HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Transparansi Total di Tanjakan! Serka Sudono Kawal Musdes Krangkeng, APBDes 2026 Dibedah Tuntas Demi Masa Depan Bebas Stunting


INDRAMAYU – Demokrasi tingkat desa menemukan wujudnya yang paling otentik di Aula Kantor Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Senin siang (28/9/2026). Di bawah pengawasan ketat namun humanis dari Babinsa setempat, Serka Sudono, ratusan elemen masyarakat berkumpul dalam sebuah Musyawarah Desa (Musdes) yang bukan sekadar formalitas, melainkan arena akuntabilitas publik yang sesungguhnya. Agenda utama hari itu sangat krusial: membedah laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Semester I tahun 2026 serta menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) untuk tahun 2027.

Pukul 10.00 WIB, acara dibuka dengan khidmat oleh menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, menandakan bahwa setiap keputusan yang akan diambil adalah demi kepentingan negara dan rakyat. Kehadiran Serka Sudono sebagai Babinsa Desa Tanjakan memberikan nuansa keamanan dan ketertiban yang kuat. Ia tidak hadir untuk mendominasi, melainkan sebagai fasilitator yang memastikan proses musyawarah berjalan demokratis, transparan, dan bebas dari intimidasi atau konflik horizontal. Kehadirannya menjadi simbol bahwa TNI siap mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan berwibawa.

Sesi inti dimulai dengan paparan detail mengenai realisasi APBDes Semester I tahun 2026. Kepala Desa Tanjakan, H. A. Wadi, bersama perangkat desa lainnya, memaparkan angka-angka keuangan dengan terbuka di hadapan warga, termasuk Ketua TP PKK Ibu Danirih, para Ketua RT/RW, serta perwakilan kesehatan seperti Ibu Tiara dari Puskesmas Krangkeng dan Bidan Desa, Ibu Yati. Transparansi ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta musdes. Warga diajak untuk memahami ke mana uang desa mengalir, memastikan bahwa setiap rupiah digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, dan layanan sosial yang benar-benar dirasakan manfaatnya.

Namun, sorotan paling tajam tertuju pada agenda "Rembug Stunting". Ini adalah bukti bahwa Desa Tanjakan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan Babinsa menunjukkan komitmen serius untuk menekan angka stunting di wilayah tersebut. Diskusi berlangsung hangat namun terarah, di mana strategi intervensi gizi dan pola hidup sehat dirumuskan secara kolektif. Hadirin juga turut menyambut kehadiran Bpk. Indra Mulyana AP, M.Si, yang memberikan masukan teknis terkait pengelolaan anggaran yang efisien dan efektif.

Selanjutnya, penetapan RKPDes tahun 2027 menjadi puncak dari musyawarah ini. Rencana kerja disusun berdasarkan prioritas kebutuhan mendesak warga, hasil evaluasi tahun sebelumnya, dan visi jangka panjang desa. Dengan bimbingan Serka Sudono, proses voting dan kesepakatan dilakukan dengan tangan terbuka, mencerminkan kematangan politik warga Desa Tanjakan dalam menentukan arah pembangunan mereka sendiri.

Kegiatan yang berakhir pukul 11.31 WIB ini ditutup dengan doa bersama, mengukuhkan bahwa seluruh rencana yang telah ditetapkan dilandasi niat baik dan permohonan restu Ilahi. Selama berlangsungnya acara, situasi terpantau sangat tertib, aman, dan kondusif. Tidak ada gesekan atau protes keras, melainkan dialog konstruktif yang membangun.

Keberhasilan Musdes di Desa Tanjakan ini menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Krangkeng maupun Kabupaten Indramayu. Bahwa ketika Babinsa terlibat aktif dalam mengawal proses demokrasi desa, integritas penyelenggaraan pemerintahan dapat terjaga. Serka Sudono telah membuktikan bahwa peran TNI dalam pembinaan kewilayahan meliputi aspek stabilitas sosial dan dukungan terhadap good governance.

Dengan APBDes yang transparan dan RKPDes yang partisipatif, serta fokus kuat pada penanganan stunting, Desa Tanjakan melangkah menuju tahun 2027 dengan optimisme tinggi. Masyarakat merasa memiliki desa mereka, dan pemerintah desa merasa didukung penuh oleh rakyatnya. Inilah wajah baru pembangunan desa di Indramayu: inklusif, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat, dengan TNI sebagai garda terdepan penjaga harmoni sosial.
Posting Komentar