HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Koramil 1613/Terisi Pantau Harga Sembako, Daging Sapi Tembus Rp135 Ribu per Kg


INDRAMAYU – Dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi masyarakat dan memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok, anggota Koramil 1613/Terisi, Kopda Saep Pajarudin, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga di sejumlah toko sembako wilayah Kecamatan Terisi, pada Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk memantau fluktuasi harga pasar serta memastikan tidak adanya penimbunan atau permainan harga oleh pedagang menjelang periode tertentu. Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, tercatat beberapa komoditas strategis mengalami variasi harga.

Adapun rincian harga kebutuhan pokok (sembako) di wilayah Terisi saat ini adalah sebagai berikut:
*   **Beras:** Rp15.000/kg
*   **Minyak Goreng (Migor):** Rp16.000/kg
*   **Telur Ayam:** Rp33.000/kg
*   **Jagung:** Rp10.000/kg
*   **Gula Pasir:** Rp17.000/kg
*   **Kacang Kedelai:** Rp19.000/kg
*   **Bawang Merah:** Rp44.000/kg
*   **Bawang Putih:** Rp40.000/kg
*   **Daging Ayam:** Rp38.000/kg
*   **Daging Sapi:** Rp135.000/kg

Dari daftar tersebut, terlihat bahwa harga daging sapi masih berada di angka yang relatif tinggi dibandingkan komoditas protein lainnya, yakni di kisaran Rp135.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras dan minyak goreng terpantau stabil di angka Rp15.000 dan Rp16.000 per kilogram.

Kopda Saep Pajarudin menyampaikan bahwa selama proses monitoring berlangsung, situasi di pasar dan toko-toko sembako terpantau aman dan lancar. Tidak ditemukan adanya kelangkaan stok maupun gejolak harga yang signifikan secara tiba-tiba.

"Pemantauan ini rutin kami lakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan rakyat, sekaligus memberikan informasi transparan kepada masyarakat mengenai harga pasar terkini," ujarnya.

Dengan adanya monitoring ini, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari, serta pedagang tetap mematuhi ketentuan harga eceran tertinggi (HET) jika berlaku, demi menjaga kestabilan ekonomi di wilayah Kecamatan Terisi.

Posting Komentar