Pantau Stabilitas Ekonomi, Serda Wawan Gunawan Cek Harga Sembako di Pasar Terisi: Beras Stabil di Rp13.000 per Kg
Oktober 02, 2026
INDRAMAYU – Menjaga stabilitas harga bahan pokok merupakan salah satu prioritas utama dalam menjaga daya beli masyarakat dan mencegah inflasi yang tidak terkendali. Menyikapi hal tersebut, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Kodim 0616/Indramayu, Serda Wawan Gunawan, turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga bahan kebutuhan pokok (sembako). Kegiatan ini berlangsung pada Jumat pagi, 2 Oktober 2026, dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan menyasar area Pasar Terisi yang terletak di Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Kehadiran Serda Wawan Gunawan di pasar tradisional tersebut bukan tanpa alasan. Sebagai garda terdepan TNI di wilayah, Babinsa memiliki tugas mulia untuk memastikan bahwa pasokan dan harga barang-barang strategis tetap terjangkau oleh masyarakat, khususnya menjelang akhir pekan di mana aktivitas belanja warga cenderung meningkat. Dengan blusukan langsung ke kios-kios pedagang dan berinteraksi dengan para pembeli, Serda Wawan mendapatkan data *real-time* mengenai fluktuasi harga di tingkat akar rumput.
Berdasarkan hasil pantauan lapangan yang dilaporkan kepada Komandan Kodim 0616/Indramayu, kondisi harga sembako di Pasar Terisi secara umum terpantau relatif stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami penyesuaian harga wajar sesuai dinamika pasar. Untuk komoditas beras sebagai makanan pokok utama, harganya terpantau masih sangat terjangkau, yakni berada di angka Rp13.000 per kilogram. Harga ini dinilai cukup bersahabat bagi kantong masyarakat menengah ke bawah di wilayah Terisi.
Sementara itu, untuk minyak goreng (migor), harga dipatok sebesar Rp16.000 per kilogram. Angka ini menunjukkan kestabilan pasokan minyak goreng di pasaran lokal. Namun, perhatian khusus tertuju pada sejumlah komoditas bumbu dapur dan protein hewani. Harga telur ayam tercatat sebesar Rp30.000 per kilogram, sedangkan daging ayam dijual seharga Rp35.000 per kilogram. Untuk daging sapi, harga relatif tinggi namun masih dalam batas wajar pasar nasional, yaitu Rp145.000 per kilogram.
Yang menarik perhatian dari hasil monitoring kali ini adalah harga cabai rawit hijau yang menyentuh angka Rp60.000 per kilogram. Angka ini tergolong cukup tinggi dibandingkan komoditas lainnya dan berpotensi membebani anggaran belanja rumah tangga jika tidak diimbangi dengan pendapatan. Sementara itu, cabai merah besar dibanderol lebih murah, yakni Rp32.000 per kilogram. Untuk komoditas bawang-bawangan, bawang merah dijual seharga Rp36.000 per kilogram, dan bawang putih sebesar Rp38.000 per kilogram. Terakhir, harga gula pasir putih terpantau di angka Rp18.000 per kilogram.
Serda Wawan Gunawan dalam keterangannya menyampaikan bahwa monitoring ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa pemerintah dan TNI senantiasa mengawasi pergerakan harga. "Kami ingin memastikan tidak ada permainan harga atau penimbunan stok oleh oknum tertentu. Jika ditemukan ketidakwajaran, kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan setempat," ungkap Serda Wawan.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di Pasar Terisi terpantau aman dan lancar. Para pedagang menyambut baik kehadiran anggota TNI, karena hal ini dianggap sebagai bentuk perhatian nyata terhadap kesejahteraan mereka dan konsumen. Tidak terjadi gesekan atau keluhan berarti dari masyarakat terkait ketersediaan barang maupun pelayanan selama proses pengecekan berlangsung.
Melalui laporan ini, Koramil 1613/Terisi berharap data harga yang diperoleh dapat menjadi referensi bagi jajaran Kodim 0616/Indramayu dalam mengambil langkah-langkah kebijakan atau bantuan sosial jika diperlukan. Ke depan, kegiatan monitoring serupa akan terus dilakukan secara berkala untuk menjamin ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi di wilayah Kecamatan Terisi, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dibebani oleh kecemasan akan kenaikan harga yang drastis.
