HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Koramil Krangkeng Pantau Harga Sembako di Pasar Singakerta, Pastikan Stabilitas dan Ketersediaan Aman


INDRAMAYU – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah binaan, Sertu Kadani, anggota Koramil 1610/Krangkeng, melaksanakan kegiatan monitoring harga sembako di PD Pasar Singakerta, Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Selasa (11/11/2025) mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk memantau fluktuasi harga bahan kebutuhan pokok serta memastikan ketersediaan stok barang bagi masyarakat menjelang akhir tahun. Berdasarkan hasil pantauan Babinsa, harga beberapa komoditas mengalami perubahan. Harga beras turun menjadi Rp12.000/kg, minyak goreng tetap di Rp16.000/kg, telur ayam turun menjadi Rp28.000/kg, sementara daging ayam tetap di Rp38.000/kg. Adapun daging sapi naik menjadi Rp150.000/kg, gula pasir Rp16.000/kg, bawang merah Rp48.000/kg, bawang putih Rp42.000/kg, kacang kedelai Rp19.000/kg, dan jagung Rp11.000/kg.

Menurut Sertu Kadani, kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial (Binter) TNI dalam membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas ekonomi di tingkat masyarakat. “Kami memantau langsung kondisi harga dan stok bahan pokok agar bisa memberikan laporan akurat kepada satuan atas. Dengan begitu, langkah antisipasi bisa segera diambil jika terjadi lonjakan harga,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi pasar terpantau tertib, aman, dan kondusif. Para pedagang dan pembeli juga menyambut baik kehadiran Babinsa yang turun langsung ke lapangan. “Kami merasa senang karena TNI ikut peduli dengan kondisi ekonomi masyarakat kecil,” ujar salah satu pedagang pasar Singakerta.

Melalui kegiatan ini, TNI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan rakyat. Kehadiran Babinsa tidak hanya memastikan keamanan wilayah, tetapi juga ikut menjaga stabilitas ekonomi dan membantu pemerintah dalam upaya pengendalian harga bahan pokok di masyarakat.

Posting Komentar