TNI Turun Tangan! Pantau Ketat Harga Sembako di Terisi, Daging Sapi Masih Terjangkau di Rp80 Ribu
September 08, 2026
INDRAMAYU – Di tengah dinamika ekonomi global yang sering kali memicu fluktuasi harga barang kebutuhan pokok, kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di tengah-tengah masyarakat kembali menjadi oase ketenangan dan jaminan stabilitas. Pada Selasa, 8 September 2026, personel Koramil 1613/Terisi, Kodim 0616/Indramayu, menunjukkan komitmennya yang tak tergoyahkan dalam menjaga daya beli rakyat. Melalui aksi monitoring langsung ke Pasar Terisi di Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, TNI membuktikan bahwa mereka tidak hanya setia menjaga kedaulatan negara dari ancaman militer, tetapi juga siap menjadi tameng pelindung kesejahteraan ekonomi warga dari gejolak pasar yang tidak menentu.
Kegiatan yang dipimpin oleh Serma Aan Subhan ini dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Dengan semangat pengabdian yang tinggi, ia menyusuri lorong-lorong pasar dan memasuki berbagai toko sembako untuk melakukan pengecekan harga secara real-time. Aksi ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan langkah strategis untuk memastikan bahwa tidak ada permainan harga atau penimbunan barang yang merugikan masyarakat kecil. Kehadiran seragam loreng di pasar tradisional selalu membawa pesan kuat: negara hadir, dan TNI adalah perpanjangan tangan negara yang paling dekat dengan rakyat.
Hasil monitoring yang dilaporkan kepada Komandan Kodim 0616/Indramayu, Kasdim, serta Para Pasidim mengungkap data harga yang cukup menarik perhatian. Untuk komoditas utama seperti beras, harga terpantau stabil di angka Rp13.000 per kilogram. Angka ini relatif terjangkau bagi sebagian besar lapisan masyarakat, berkat upaya pemerintah dan dukungan logistik yang dijaga ketat oleh aparat terkait. Sementara itu, harga minyak goreng (migor) berada di kisaran Rp16.000 per kilogram, dan gula putih dijual seharga Rp18.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan bahan pokok strategis masih terkendali dengan baik di wilayah Terisi.
Namun, sorotan utama justru tertuju pada harga protein hewani dan bumbu dapur. Harga telur ayam tercatat di angka Rp30.000 per kilogram, sementara daging ayam dipatok sebesar Rp35.000 per kilogram. Yang paling mengejutkan sekaligus menggembirakan adalah harga daging sapi yang masih sangat bersahabat, yakni Rp80.000 per kilogram. Di banyak daerah lain, harga daging sapi sering kali melonjak jauh di atas angka psikologis Rp100.000, namun di Terisi, berkat pengawasan dan distribusi yang efektif, masyarakat masih dapat menikmati asupan gizi berkualitas tanpa harus menguras kantong terlalu dalam.
Meski demikian, terdapat beberapa komoditas yang harganya perlu diwaspadai. Cabe rawit hijau terpantau cukup tinggi di angka Rp60.000 per kilogram, disusul bawang putih di Rp38.000 per kilogram dan bawang merah di Rp36.000 per kilogram. Cabe merah sendiri berada di level Rp32.000 per kilogram. Fluktuasi harga bumbu dapur ini biasanya dipengaruhi oleh faktor cuaca dan musim panen. Melalui monitoring rutin seperti yang dilakukan Serma Aan Subhan, TNI dapat memberikan early warning kepada pihak terkait jika terjadi anomali kenaikan harga yang tidak wajar, sehingga tindakan pencegahan dapat segera diambil sebelum meresahkan masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, suasana pasar terpantau aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada gesekan antara pedagang dan pembeli, maupun adanya protes terhadap harga yang ditetapkan. Hal ini menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas pasar di wilayah Terisi masih sangat tinggi. Sinergi antara TNI, pedagang, dan pemerintah daerah telah menciptakan ekosistem ekonomi mikro yang sehat.
Laporan ini menjadi bukti nyata bahwa TNI adalah institusi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Di era modern ini, perang melawan kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi adalah medan pertempuran baru, dan prajurit seperti Serma Aan Subhan adalah pahlawan yang berjasa di garis depan. Dengan terus memantau harga sembako, Kodim 0616/Indramayu melalui Koramil 1613/Terisi telah memberikan rasa aman dan tenang bagi warga Desa Karangasem. Rakyat merasa dilindungi, bukan hanya dari ancaman fisik, tetapi juga dari ancaman kelaparan dan kesulitan ekonomi. Ini adalah wujud nyata dari doktrin Tri Dharma Eka Karma, di mana TNI selalu bersama rakyat, membantu rakyat, dan membela rakyat dalam segala aspek kehidupan.
