Sertu Carli Pantau Stabilitas Harga Sembako di Kecamatan Terisi, Indramayu
INDRAMAYU – Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Sertu Carli, melaksanakan kegiatan monitoring harga kebutuhan pokok di wilayah Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (26/10/2025) pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau relatif stabil. Komoditas beras masih dijual Rp12.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah berada di kisaran Rp18.000 per kilogram. Untuk bahan pangan lainnya, harga jagung tercatat Rp10.000 per kilogram, kedelai Rp16.000 per kilogram, dan gula pasir Rp19.000 per kilogram.
Sementara itu, harga bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih masih cukup tinggi masing-masing Rp45.000 dan Rp40.000 per kilogram. Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam potong dijual Rp30.000 per kilogram, daging sapi Rp120.000 per kilogram, dan telur ayam Rp30.000 per kilogram. Meskipun terdapat sedikit perbedaan antar pedagang, secara umum kondisi harga masih terkendali.
Sertu Carli menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan harga sembako ini rutin dilakukan oleh jajaran TNI di wilayah binaan. Tujuannya untuk memberikan data akurat kepada pemerintah daerah serta mendukung langkah-langkah antisipatif dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pangan. “Kami terus melakukan koordinasi dengan aparat desa dan pelaku pasar agar distribusi barang tetap lancar dan harga tidak melonjak tajam,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan monitoring berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Terisi dilaporkan aman dan kondusif. Tidak ditemukan gejolak harga yang berarti, dan aktivitas jual beli di pasar tradisional tetap berjalan normal. Pemantauan ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif untuk menjaga kestabilan harga menjelang akhir tahun serta membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.
