Turun ke Rajasinga, Pastikan Harga Sembako Stabil di Tengah Gejolak Pasar

INDRAMAYU – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat kembali dibuktikan dengan aksi nyata yang konsisten dan berkelanjutan. Hanya berselang satu hari setelah monitoring di pusat kecamatan, pada Rabu pagi, 9 September 2026, personel Koramil 1613/Terisi kembali bergerak cepat menjangkau wilayah pelosok. Kali ini, Serka F. Apik turun langsung ke Blok Karangluak, Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, untuk melakukan pengecekan harga bahan pokok (sembako). Aksi ini menegaskan bahwa TNI tidak hanya hadir di tempat-tempat strategis, tetapi juga menelusuri hingga ke sudut-sudut desa terpencil untuk memastikan bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, terlindungi dari fluktuasi harga yang merugikan.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian operasi pengawasan pasar yang dilakukan secara rutin oleh Kodim 0616/Indramayu. Kehadiran Serka F. Apik di toko-toko dan warung-warung kecil di Blok Karangluak disambut hangat oleh para pedagang dan pembeli. Bagi masyarakat desa, kehadiran prajurit berseragam loreng bukan sosok yang menakutkan, melainkan simbol kehadiran negara yang peduli. Mereka merasa memiliki "pengawal" yang siap membela hak-hak konsumen dari praktik permainan harga atau penimbunan barang oleh oknum nakal.

Hasil monitoring yang dilaporkan kepada Komandan Kodim 0616/Indramayu, Kasdim, serta Para Pasidim menunjukkan data yang relatif stabil dan sejalan dengan harga di pusat kecamatan. Beras, sebagai komoditas paling vital, masih bertengger di angka Rp13.000 per kilogram. Minyak goreng (migor) terpantau di harga Rp16.000 per kilogram, sementara gula putih dijual seharga Rp18.000 per kilogram. Stabilitas harga-harga dasar ini menjadi kabar baik bagi daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah di Desa Rajasinga.

Untuk komoditas protein hewani, harga telur ayam tercatat di Rp30.000 per kilogram, daging ayam di Rp35.000 per kilogram, dan yang paling menggembirakan adalah daging sapi yang masih sangat terjangkau di angka Rp80.000 per kilogram. Harga daging sapi di level ini adalah sebuah anomali positif di tengah tren nasional yang sering kali melonjak tinggi. Ini menunjukkan bahwa distribusi pasokan daging di wilayah Terisi, termasuk di desa-desa seperti Rajasinga, berjalan dengan lancar dan efisien berkat koordinasi yang baik antara peternak lokal, pedagang, dan pengawasan aparat.

Namun, Serka F. Apik juga mencatat adanya harga bumbu dapur yang masih berada di level tinggi. Cabe rawit hijau terpantau di angka Rp60.000 per kilogram, bawang merah di Rp36.000 per kilogram, dan bawang putih di Rp38.000 per kilogram. Cabe merah berada di kisaran Rp32.000 per kilogram. Meskipun harganya tinggi, kenaikan ini masih dalam batas wajar akibat faktor musim dan cuaca. Namun, pemantauan terus-menerus seperti yang dilakukan Serka Apik sangat penting untuk mendeteksi dini jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar atau indikasi kartel dagang di tingkat desa.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di Blok Karangluak terpantau sangat aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada keluhan keras dari warga maupun protes dari pedagang. Interaksi antara Serka F. Apik dengan masyarakat berlangsung dialogis dan edukatif. Ia memberikan pemahaman tentang pentingnya melaporkan jika menemukan harga yang mencurigakan, sehingga mekanisme pengawasan dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat (community policing).

Langkah Koramil 1613/Terisi ini adalah bukti konkret dari implementasi Tri Dharma Eka Karma, khususnya dalam bidang kesejahteraan rakyat. Dengan menjangkau Desa Rajasinga, TNI memastikan bahwa tidak ada daerah yang tertinggal dalam pantauan stabilitas harga. Sinergi antara Babinsa, perangkat desa, dan tokoh masyarakat telah menciptakan ekosistem pasar yang sehat dan transparan. Rakyat merasa aman, pedagang merasa diawasi secara adil, dan pemerintah mendapatkan data akurat untuk pengambilan kebijakan. Ini adalah wajah baru TNI: tangguh di medan tempur, peduli di medan ekonomi, dan selalu bersama rakyat di setiap jengkal tanah Indonesia.
Posting Komentar