HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gerak Cepat Serma Aan Subhan: Amankan Lahan Hutan Jatimunggul dari Ancaman Titik Api, Sinergi TNI-Perhutani-Pertamina Cegah Bencana Karhutla


INDRAMAYU – Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau, Babinsa Desa Jatimunggul, Serma Aan Subhan, menunjukkan ketangkasannya dalam mengawal kelestarian lingkungan. Pada Kamis pagi, 1 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB, Serma Aan Subhan melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) sekaligus monitoring wilayah di Blok Sumur Rendong, Petak 18, RPH Proyek Khusus BKPH Jatimunggul, KPH Indramayu. Lokasi yang berada di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, ini menjadi titik fokus karena adanya aktivitas pertanian masyarakat di area Hutan Produksi Daerah (HPD) serta keberadaan infrastruktur vital energi nasional.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sebuah operasi preventif yang melibatkan multipihak. Serma Aan Subran menggandeng Polter Perum Perhutani BKPH Jatimunggul, Bapak Rusli, serta Security PT Pertamina EP, Sdr. Fadil Fauzan. Kehadiran tiga pilar keamanan dan pengelola lahan ini—TNI, Perhutani, dan Pertamina—menunjukkan komitmen serius dalam menjaga stabilitas ekosistem hutan sekaligus memastikan kelancaran operasional industri strategis negara. Dalam pertemuan tersebut, mereka berdialog langsung dengan para petani penggarap lahan hutan, yakni Sdr. Masrudin dan Sdr. Sahid, untuk menyamakan persepsi mengenai tata cara pengelolaan lahan yang aman dan berkelanjutan.

Tujuan utama dari giat ini adalah mempererat silaturahmi antara aparat dengan warga, melakukan monitoring kondisi wilayah, serta melakukan pengecekan ketat terhadap potensi *Hotspot* atau titik api tinggi. Serma Aan Subhan menekankan kepada para petani agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan saat membersihkan areal garapan. "Kita harus bijak mengelola lahan. Kebakaran hutan bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam keselamatan warga dan aset negara," tegas Serma Aan Subhan di hadapan para petani.

Salah satu temuan penting dalam monitoring hari itu adalah identifikasi sumber potensial titik api tinggi. Berdasarkan hasil pengecekan lapangan bersama tim, diketahui bahwa indikasi titik panas berasal dari area Stasiun Pengumpul Minyak (SPM) SP-ABG Sumur 13 milik PT Pertamina EP Jatibarang Field, yang berlokasi di wilayah hutan pangkuan Desa Jatimunggul. Temuan ini segera dikoordinasikan dengan pihak Security Pertamina untuk meningkatkan pengawasan dan prosedur keselamatan kerja di area tersebut guna mencegah terjadinya percikan api yang dapat memicu kebakaran luas.

Meskipun terdapat indikasi titik panas dari area industri, secara keseluruhan kondisi wilayah lahan hutan HPD Jatimunggul hingga saat ini dinyatakan aman dan terkendali. Tidak ada laporan kejadian Karhutla yang terjadi di area garapan petani maupun di blok hutan konservasi. Hal ini tidak lepas dari peran aktif Serma Aan Subhan yang terus melakukan patroli dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Kolaborasi antara Babinsa, Perhutani, Pertamina, dan masyarakat petani ini menjadi contoh ideal bagaimana penanganan isu lingkungan harus dilakukan secara holistik. Dengan adanya komunikasi yang terbuka, risiko konflik lahan maupun bencana ekologis dapat diminimalisir.

Dandim 0616/Indramayu melalui jajarannya terus mendorong setiap Babinsa untuk proaktif dalam isu lingkungan. Langkah Serma Aan Subhan di Jatimunggul membuktikan bahwa TNI hadir tidak hanya sebagai alat pertahanan, tetapi juga sebagai pelindung alam dan mitra pembangunan yang responsif terhadap dinamika lapangan. Sinergi ini diharapkan dapat mempertahankan status "Nol Karhutla" di wilayah Indramayu, demi keberlanjutan hidup masyarakat dan kelestarian bumi pertiwi.
Posting Komentar